Sekutu AS Buka Lagi Kedutaan di Iran, Jadi Negara Barat Pertama yang Kembali ke Teheran
Pemerintah Spanyol mengumumkan akan membuka kembali kedutaannya di Teheran setelah tercapainya gencatan senjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pekan ini.
Langkah ini menjadikan Spanyol sebagai negara Barat pertama yang kembali ke ibu kota Iran sejak konflik memanas.
Keputusan tersebut diklaim menjadi bagian dari upaya mendorong perdamaian dari berbagai jalur diplomasi.
Baca juga: Spanyol Resmi Tutup Ruang Udara bagi Pesawat Militer AS, Tolak Perang Iran
Kedutaan dibuka kembali
Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, pada Kamis (9/4/2026), mengatakan bahwa pemerintah telah memerintahkan duta besarnya untuk kembali ke Teheran dan melanjutkan operasional kedutaan.
"Saya telah menginstruksikan duta besar kami di Teheran untuk kembali, menjalankan tugasnya lagi dan membuka kembali kedutaan kami, serta bagi kami untuk ikut serta dalam upaya perdamaian dari setiap sisi yang memungkinkan, termasuk dari ibu kota Iran itu sendiri," ujar Albares kepada wartawan di Madrid, seperti dikutip dari DW.
Ia menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari kontribusi Spanyol dalam mendorong stabilitas kawasan.
Senada dengan itu, Albares juga mengatakan, "Kami bergabung dalam upaya perdamaian dari setiap kemungkinan, termasuk dari ibu kota Iran."
Kedutaan Spanyol sebelumnya ditutup pada 7 Maret setelah meningkatnya serangan udara oleh Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Spanyol bahkan sempat mengevakuasi duta besarnya di awal konflik.
Jadi negara Barat pertama yang kembali ke Teheran
Dengan keputusan ini, Spanyol menjadi negara Barat pertama yang kembali membuka perwakilan diplomatiknya di Teheran pasca konflik.
Langkah tersebut dinilai sebagai sinyal kuat komitmen Madrid terhadap jalur diplomasi.
Namun, keputusan ini menuai kritik dari pihak Israel. Menteri luar negeri Israel menyebut Spanyol “bergandengan tangan” dengan apa yang disebutnya sebagai “rezim teror Iran”.
Baca juga: Gegara Tak Dukung AS Serang Iran, Spanyol Diizinkan Lewat Selat Hormuz
Di sisi lain, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez dikenal sebagai salah satu pemimpin Eropa yang paling keras mengkritik konflik di Iran. Ia bahkan menolak penggunaan pangkalan militer negaranya untuk serangan Amerika Serikat terhadap Teheran.
Kritik Keras terhadap serangan Israel di Lebanon
Kondisi bangunan yang hancur diserang Israel di Kota Tirus, Lebanon, Sabtu (4/4/2026). Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif pada Rabu (8/4/2026) menyampaikan bahwa gencatan senjata Iran-Amerika Serikat juga mencakup di Lebanon, yang menjadi sasaran serangan Israel.
Selain langkah diplomatik, Spanyol juga mengecam keras serangan Israel di Lebanon yang dinilai melanggar hukum internasional dan kesepakatan gencatan senjata.
"Kemarin kami melihat bagaimana Israel, mengabaikan gencatan senjata dan melanggar hukum internasional, menjatuhkan ratusan bom di Lebanon," kata Albares kepada anggota parlemen Spanyol, sebagaimana dilansir Reuters.
Ia juga menyebut serangan lanjutan tersebut sebagai tindakan yang berisiko merusak kesepakatan damai yang baru saja tercapai, bahkan menyebutnya sebagai “aib”.
Spanyol selama ini menjadi salah satu negara Barat yang paling vokal mengkritik aksi militer Amerika Serikat dan Israel di Iran dan Lebanon.
Pemerintah bahkan menutup wilayah udaranya bagi pesawat yang terlibat dalam konflik yang mereka sebut sebagai tindakan “ceroboh” dan “ilegal”.
Baca juga: Spanyol Tarik Duta Besarnya dari Israel, PM Sanchez Kecam Serangan ke Iran
Tag: #sekutu #buka #lagi #kedutaan #iran #jadi #negara #barat #pertama #yang #kembali #teheran