Lagi, Militer AS Serang Kapal di Pasifik Timur, 2 Tewas
Kapal induk USS Abraham Lincoln (kiri) saat berlayar di Selat Hormuz pada 19 November 2019. Amerika Serikat mengerahkan kapal yang biasanya mangkal di Pasifik Barat ini untuk mendekat ke Iran, di tengah tensi kedua negara yang semakin memanas.(US NAVY/ZACHARY PEARSON via AFP)
12:12
25 April 2026

Lagi, Militer AS Serang Kapal di Pasifik Timur, 2 Tewas

- Militer Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan terhadap sebuah kapal yang melintas di Samudra Pasifik Timur pada Jumat (24/4/2026). 

Insiden ini dilaporkan menewaskan dua orang yang berada di atas kapal tersebut.

Komando Selatan AS menyatakan bahwa operasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Washington dalam menargetkan kelompok teroris narkoba.

Baca juga: Pergeseran Geostrategis Asia Pasifik Setelah Epic Furry

Pihak militer mengeklaim bahwa kapal yang menjadi sasaran dioperasikan oleh organisasi teroris. 

Akan tetapi, mereka tidak menyebutkan secara spesifik nama kelompok yang dimaksud, sebagaimana dilansir Reuters, Sabtu (25/4/2026). 

Dalam keterangannya, militer AS memastikan tidak ada personel mereka yang terluka dalam operasi tersebut.

Melalui unggahan di media sosial X, Komando Selatan AS juga menyertakan video berdurasi 16 detik yang memperlihatkan detik-detik kapal tersebut dihantam di tengah laut.

Baca juga: Demi Awasi China di Indo-Pasifik, Pentagon Kucurkan Dana Tambahan Rp 211 T

"Intelijen mengonfirmasi bahwa kapal tersebut sedang transit di jalur perdagangan narkotika yang telah diketahui di Pasifik Timur dan terlibat dalam operasi perdagangan narkoba," tulis pernyataan resmi Komando Selatan AS.

Dua korban tewas dalam serangan itu diidentifikasi oleh militer sebagai pria yang diduga merupakan bagian dari jaringan teroris narkotika, tanpa memberikan rincian identitas lebih lanjut.

Serangan ini menambah panjang daftar operasi mematikan yang dilakukan militer AS di wilayah Pasifik Timur dalam beberapa minggu terakhir. 

Di bawah pemerintahan Presiden AS Donald Trump, militer AS secara agresif menyasar kapal-kapal yang dituduh mengangkut narkotika.

Baca juga: Xi Tak Sekadar Membersihkan CMC, tapi Juga Membakar Indo-Pasifik

Data menunjukkan eskalasi yang signifikan dalam operasi ini:

Sejak September, serangan militer AS terhadap kapal-kapal serupa telah menewaskan lebih dari 170 orang.

Kecaman dari aktivis HAM

Meski Washington berdalih operasi ini adalah langkah pemberantasan terorisme dan narkoba, gelombang kritik datang dari para ahli serta pembela HAM, baik di dalam negeri maupun internasional.

Sejumlah organisasi kemanusiaan mempertanyakan legalitas hukum dari serangan-serangan udara dan laut tersebut. 

Baca juga: Tensi AS-Iran Belum Reda, Amerika Geser Kapal Induk Pasifik ke Timteng

Human Rights Watch dan Amnesty International secara tegas menyebut tindakan militer AS ini sebagai bentuk pelanggaran hukum.

"Serangan-serangan ini setara dengan pembunuhan di luar hukum yang tidak sah," bunyi pernyataan bersama kelompok HAM tersebut.

Senada dengan hal itu, American Civil Liberties Union (ACLU) turut mengkritik narasi yang dibangun oleh Pemerintah AS. 

Baca juga: RI-Kamboja Perkuat Kerja Sama HAM, Indonesia Usulkan Forum Asia Pasifik

Tag:  #lagi #militer #serang #kapal #pasifik #timur #tewas

KOMENTAR