Usai Diamcam Trump, Iran Klaim Tembak Jatuh Jet Tempur AS dan Israel
- Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan, mereka telah menembak jatuh sebuah pesawat tempur canggih di wilayah selatan Pulau Qeshm, Teluk Persia, Kamis (2/4/2026).
Klaim tersebut disampaikan IRGC dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh media lokal.
IRGC menjelaskan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mendeteksi dan melumpuhkan pesawat tersebut saat melintas di area selatan pulau tersebut.
Baca juga: AS Kembali Ditolak Negara Eropa Saat Mau Pakai Wilayah Udara untuk Perang Iran
"Sistem pertahanan udara (Iran) mencegat pesawat tempur canggih milik AS (Amerika Serikat) dan Israel," bunyi pernyataan resmi dari korps tersebut.
Lebih lanjut, pernyataan itu menyebutkan bahwa pesawat yang menjadi target tersebut jatuh ke perairan Teluk Persia, sebagaimana dilansir Anadolu Agency.
Kendati demikian, pihak IRGC belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai jenis pesawat maupun kondisi pilot dalam insiden tersebut.
Televisi pemerintah Iran juga turut menayangkan cuplikan rekaman video yang diklaim sebagai detik-detik saat pesawat tempur tersebut terkena serangan.
Baca juga: Usai Ancaman “Zaman Batu” Trump, AS Runtuhkan Jembatan Strategis Iran
Ketegangan di kawasan Teluk terus meningkat sejak AS dan Israel meluncurkan serangan gabungan ke Iran pada 28 Februari lalu.
Serangan besar-besaran itu dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.340 orang hingga saat ini, termasuk mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Sebagai bentuk respons, Teheran telah melakukan serangkaian serangan balasan menggunakan drone dan rudal.
Serangan-serangan tersebut tidak hanya menargetkan Israel, tetapi juga menyasar wilayah Yordania, Irak, serta sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan aset militer AS.
Iran juga menutup Selat Hormuz secara parsial yang mengguncang pasar energi dunia dan perekonomian global.
Baca juga: Israel Dihujani Rudal Iran Usai Trump Pidato
Ancaman Trump
Klaim IRGC tersebut disampaikan usai Presiden AS Donald Trump mengancam bahwa pasukannya akan menyerang Iran dengan sangat keras dalam dua hingga tiga minggu ke depan.
Pernyataan ini disampaikannya dalam pidato pertama sejak perang di Iran dimulai, Rabu (31/3/2026).
"Kami akan terus berupaya hingga tujuan kami sepenuhnya tercapai. Berkat kemajuan yang telah kami raih, saya dapat mengatakan bahwa kami berada di jalur yang tepat untuk menyelesaikan semua tujuan AS dalam waktu singkat, sangat singkat," kata Trump, dikutip dari Al Jazeera.
"Kami akan membawa mereka kembali ke zaman batu tempat mereka seharusnya berada," sambungnya.
Baca juga: Sikap Trump soal Uranium Iran Berubah: Dulu Jadi Ancaman, Kini Sebut Tak Penting
Pemerintahan Presiden Donald Trump memberikan kelonggaran sementara terhadap sanksi pembelian minyak Iran di laut selama 30 hari. Kebijakan ini ditempuh sebagai upaya meredam lonjakan harga minyak dunia di tengah konflik dengan Iran.
Menurutnya, perubahan rezim di Iran bukan tujuan AS untuk menyerang negara itu.
Pasalnya, perubahan rezim di Iran sudah terjadi seiring usai gugurnya Khamenei dalam serangan hari pertama 28 Februari.
Trump juga memperingatkan Iran akan serangan terhadap pembangkit listrik jika tidak ada kesepakatan yang tercapai.
"Jika selama periode waktu ini tidak ada kesepakatan yang tercapai, kami akan mengincar target-target utama," papar Trump.
"Jika tidak ada kesepakatan yang tercapai, kami akan menyerang setiap pembangkit listrik mereka dengan sangat keras, dan mungkin secara bersamaan," sambungnya.
Baca juga: Iran Mau Wajibkan Kapal di Selat Hormuz Bayar Pakai Yuan China, Tolak Dollar AS
Tag: #usai #diamcam #trump #iran #klaim #tembak #jatuh #tempur #israel