Tren Wisata Tahun 2026, Hushpitality hingga Hotel Digital
- Tren perjalanan wisata tahun 2026 diperkirakan akan semakin mengarah pada pengalaman liburan yang lebih nyaman, tenang, dan bermakna.
Berdasarkan hasil survei terhadap lebih dari 14.000 wisatawan dari berbagai negara, seperti Jerman, Inggris, Amerika Serikat, dan Australia, banyak wisatawan bepergian bukan hanya untuk liburan, tapi juga untuk beristirahat dan mencari pengalaman dengan ketenangan.
Survei tersebut dilakukan oleh perusahaan hospitality, Hilton.
- Tren Wisata Musim Gugur Meningkat, Ada Promo Liburan ke Korea Rp 7 Jutaan
- Ada Paket Wisata Makan Durian di Malaysia, Tertarik?
Presiden dan CEO Hilton, Chris Nassetta mengatakan, wisatawan saat ini semakin mencari rasa nyaman dan kepercayaan saat bepergian.
“Laporan tahun ini menunjukkan bahwa 74 persen wisatawan menghargai pemesanan dengan merek yang mereka kenal dan percayai,” kata Nassetta, dilansir dari Euronews, Rabu (14/5/2026).
Menurut dia, kenyamanan dan konsistensi menjadi hal penting dalam pengalaman perjalanan wisata.
Berikut beberapa tren wisata tahun 2026 yang diperkirakan akan berkembang, dikutip dari laman Hilton.
Tren wisata 2026, lebih ke liburan bermakna
1. Hushpitality
Ilustrasi wisatawan di Kintamani, Bali. Hushpitality, solo traveling, dan hotel serba digital diprediksi menjadi tren wisata 2026 yang berkembang.
Tren hushpitality atau wisata santai diperkirakan akan semakin populer pada tahun 2026.
Banyak wisatawan saat ini ingin menikmati liburan yang lebih santai, seperti mendengarkan suara ombak, menikmati suasana alam, dan bersantai di spa.
Menurut riset tersebut, sebanyak 56 persen wisatawan bepergian untuk beristirahat dan memulihkan energi.
Selain itu, 37 persen responden ingin menghabiskan waktu di alam, 36 persen ingin menjaga kesehatan mental, dan 20 persen ingin menikmati waktu untuk diri sendiri.
Destinasi seperti Cancun, Honolulu, Orlando, Bali, dan Maldives menjadi destinasi yang banyak dicari wisatawan karena menawarkan suasana liburan yang menenangkan.
- Geser Bali, Phu Quoc Vietnam Siap Jadi Tren Wisata Dunia 2026
- Tren Wisata “Hidup Seperti Warga Lokal” Naik Daun, China Jadi Favorit Turis
Hushpitality, solo traveling, dan hotel serba digital diprediksi menjadi tren wisata 2026 yang berkembang.
Perjalanan sendirian atau solo traveling juga diperkirakan semakin diminati. Laporan tersebut menyebutkan, sekitar 26 persen wisatawan berencana untuk melakukan solo traveling.
Selain itu, 48 persen wisatawan mengaku ingin menambahkan waktu bepergian sendiri sebelum atau setelah liburan bersama keluarga mereka.
Bahkan, saat bepergian bersama rombongan, banyak wisatawan yang tetap ingin menikmati waktu sendiri, seperti makan sendirian di restoran hotel atau berjalan-jalan di sekitar penginapan.
Tidak sedikit pula wisatawan yang tertarik untuk mengikuti wisata santai hingga meditasi untuk membantu tubuh dan pikiran yang lebih rileks.
Tren solo traveling juga berkembang menjadi perjalanan yang lebih fokus pada kesehatan mental dan relaksasi.
Baca juga: Tren Wisata 2026: Wisatawan Kembali ke Destinasi Lama, Tak Sekadar Mengejar Viral
3. Hotel digital
Hushpitality, solo traveling, dan hotel serba digital diprediksi menjadi tren wisata 2026 yang berkembang.
Teknologi digital semakin memengaruhi cara wisatawan untuk merencanakan dan menikmati perjalanan.
Banyak wisatawan mulai menggunakan aplikasi berbasis AI (Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan) untuk mencari inspirasi liburan, memesan hotel, dan berkomunikasi selama perjalanan.
Sebanyak 61 persen wisatawan menilai AI membantu saat merencanakan perjalanan.
Sementara itu, hampir 73 persen wisatawan global menganggap layanan check-in dan check-out digital sangat membantu saat menginap di hotel.
Hilton mencatat lebih dari 12 juta Hilton Honors Digital Key diunduh sepanjang Januari hingga Juni 2025, naik 20 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain itu, 65 persen wisatawan mengatakan komunikasi hotel melalui pesan teks membuat pengalaman menginap lebih praktis.
Meski teknologi semakin berkembang, banyak wisatawan tetap membutuhkan rekomendasi langsung dari staf hotel atau penduduk lokal untuk memastikan rekomendasi perjalanan dari AI sesuai kebutuhan mereka.
Tidak hanya itu, kamar hotel juga menjadi tempat untuk menikmati hiburan dan relaksasi secara pribadi. Sekitar 72 persen wisatawan mengaku fasilitas hiburan di kamar hotel penting saat bepergian.
Baca juga: Ngopi Jadi Agenda Wajib Liburan, Ini Tren Wisata Kopi yang Sedang Populer
4. Wisatawan bisnis
Hushpitality, solo traveling, dan hotel serba digital diprediksi menjadi tren wisata 2026 yang berkembang.
Perjalanan bisnis tidak lagi hanya soal pekerjaan. Banyak wisatawan pebisnis mulai mencari waktu untuk beristirahat dan menikmati momen tenang di sela perjalanan mereka.
Sekitar 27 persen wisatawan pebisnis mengaku sengaja mencari waktu sendiri selama perjalanan untuk memulihkan energi.
Bahkan, lebih dari separuh responden atau sekitar 54 persen mengatakan perjalanan bisnis juga menjadi cara untuk beristirahat sejenak dari rutinitas di rumah.
Perjalanan bisnis juga tetap dimanfaatkan untuk menikmati destinasi yang dikunjungi.
Sekitar 29 persen wisatawan pebisnis memilih menjelajahi tempat wisata bersama rekan kerja di luar agenda resmi.
Data dari Lyft juga menunjukkan bahwa wisatawan bisnis lebih sering mengunjungi destinasi wisata dibanding wisatawan biasa.
Tag: #tren #wisata #tahun #2026 #hushpitality #hingga #hotel #digital