Usai Ancaman “Zaman Batu” Trump, AS Runtuhkan Jembatan Strategis Iran
Jembatan yang menghubungkan Karaj dan ibu kota Iran, Teheran, runtuh dibombardir serangan AS.(Tangkapan layar X @OSINTdefender)
07:15
3 April 2026

Usai Ancaman “Zaman Batu” Trump, AS Runtuhkan Jembatan Strategis Iran

Serangan udara Amerika Serikat (AS) meruntuhkan jembatan B1 yang menghubungkan Karaj dan ibu kota Iran.

Presiden AS Donald Trump bahkan secara terbuka mengakui serangan itu pada Kamis (2/4/2026) sambil kembali melontarkan ancaman keras.

Di sisi lain, Iran mengecam serangan tersebut dan mengancam akan melakukan pembalasan terhadap sekutu AS di Timur Tengah.

Baca juga: Sikap Trump soal Uranium Iran Berubah: Dulu Jadi Ancaman, Kini Sebut Tak Penting

Jembatan strategis Iran diserang

Serangan dilaporkan menghantam jembatan B1 di Karaj, yang merupakan jalur penghubung penting menuju Teheran.

Menurut laporan BBC, jembatan ini memiliki panjang sekitar 1.050 meter dengan pilar setinggi 136 meter dan disebut sebagai salah satu yang tertinggi di Timur Tengah.

Media pemerintah Iran menyebutkan jembatan tersebut dihantam dua kali dalam selang waktu sekitar satu jam.

“Beberapa menit lalu, Amerika-Zionis kembali menargetkan jembatan B1 di Karaj,” demikian siaran televisi pemerintah Iran, seperti dikutip Fox News.

Disebutkan bahwa serangan pertama menewaskan dua warga sipil. Namun, laporan terbaru yang dikutip The Guardian menyebut jumlah korban meningkat. Sedikitnya delapan orang tewas dan 95 lainnya terluka akibat serangan tersebut.

Trump kembali ancam Iran

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengancam Iran agar segera membuat kesepakatan setelah memborbardir jembatan di negara tersebut.WIKIMEDIA COMMONS/THE WHITE HOUSE Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengancam Iran agar segera membuat kesepakatan setelah memborbardir jembatan di negara tersebut.

Presiden Donald Trump secara terbuka mengunggah video kehancuran jembatan tersebut di media sosial Truth Social. Ia bahkan menyiratkan bahwa serangan lanjutan akan terjadi.

“Jembatan terbesar di Iran runtuh, tidak akan pernah digunakan lagi — masih banyak yang akan menyusul! SUDAH SAATNYA IRAN MEMBUAT KESEPAKATAN SEBELUM TERLAMBAT, DAN TIDAK ADA YANG TERSISA DARI APA YANG MASIH BISA MENJADI NEGARA BESAR!” tulis Trump.

Sebelumnya, Trump juga mengancam akan membawa Iran kembali ke “zaman batu” jika tidak mencapai kesepakatan. Ancaman ini kemudian dikaitkan dengan serangan terhadap infrastruktur sipil yang kini benar-benar terjadi.

Baca juga: Tak Mau Dianggap Kalah, Trump Ubah Tujuan Perang Iran

Iran sebut serangan sipil

Pejabat pertahanan AS, seperti dilaporkan Axios, menyatakan bahwa serangan terhadap jembatan dilakukan untuk tujuan militer.

Jembatan itu disebut digunakan untuk memindahkan rudal dan komponen drone ke lokasi peluncuran di Iran bagian barat.

Seorang pejabat mengatakan, jalur itu merupakan “rute pasokan militer yang direncanakan untuk menopang kekuatan rudal balistik dan drone serang Iran.”

Namun, pihak Iran membantah klaim tersebut. Misi Iran di PBB menyebut serangan itu sebagai bagian dari penargetan terhadap infrastruktur sipil. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, juga menegaskan serangan tersebut tidak akan memaksa Iran menyerah.

“Ini hanya menunjukkan kekalahan dan keruntuhan moral musuh yang berada dalam kekacauan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa seluruh infrastruktur akan dibangun kembali lebih kuat, tetapi kerusakan terhadap reputasi Amerika tidak akan pulih.

Ancaman balasan

Ketegangan semakin meningkat setelah Iran mengancam akan melakukan serangan balasan.

Menurut laporan Fox News, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah mengidentifikasi sejumlah target potensial di negara-negara sekutu AS di Timur Tengah.

Target tersebut mencakup infrastruktur, termasuk jembatan di Kuwait, Arab Saudi, Bahrain, Abu Dhabi, hingga kawasan Yordania dan Tepi Barat.

Baca juga: 4 Skenario jika Trump Tinggalkan Perang Iran Tanpa Buka Selat Hormuz

Tag:  #usai #ancaman #zaman #batu #trump #runtuhkan #jembatan #strategis #iran

KOMENTAR