Warga Israel Melawan, Tuntut Netanyahu Hentikan Perang
Bola api setelah serangan rudal Iran menghantam Tel Aviv di Israel, 28 Februari 2026. Iran melancarkan gelombang serangan balasan setelah digempur Amerika Serikat dan Israel.(AFP/JOHN WESSELS)
07:29
5 April 2026

Warga Israel Melawan, Tuntut Netanyahu Hentikan Perang

- Ratusan warga Israel berkumpul di Tel Aviv pada Sabtu (4/4/2026) untuk memprotes perang dengan Iran.

Mereka membawa spanduk anti-perang dan meneriakkan slogan-slogan menentang Predana Menteri Benjamin Netanyahu.

Meski ada pembatasan pertemuan massal selama perang, para demonstran berkumpul di alun-alun pusat kota, sambil memegang papan bertuliskan "Jangan mengebom, bicaralah! Akhiri perang tanpa akhir!".

"Polisi berusaha membungkam suara kami," kata Alon-Lee Green, salah satu direktur kelompok akar rumput Israel-Palestina Standing Together, dikutip AFP.

"Kami di sini untuk menuntut diakhirinya perang di Iran, perang di Lebanon, dan perang di Gaza yang masih berlangsung, serta diakhirinya pogrom di Tepi Barat," sambungnya.

Baca juga: AS Disebut Ingin Mengebom dan Membunuh Pilot F-15E yang Jatuh di Iran

Beberapa demonstran ditahan

Green dan beberapa pengunjuk rasa lainnya segera ditahan oleh polisi.

Para pengunjuk rasa juga menyuarakan skeptisisme tentang pembenaran pemerintah atas perang dengan Iran.

"Saya sangat curiga dengan alasannya. Saya pikir alasan utamanya adalah Bibi ingin menghentikan persidangan Netanyahu," kata Cecile (62) menyebut Netanyahu dengan nama panggilannya.

Netanyahu sedang diadili dalam kasus korupsi yang telah berlangsung lama dan telah meminta pengampunan presiden.

Baca juga: Trump Ultimatum Iran Lagi, Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Neraka

Presiden AS Donald Trump pun berulang kali menekan Presiden Israel Isaac Herzog untuk mengabulkannya.

Dalam pernyataan video yang dirilis pada Sabtu malam, Netanyahu bersumpah untuk terus melanjutkan kampanye militer melawan Iran.

"Saya berjanji kepada Anda bahwa kami akan terus menyerang rezim teror di Teheran, dan itulah yang sedang kami lakukan," kata Netanyahu.

"Hari ini, kami menyerang pusat petrokimia mereka.

Kedua hal ini adalah mesin uang mereka untuk mendanai perang teror melawan kita dan melawan seluruh dunia. Kita akan terus menyerang mereka," sambungnya.

Baca juga: AS-Israel Serang PLTN Bushehr Iran 4 Kali, Rusia Evakuasi Ratusan Staf

Nilai alasan perang berubah-ubah

Warga Israel berlarian mencari perlindungan saat sirene serangan udara meraung-raung di Tel Aviv, Sabtu (28/2/2026). Iran melakukan serangan balasan setelah operasi gabungan Amerika Serikat-Israel menghantam Teheran dan enam kota lainnya.AFP/JACK GUEZ Warga Israel berlarian mencari perlindungan saat sirene serangan udara meraung-raung di Tel Aviv, Sabtu (28/2/2026). Iran melakukan serangan balasan setelah operasi gabungan Amerika Serikat-Israel menghantam Teheran dan enam kota lainnya.

Para demonstran menilai, alasan Israel menyerang Iran terus berubah-ubah.

"Kita tidak tahu apa yang akan dianggap sebagai keberhasilan atau kegagalan, kita tidak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan," jelas Cecile.

Sejak tengah malam, beberapa gelombang rudal Iran telah diluncurkan ke arah Israel, termasuk target di Tel Aviv dan wilayah lain di Israel tengah.

Menurut petugas medis Israel, setidaknya lima orang terluka setelah serangan rudal tersebut.

Baca juga: AS Sibuk Perang, Anggaran Pertahanan Bengkak Jadi Rp 25.500 Triliun

Pada Sabtu malam, para demonstran mulai meninggalkan alun-alun setelah mendapat peringatan akan adanya rudal yang datang. 

Beberapa menit kemudian, militer melaporkan telah mendeteksi rudal yang datang dari Yaman.

Sejak 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel telah melakukan serangan gabungan terhadap Iran.

Iran pun membalas dengan serangan rudal harian yang menargetkan Israel dan beberapa negara tetangga di seluruh kawasan.

Tag:  #warga #israel #melawan #tuntut #netanyahu #hentikan #perang

KOMENTAR