Trump Gelar Rapat Rahasia di Gedung Putih, Tentukan Nasib Perang Iran
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menghadiri acara kesehatan di South Court Auditorium, Gedung Putih, Washington DC, 18 Mei 2026. AS Serang Iran Setelah Laporan Kesepakatan Perang Bertentangan, Situs Militer Jadi Sasaran (AFP/KENT NISHIMURA)
08:54
30 Mei 2026

Trump Gelar Rapat Rahasia di Gedung Putih, Tentukan Nasib Perang Iran

– Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan sedang menggelar pertemuan di Situation Room, Gedung Putih pada Jumat (30/5/2026) untuk membuat keputusan akhir terkait kemungkinan tercapainya kesepakatan damai dengan Iran.

Hal tersebut disampaikan Trumo dalam sebuah unggahan panjang di platform media sosialnya, Truth Social.

Dalam unggahan itu, Trump menegaskan bahwa Washington bersedia mencabut blokade lautnya terhadap Iran.

Baca juga: Masih Perang dengan AS, Iran Tunggu Izin Masuk untuk Piala Dunia

Namun, dia menekankan bahwa Teheran harus membuka Selat Hormuz dan menyetujui untuk tidak pernah memiliki senjata nuklir.

"Saya akan segera bertemu di Situation Room untuk membuat keputusan final," tulis Trump, sebagaimana dilansir AFP.

Merespons pernyataan Trump tersebut, sumber-sumber Iran kepada kantor berita Fars menyebut komentar Trump soal kesepakatan itu sebagai campuran kebenaran dan kebohongan.

Dalam unggahannya, Trump menyinggung sejumlah poin krusial yang tengah menjadi bahan negosiasi antara kedua pihak. Namun, tidak jelas dari pesannya poin-poin mana yang sudah disepakati.

Trump menyebut bahwa Iran akan segera menyelesaikan pengangkatan ranjau di selat tersebut.

Baca juga: Trump Siap Ambil Keputusan Final Soal Iran, tapi Ada Syarat yang Bikin Teheran Berang

Dia menambahkan, blokade laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran kini akan dicabut, sehingga kapal tanker minyak dan kargo lainnya bisa kembali bergerak.

Meski demikian, belum jelas apakah Iran telah menyetujui hal tersebut atau apakah blokade AS benar-benar telah dicabut sebelum Trump mengumumkan keputusannya.

Syarat nuklir dan Selat Hormuz

Trump juga mempertegas syarat utama yang harus dipenuhi Iran.

"Iran harus menyetujui bahwa mereka tidak akan pernah memiliki Senjata atau Bom Nuklir. Selat Hormuz harus segera dibuka, tanpa biaya apapun, untuk lalu lintas pelayaran tak terbatas di kedua arah," papar Trump.

Lebih jauh, Trump menyatakan bahwa cadangan uranium yang telah diperkaya di Iran akan digali oleh AS dengan berkoordinasi dengan Iran, serta Badan Energi Atom Internasional, dan dimusnahkan.

Baca juga: Trump Susun Keputusan Akhir soal Iran, Ada 2 Poin Krusial

Sejumlah laporan sebelumnya menyebutkan bahwa Iran menuntut kompensasi finansial atas kerugian akibat perang, termasuk pelepasan aset yang sebelumnya dibekukan oleh AS, sedangkan Gedung Putih dikabarkan melempar gagasan investasi sebagai alternatif.

Namun Trump menutup peluang itu, setidaknya untuk saat ini.

"Tidak ada uang yang akan dipertukarkan, hingga pemberitahuan lebih lanjut," tulisnya.

Dia juga menambahkan bahwa baru hal-hal yang jauh kurang penting yang telah disepakati.

Sehari sebelumnya, Kamis (29/5/2026), pejabat AS menyatakan bahwa para negosiator dari kedua negara telah mencapai kesepakatan perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari dalam perang.

Namun Trump belum memberikan persetujuannya atas kesepakatan tersebut.

Baca juga: Iran Dituding Beri Ancaman Teror ke Denmark karena Dianggap Pembangkang

Tag:  #trump #gelar #rapat #rahasia #gedung #putih #tentukan #nasib #perang #iran

KOMENTAR