Ukraina Mau Bantu Buka Blokade Selat Hormuz, Sudah Pengalaman di Laut Hitam
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky saat melakukan konferensi pers di Kyiv, 26 Februari 2025, ketika perang Rusia-Ukraina masih berkecamuk.(AFP/TETIANA DZHAFAROVA)
19:12
3 April 2026

Ukraina Mau Bantu Buka Blokade Selat Hormuz, Sudah Pengalaman di Laut Hitam

- Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengeluarkan pernyataan bahwa negaranya dapat membantu membuka jalur Selat Hormuz, yang diblokade Iran.

Seperti diketahui, Selat Hormuz ditutup setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada Februari 2026.

Kondisi ini kemudian mengancam pasokan bahan bakar dunia dan mengacaukan ekonomi global.

Baca juga: Bukan Nuklir, Kendali Selat Hormuz Jadi Penentu Kemenangan Perang Iran-AS

Zelensky pada Kamis (2/4/2026) menawarkan bantuan kepada negara-negara Timur Tengah untuk membuka blokade Selat Hormuz.

"Tidak ada yang secara khusus melibatkan kami dalam masalah Selat Hormuz. Selama kunjungan saya, saya mengatakan kepada perwakilan negara-negara Timur Tengah dan Teluk: Ukraina siap membantu dalam segala hal yang berkaitan dengan pertahanan," kata Zelensky dilansir AFP, Jumat (3/4/2026).

Pekan lalu Zelensky sempat mengunjungi beberapa negara Timur Tengah dan menandatangani perjanjian pertahanan dengan Qatar dan Arab Saudi.

Baca juga: Iran Giliran Beri Izin Kapal Filipina Lewat Selat Hormuz dengan Aman dan Tanpa Biaya

Meski demikian, ia tidak merinci bagaimana Ukraina dapat berkontribusi, tetapi menyebutkan pengalaman Kyiv dalam memulihkan jalur melalui Laut Hitam, yang telah diblokade Rusia.

Ada kemungkinan Kyiv telah berupaya memanfaatkan keahliannya dalam melawan invasi Rusia.

Contohnya, angkatan bersenjata Ukraina berhasil menembak jatuh drone Rusia serupa dengan yang digunakan Iran dalam serangan terhadap negara-negara Teluk.

Baca juga: Iran Klaim Hancurkan Gudang Anti-Drone Ukraina di UEA, Kyiv Buka Suara

Sebanyak 670 kapal terjebak di Selat Hormuz

Daftar negara yang kapalnya tertahan di Selat Hormuz.Freepik Daftar negara yang kapalnya tertahan di Selat Hormuz.

Ratusan kapal tertahan di Selat Hormuz semenjak Iran memblokade lalu lintas di perairan tersebut pada Februari 2026.

Dikutip dari Kompas.com, Jumat (2/4/2026), sekitar 670 kapal komoditas mengirimkan sinyal dari sebelah barat Selat Hormuz selama sehari terakhir.

Sekitar 50 Kapal Tanker Minyak Mentah Sangat Besar (VLCC) tampaknya terjebak, bersama dengan 11 Kapal Tanker Gas Sangat Besar (VLGC).

Baca juga: Tanpa Melibatkan AS, Koalisi 40 Negara Cari Cara Buka Selat Hormuz

Namun, jumlah tersebut bisa jadi lebih besar, sebab beberapa kapal kemungkinan telah mematikan transpondernya.

Perusahaan pelayaran dari Yunani, Uni Emirat Arab, dan China paling terpengaruh oleh penutupan Selat Hormuz, menurut data Bloomberg dan organisasi lalu lintas maritim.

Kapal perusahaan dari Uni Emirat Arab menyumbang menyumbang sekitar 18 persen dari total armada yang tertahan, yakni 120 kapal.

Baca juga: China Blak-blakan Sebut AS-Israel Biang Keladi Krisis Selat Hormuz

Kemudian, perusahaan-perusahaan Yunani memiliki setidaknya 75 kapal komoditas (12 persen dari jumlah total) yang berada di Selat Hormuz tersebut sejak awal perang.

Dari jumlah tersebut sebanyak 30 di antaranya adalah kapal tanker minyak atau gas, termasuk lima VLCC.

Sementara itu, negara-negara Asia menjadi kawasan yang paling terdampak akibat penutupan Selat Hormuz, salah satunya adalah China.

Perusahaan-perusahaan China memiliki 74 kapal komoditas yang tertahan, 25 di antaranya adalah kapal tanker minyak dan gas.

Tag:  #ukraina #bantu #buka #blokade #selat #hormuz #sudah #pengalaman #laut #hitam

KOMENTAR