Dampak Perang Iran, Sopir Mobil Jenazah Thailand Tunjukkan Mayat Demi Beli Solar
Ilustrasi SPBU.(canva.com)
12:36
31 Maret 2026

Dampak Perang Iran, Sopir Mobil Jenazah Thailand Tunjukkan Mayat Demi Beli Solar

- Sebuah insiden tidak biasa terjadi di Thailand di tengah krisis bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik Timur Tengah.

Preecha Ngernkasem, seorang petugas kuil yang bertugas mengurus kremasi, terpaksa menunjukkan jenazah di dalam kendaraannya kepada petugas stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) demi mendapatkan solar.

Aksi nekat ini dilakukan Preecha setelah permintaannya untuk mengisi jeriken ditolak oleh petugas SPBU.

Baca juga: Thailand Mulai Terdampak Perang Iran, Antrean SPBU Mengular

Saat itu, dia sedang dalam perjalanan membawa jenazah seorang tunawisma tak dikenal dari sebuah rumah sakit di Provinsi Chonburi untuk dikremasi secara Buddha.

Dalam sebuah video yang disiarkan langsung melalui Facebook, Preecha terlihat turun dari mobil jenazah dan menghampiri petugas SPBU yang enggan melayaninya. 

Dia kemudian membuka pintu belakang mobil dan mengangkat tutup peti mati agar petugas yang tertegun itu bisa melihat mayat di dalamnya.

"Anda menolak menjual bahan bakar kepada saya, jadi saya harus menunjukkan alasan mengapa saya membutuhkannya," ujar Preecha dalam video tersebut.

Baca juga: Krisis Energi, Vietnam dan Thailand Minta PNS Kerja dari Rumah

Melihat pemandangan tersebut, petugas SPBU sempat tertawa canggung sebelum rekan sejawatnya turun tangan. 

Akhirnya, manajer SPBU bersedia untuk menjual BBM ke Preecha, sebagaimana dilansir AFP

Preecha membutuhkan tiga jeriken masing-masing berkapasitas 18 liter diesel untuk proses satu kali pembakaran jenazah.

Kepada AFP pada Senin (30/3/2026), Preecha mengonfirmasi bahwa jenazah tersebut telah dikremasi dengan layak pada Sabtu sore (28/3/2026). 

Baca juga: PM Anutin Umumkan Kabinet Baru Thailand, Apa Bedanya dengan Kabinet Lama?

Dia mengaku sangat menyesalkan situasi yang mengharuskannya melakukan tindakan ekstrem tersebut.

"Saya belum pernah melakukan hal seperti ini sebelumnya, dan saya tidak pernah menyangka akan melakukannya," ungkapnya. 

Dia pun menyarankan agar pihak SPBU bersedia menjual bahan bakar jika pembeli menunjukkan surat keterangan kematian dari rumah sakit.

Baca juga: Nasib 23 ABK Thailand yang Diserang di Selat Hormuz, 3 Awak Terjebak

Dampak konflik Timur Tengah

Kelangkaan bahan bakar di Thailand merupakan imbas dari gangguan pasokan akibat konflik Timur Tengah yang masih berkecamuk sampai sekarang. 

Konflik bermula dari serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran pada 28 Februari.

Teheran pun membalas serangan dan memperlambat pengiriman minyak melalui Selat Hormuz hingga menyisakan aliran kecil.

Berdasarkan data Badan Informasi Energi AS (EIA), lebih dari 80 persen minyak mentah dan gas alam cair (LNG) yang melewati jalur sempit tersebut ditujukan ke Asia. 

Hal ini menyebabkan banyak wilayah di Asia Tenggara mengalami kesulitan pasokan bahan bakar.

Baca juga: Rival Terkuat Tumbang, Anutin Charnvirakul Resmi Amankan Kursi PM Thailand

Pemerintah Thailand sendiri awalnya menetapkan batas atas harga solar sebelum akhirnya menaikkan limit sebesar 6 baht (sekitar Rp 2.600) per liter pada pekan lalu.

Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul telah menyampaikan permohonan maaf atas gangguan publik yang terjadi dan berharap konflik tersebut segera berakhir.

"Konflik tersebut mungkin tidak akan berlangsung lama," ujar Anutin. 

Dia juga menambahkan bahwa kesepakatan telah dicapai dengan Iran untuk mengizinkan kapal minyak Thailand melintasi Selat Hormuz dengan aman.

Di sisi lain, video Preecha memicu reaksi keras dari netizen di media sosial. Banyak masyarakat yang merasa miris dengan kondisi krisis yang terjadi.

Baca juga: Virus Mematikan Renggut Nyawa 72 Harimau di Thailand

Tag:  #dampak #perang #iran #sopir #mobil #jenazah #thailand #tunjukkan #mayat #demi #beli #solar

KOMENTAR