Arab Saudi Bantah Bantu Operasi Militer AS, Sebut Ada yang Sebar Informasi Sesat
- Arab Saudi membantah informasi yang menyebut mereka mengizinkan wilayah udaranya digunakan untuk operasi militer ofensif Amerika Serikat (AS).
Riyadh menegaskan mendukung upaya mediasi Pakistan yang bertujuan untuk mengakhiri perang antara Washington dan Teheran, demikian sumber Saudi yang dikutip dari Anadolu, Jumat (8/5/2026).
“Kerajaan (Saudi) tidak mengizinkan penggunaan wilayah udaranya untuk mendukung operasi militer ofensif.”
Baca juga: Otoritas Arab Saudi Tangkap WNI Terkait Penipuan Haji Palsu
“Ada pihak-pihak yang berusaha menampilkan gambaran yang menyesatkan mengenai posisi Arab Saudi dengan motif yang mencurigakan,” kata sumber tersebut.
Pernyataan ini disampaikan setelah ada laporan bahwa Arab Saudi dan Kuwait telah mencabut pembatasan penggunaan pangkalan dan wilayah udara mereka untuk militer AS.
Pembatasan itu sebelumnya diberlakukan setelah peluncuran operasi “Proyek Kebebasan” Trump yang bertujuan untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Baca juga: 3 Kapal Perang AS Diserang Iran di Selat Hormuz, Rudal dan Drone Diluncurkan
Arab Saudi disebut izinkan wilayah udara untuk
Helikopter Apache AH-64 terbang saat berpatroli di Selat Hormuz pada 17 April 2026, di tengah perang Iran melawan Amerika Serikat-Israel, yang berujung blokade jalur air strategis tersebut.
Sebelumnya, Wall Street Journal melaporkan pada Kamis (7/5/2026) Arab Saudi dan Kuwait telah mencabut pembatasan penggunaan pangkalan dan wilayah udara mereka oleh militer AS.
Langkah ini menghilangkan hambatan yang sebelumnya menghalangi upaya Presiden Trump untuk menggerakkan kapal-kapal melalui jalur perairan strategis tersebut.
Pemerintahan Trump dikabarkan berupaya untuk memulai kembali operasi Proyek Kebebasan yang memandu kapal komersial dengan dukungan angkatan laut dan udara yang sempat dihentikan sementara.
Baca juga: Iran Akan Bantu Kapal-kapal di Selat Hormuz, Siapkan Pasokan dan Medis
Namun, laporan tersebut belum menjelaskan kapan hal itu akan terjadi, meskipun para pejabat Pentagon memberikan perkiraan waktu paling cepat pekan ini.
Operasi AS untuk memaksa pembukaan selat tersebut bergantung pada armada pesawat yang sangat besar untuk melindungi kapal-kapal komersial dari rudal dan drone Iran.
Sehingga pangkalan dan wilayah udara Saudi dan Kuwait menjadi sangat penting bagi pelaksanaannya.
Tag: #arab #saudi #bantah #bantu #operasi #militer #sebut #yang #sebar #informasi #sesat