PBB: 1 Prajurit TNI Gugur akibat Proyektil Tank Israel, 2 Lainnya Diduga Bom Hizbullah
Jenazah tiga prajurit TNI yang tewas pascaserangan di Lebanon pada 29-30 Maret 2026 mulai dipulangkan ke Indonesia. Upacara pelepasan dan penghormatan jenazah ketiga personel penjaga perdamaian Indonesia yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dilaksanakan di Bandara Internasional Rafic Hariri, Beirut, Lebanon pada Kamis (2/4/2026). (Dok. Badan Komunikasi Pemerintah RI)
05:44
8 April 2026

PBB: 1 Prajurit TNI Gugur akibat Proyektil Tank Israel, 2 Lainnya Diduga Bom Hizbullah

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkap temuan awal terkait penyebab gugurnya tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian (UNIFIL) di Lebanon selatan.

Berdasarkan penyelidikan awal, satu prajurit tewas akibat tembakan proyektil tank militer Israel, sementara dua lainnya meninggal akibat ledakan bom rakitan atau improvised explosive device (IED) yang kemungkinan besar dipasang oleh kelompok Hizbullah.

Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, mengatakan temuan tersebut masih bersifat awal dan didasarkan pada bukti fisik yang tersedia saat ini.

Baca juga: PBB Rilis Hasil Penyelidikan Awal Penyebab Gugurnya 3 TNI Pasukan UNIFIL di Lebanon

“Ini adalah temuan awal, berdasarkan bukti fisik awal,” ujar Dujarric dalam konferensi pers, Selasa (7/4/2026), dikutip dari Reuters.

Ia menambahkan, proses investigasi penuh masih berlangsung, termasuk melibatkan pihak-pihak terkait untuk memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh.

PBB sendiri mengecam keras insiden tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan yang tidak dapat diterima.

Menurut Dujarric, serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian berpotensi dikategorikan sebagai kejahatan perang berdasarkan hukum internasional.

PBB pun telah meminta agar kasus ini diselidiki lebih lanjut oleh otoritas nasional untuk memastikan para pelaku dapat dimintai pertanggungjawaban.

2 insiden berbeda dalam 2 hari

Ketiga prajurit TNI tersebut diketahui gugur dalam dua insiden terpisah pada 29 dan 30 Maret 2026 di wilayah Lebanon selatan.

Satu prajurit dilaporkan tewas setelah proyektil meledak di dekat posisi pasukan penjaga perdamaian, sementara dua lainnya gugur dalam insiden ledakan di pinggir jalan yang menyasar konvoi pasukan.

Baca juga: 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pimpinan Komisi I Desak PBB Bertanggung Jawab

Sebelumnya, Kepala Operasi Perdamaian PBB Jean-Pierre Lacroix menyebut ledakan tersebut diduga berasal dari bom rakitan yang menargetkan konvoi pasukan UNIFIL.

Insiden itu terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan, yang juga menewaskan jurnalis dan tenaga medis dalam serangan udara Israel.

Respons Indonesia dan dorongan evaluasi

Pemerintah Indonesia sebelumnya telah mengecam keras insiden yang menewaskan dan melukai prajurit TNI di Lebanon.

Kementerian Luar Negeri RI menilai serangan berulang terhadap pasukan penjaga perdamaian tidak dapat diterima dan menegaskan perlunya peningkatan perlindungan bagi personel di wilayah konflik.

Indonesia juga mendesak Dewan Keamanan PBB untuk melakukan investigasi menyeluruh atas insiden tersebut.

Di dalam negeri, anggota Komisi I DPR, Oleh Soleh, mendorong pemerintah untuk mengevaluasi penempatan prajurit TNI dalam misi UNIFIL.

Sebagaimana dilansir Kompas.com, Ia bahkan menyebut opsi penarikan pasukan sebagai salah satu langkah yang perlu dipertimbangkan demi keselamatan prajurit.

Baca juga: 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Anggota DPR Dorong Opsi Penarikan dari UNIFIL

Situasi di Lebanon makin memanas

Pada hari yang sama kemarin, situasi di Lebanon selatan dilaporkan semakin memburuk.

Dilansir Al Jazeera, sebuah konvoi bantuan kemanusiaan yang diorganisasi oleh perwakilan Vatikan terpaksa berbalik arah akibat bombardir yang terus berlangsung.

Selain itu, pihak UNIFIL juga melaporkan bahwa militer Israel sempat menghalangi konvoi logistik mereka dan menahan sementara salah satu penjaga perdamaian.

Juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, menyatakan penahanan personel PBB merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional.

Tag:  #prajurit #gugur #akibat #proyektil #tank #israel #lainnya #diduga #hizbullah

KOMENTAR