AS Akan Bangun Kompleks Militer di Bawah Gedung Putih
Ilustrasi Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat. (UNSPLASH/KRISTINA VOLGENAU)
12:42
30 Maret 2026

AS Akan Bangun Kompleks Militer di Bawah Gedung Putih

- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan, militer AS berencana membangun sebuah kompleks militer besar yang terletak tepat di bawah ballroom (ruang dansa) baru Gedung Putih.

Proyek yang belum pernah terjadi sebelumnya ini diklaim berjalan lebih cepat dari jadwal. 

Trump menyebut keberadaan proyek bawah tanah itu terungkap ke publik akibat adanya gugatan hukum yang ia nilai tidak penting.

"Itu sedang dalam pembangunan dan kami melakukannya dengan sangat baik. Ballroom pada dasarnya menjadi gudang untuk apa yang sedang dibangun di bawahnya," ujar Trump kepada wartawan di atas pesawat kepresidenan Air Force One, dikutip dari AFP, Senin (30/3/2026).

Baca juga: Trump Sesumbar Bisa Rebut Pulau Kharg Iran dengan Sangat Mudah

Namun, ia tidak menjelaskan lebih lanjut tentang pengaturan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Pada Oktober lalu, Trump memerintahkan agar seluruh sayap Gedung Putih diratakan dengan buldoser, untuk membangun ruang dansa yang luas guna menyelenggarakan resepsi dan jamuan makan kenegaraan. 

Trump sering berbicara secara rinci tentang pekerjaan konstruksi, yang sejauh ini telah dilakukan tanpa prosedur pemeriksaan berbelit-belit seperti biasanya untuk perubahan pada lanskap bangunan di Washington.

"Kami menggunakan onyx dan batu-batu yang luar biasa," katanya baru-baru ini dalam konferensi pers yang sebagian didedikasikan untuk perang di Timur Tengah. 

Baca juga: Jutaan Warga AS Ikut Demo No Kings, Apa yang Perlu Diketahui?

Proyek ambisius dalam seabad terakhir

Proyek ballroom merupakan salah satu usaha paling ambisius di Gedung Putih dalam lebih dari seabad.

Proyek ini menelan anggaran yang didanai swasta berlipat ganda dari 200 juta dollar AS (Rp 3,4 triliun) menjadi 400 juta dollar AS (Rp 6,8 triliun). 

Sebelumnya, para pekerja telah merobohkan sebagian Sayap Timur (East Wing) Gedung Putih pada Oktober 2025 terkait proyek ini.

Tradisi lama menunjukkan, Sayap Timur digunakan oleh Ibu Negara sebagai kantor, sementara Presiden bekerja di Sayap Barat (West Wing) dan tinggal di Executive Mansion.

Baca juga: Di Balik Gerakan No Kings, Mengapa Protes 7 Juta Warga AS Jadi Ancaman Nyata bagi Trump?

Ilustrasi Gedung Putih.Shutterstock Ilustrasi Gedung Putih.

Namun, Trump menegaskan bahwa bagian yang dibongkar itu terpisah sepenuhnya dari Gedung Putih utama, meski faktanya, kedua bagian tersebut terhubung melalui koridor beratap.

Trump mengatakan, ballroom berukuran hampir 27,5 kilometer persegi itu akan mampu menampung 1.000 orang.

Tempat itu dibutuhkan untuk menggelar jamuan kenegaraan serta acara besar lain yang selama ini dilakukan di tenda.

Karena ingin meninggalkan jejaknya di ibu kota AS, Trump juga mengganti nama tempat pertunjukan ikonik menjadi "Trump-Kennedy Center". 

Ia juga berencana membangun sebuah gapura besar di Washington yang terinspirasi oleh Arc de Triomphe di Paris.

Tag:  #akan #bangun #kompleks #militer #bawah #gedung #putih

KOMENTAR