Rudal Hizbullah Gempur Markas Militer Israel, Balas Kematian Komandan Pasukan Elite
- Hizbullah menggempur pangkalan militer Israel pada Jumat (8/5/2026), sebagai balasan atas kematian komandan pasukan elite Radwan,
Kelompok bersenjata di Lebanon itu menyatakan, rudal-rudalnya menyasar markas militer Israel di selatan Kota Nahariya.
Disebutkan bahwa serangan dilakukan sebagai respons pelanggaran gencatan senjata, penyerangan di pinggiran selatan Beirut, dan serangan ke desa-desa serta warga sipil di Lebanon selatan.
Baca juga: Komandan Pasukan Elite Hizbullah Tewas dalam Serangan Israel di Beirut
Militer Israel sempat menyatakan, sirene serangan udara meraung-raung di sejumlah kota di Israel utara.
Mereka mengeklaim mencegat satu rudal, sedangkan proyektil lainnya jatuh di area terbuka.
Tidak ada laporan korban luka dalam serangan tersebut, menurut kantor berita AFP.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut serangan Israel di Kota Toura di distrik Tirus, Lebanon selatan, menewaskan empat orang termasuk dua perempuan, dan melukai delapan korban lainnya berdasarkan jumlah sementara.
Pertahanan Sipil Lebanon sebelumnya melaporkan seorang anggotanya tewas dalam serangan Israel di wilayah selatan.
Israel-Hizbullah sebenarnya masih dalam masa gencatan senjata sejak 17 April 2026, tetapi pertempuran di Lebanon selatan masih berkecamuk.
Syarat gencatan senjata yang diumumkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada 16 April menyatakan, Israel boleh merespons serangan terencana, akan segera terjadi, atau sedang berlangsung oleh Hizbullah.
Baca juga: Israel-Hizbullah Baku Tembak Lagi, Tempur di 20 Titik
Militer Israel juga mengeluarkan peringatan evakuasi untuk tujuh kota di Lebanon selatan, termasuk Toura.
Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) yang dikelola pemerintah melaporkan serangkaian serangan di wilayah selatan pada Jumat (8/5/2026).
Hizbullah juga mengaku bertanggung jawab atas beberapa serangan terhadap pasukan Israel di Lebanon selatan.
Baca juga: Hizbullah Sebut Perundingan Damai Lebanon-Israel Tak Ada Gunanya
Israel serang pinggiran Beirut
Ledakan di salah satu bangunan Lebanon yang diserang Israel di Desa Abbasiyyeh, 13 Maret 2026. Israel menyerang Hizbullah di Lebanon dalam lanjutan perang Iran yang meluas di Timur Tengah.Serangan terbaru Hizbullah terjadi setelah Israel menyerang pinggiran selatan Beirut pada Rabu (6/5/2026), menjadi gempuran pertama terhadap benteng Hizbullah dalam sebulan terakhir.
Militer Israel mengatakan, serangan itu menargetkan komandan Pasukan Radwan, pasukan elite Hizbullah.
Hizbullah belum mengumumkan kematian komandannya, Malek Ballout, secara resmi.
Namun, sumber yang dekat dengan kelompok tersebut mengonfirmasi kepada AFP bahwa Ballout telah tiada.
Baca juga: Hizbullah Akhirnya Buka Suara soal Gencatan Senjata Israel-Lebanon, Ogah Terlibat?
Serangan terbaru berlangsung menjelang rencana negosiasi langsung antara Lebanon dan Israel di Washington pekan depan.
Lebanon dan Israel secara resmi masih berperang sejak 1948.
Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya mengakhiri perang, yang dimulai ketika Hizbullah menyeret Lebanon ke dalam konflik Timur Tengah pada 2 Maret 2026.
Akan tetapi, Hizbullah menentang keras pembicaraan langsung itu, menyebutnya dosa dan mendesak Beirut menarik diri.
Serangan Israel sendiri telah menewaskan lebih dari 2.750 orang di Lebanon mulai 2 Maret, termasuk puluhan orang sejak gencatan senjata diumumkan.
Baca juga: Siapa Hezbollah dan Kenapa Terlibat Perang Israel-Hamas?
Tag: #rudal #hizbullah #gempur #markas #militer #israel #balas #kematian #komandan #pasukan #elite