Iran Respons AS Blokade Selat Hormuz: Sebut Trump Konyol, Siapkan Balasan Besar
Personel Angkatan Laut Iran saat melakukan latihan militer Velayat-90 di Selat Hormuz pada 1 Januari 2012.(JAMEJAMONLINE/EBRAHIM NOROOZI via AFP)
15:54
13 April 2026

Iran Respons AS Blokade Selat Hormuz: Sebut Trump Konyol, Siapkan Balasan Besar

- Kepala Angkatan Laut Iran, Shahram Irani, pada Minggu (12/4/2026) menyebut Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump konyol dengan mengancam memblokade Selat Hormuz.

Iran pun menyiapkan balasan besar kelak saat Washington mulai menutup jalur pelayaran vital yang dilalui seperlima pengiriman minyak dunia ini.

Komentar dan ancaman ini dilontarkan Teheran setelah pembicaraan maraton AS-Iran di Islamabad berakhir tanpa hasil, gagal mengakhiri perang di Timur Tengah.

Baca juga: Apa Dampak Blokade Selat Hormuz oleh AS bagi Iran dan Dunia?

"Para prajurit pemberani dari Angkatan Laut Tentara Republik Islam Iran memantau dan mengawasi semua pergerakan tentara Amerika yang agresif di wilayah tersebut," kata Irani, dikutip dari AFP.

"Ancaman presiden AS untuk memblokade Iran di laut... Sangat konyol dan menggelikan," imbuhnya, menurut tayangan stasiun tv pemerintah.

Sementara itu, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, yang memimpin perundingan damai dengan Amerika di Islamabad, menyatakan bahwa negaranya tidak akan menyerah pada ancaman apa pun.

"Kalau mereka melawan, kami akan melawan, dan jika mereka mengajukan argumen logis, kami akan menanggapinya dengan logika."

"Kami tidak akan tunduk pada ancaman apa pun, biarkan mereka menguji tekad kami sekali lagi agar kami bisa memberi mereka pelajaran lebih besar," ucap Ghalibaf kepada wartawan setelah kembali ke Teheran dari Islamabad, seperti dilaporkan oleh beberapa kantor berita Iran.

Baca juga: AS Blokade Selat Hormuz, antara Mengubah Keadaan atau Pertaruhan Besar Trump?

Garda Revolusi Iran menyerang kapal angkatan laut dalam latihan militer di Selat Hormuz, 25 Februari 2015. Ketegangan Amerika Serikat-Iran meningkat, seiring 10 kapal perang AS mengepung Iran pada akhir Januari 2026.FARS/HAMED JAFARNEJAD via AFP Garda Revolusi Iran menyerang kapal angkatan laut dalam latihan militer di Selat Hormuz, 25 Februari 2015. Ketegangan Amerika Serikat-Iran meningkat, seiring 10 kapal perang AS mengepung Iran pada akhir Januari 2026.Senada, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan, seluruh lalu lintas di Selat Hormuz berada di bawah kendali penuh angkatan bersenjata mereka.

Iran memperingatkan bahwa setiap kesalahan langkah dari pihak lawan akan berujung fatal.

"Semua lalu lintas... Berada di bawah kendali penuh angkatan bersenjata,” tulis IRGC di platform X, Minggu (12/4/2026), seperti dikutip AFP.

Mereka juga mengeluarkan peringatan keras kepada pihak lawan.

“Musuh akan terjebak dalam pusaran mematikan di selat jika membuat langkah yang salah,” demikian bunyi pernyataan tersebut, juga disertai video kapal-kapal dalam bidikan sasaran.

Namun, Teheran menegaskan bahwa selat tersebut tetap terbuka bagi kapal sipil yang mematuhi peraturan terkait.

Meski begitu, Iran memperingatkan bahwa kapal militer yang mendekat dengan alasan apa pun akan dianggap melanggar gencatan senjata dan akan ditangani dengan keras.

Baca juga: Selat Hormuz Lumpuh, Arab Saudi Pulihkan Pipa Kapasitas 7 Juta Barrel per Hari

Blokade AS picu eskalasi

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menirukan gerakan menembakkan senjata saat berbicara tentang perang Iran, di Ruang Konferensi Pers James S Brady, Gedung Putih, Washington DC, 6 April 2026.AFP/KENT NISHIMURA Presiden Amerika Serikat Donald Trump menirukan gerakan menembakkan senjata saat berbicara tentang perang Iran, di Ruang Konferensi Pers James S Brady, Gedung Putih, Washington DC, 6 April 2026.Langkah Iran ini muncul setelah Trump memerintahkan Angkatan Laut AS untuk segera melakukan blokade di Selat Hormuz.

Tujuannya adalah mencegah kapal masuk atau keluar dari jalur tersebut, sekaligus menekan Iran agar tidak mengambil keuntungan dari kendalinya atas perairan itu.

Trump menyatakan bahwa tujuan akhirnya adalah membersihkan selat dari ranjau dan membukanya kembali untuk semua pelayaran.

Namun untuk sementara, ia menegaskan bahwa Iran tidak boleh diizinkan memperoleh keuntungan ekonomi dari jalur tersebut.

“Kami tidak akan membiarkan Iran menghasilkan uang dari penjualan minyak kepada pihak yang mereka sukai. Ini akan berlaku untuk semua atau tidak sama sekali,” ujar Trump.

Ia juga menegaskan bahwa siapa pun yang membayar biaya kepada Iran untuk melintas tidak akan mendapatkan jalur aman di laut lepas.

Baca juga: Alasan Iran Tak Kunjung Buka Selat Hormuz: Tak Tahu Letak Ranjau yang Disebar

Sumber: Kompas.com/Inas Rifqia Lainufar

Tag:  #iran #respons #blokade #selat #hormuz #sebut #trump #konyol #siapkan #balasan #besar

KOMENTAR