Trump Murka China Diduga Diam-diam Kirim Senjata ke Iran
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump merespons keras informasi intelijen AS, yang mengindikasikan China sedang mempersiapkan pengiriman sistem pertahanan udara baru ke Iran dalam beberapa pekan ke depan.
Informasi ini diungkap oleh tiga sumber yang mengetahui penilaian intelijen terbaru.
Menurut sumber-sumber tersebut, sebagaimana dilansir CNN pada Minggu (12/4/2026), China diduga akan mengirimkan sistem pertahanan udara jenis MANPAD, yakni rudal anti-pesawat yang dapat ditembakkan dari bahu.
Baca juga: Blokade Hormuz Dimulai, Trump Ancam Tenggelamkan Kapal yang Halangi Operasi
Sistem ini dikenal sebagai ancaman asimetris bagi pesawat militer yang terbang rendah, termasuk milik Amerika Serikat selama konflik lima minggu terakhir.
Dua sumber menyebutkan adanya indikasi bahwa Beijing berupaya menyamarkan asal pengiriman tersebut dengan menyalurkannya melalui negara ketiga.
Intelijen AS juga melihat bahwa Iran kemungkinan memanfaatkan masa gencatan senjata untuk mengisi kembali persenjataan dengan bantuan mitra asing.
Ilustrasi MANPAD. Tentara Irak membawa sistem pertahanan udara portabel (MANPAD) sambil berdiri di atas kendaraan selama parade militer tahunan pada 1 Februari 2015 di ibu kota Baghdad.
Respons Trump
Menanggapi laporan tersebut, Trump memperingatkan bahwa China akan menghadapi konsekuensi serius jika benar mengirimkan senjata ke Iran.
“Jika China melakukan itu, China akan menghadapi masalah besar, oke?” ujar Trump kepada CNN saat meninggalkan Gedung Putih menuju Florida.
Trump tidak menjelaskan apakah ia telah membahas isu ini secara langsung dengan Presiden China Xi Jinping.
Bantahan keras dari China
Sementara itu, Pemerintah China membantah keras tuduhan tersebut. Juru bicara Kedutaan Besar China di Washington mengatakan, “China tidak pernah memberikan senjata kepada pihak mana pun dalam konflik, informasi tersebut tidak benar.”
Ia menambahkan, “Sebagai negara besar yang bertanggung jawab, China secara konsisten memenuhi kewajiban internasionalnya. Kami mendesak pihak AS untuk tidak membuat tuduhan tanpa dasar, mengaitkan secara jahat, dan melakukan sensasionalisme. Kami berharap pihak-pihak terkait dapat berbuat lebih banyak untuk meredakan ketegangan.”
Sebelumnya, pihak kedutaan juga menyatakan bahwa sejak perang antara AS, Israel, dan Iran dimulai, Beijing telah berupaya membantu mewujudkan gencatan senjata dan mengakhiri konflik.
Baca juga: Trump Dinilai Halu, Demokrat Minta Tes Demensia ke Gedung Putih
Peran MANPAD dalam perang Iran
Puing pesawat Hercules C-130 Amerika Serikat yang Iran klaim telah mereka hancurkan di Isfahan, Minggu (5/4/2026), dalam misi pencarian pilot F-15 AS. Kisah di Balik Misi Penyelamatan Pilot Amerika yang Jatuh Ditembak Iran
Dalam konferensi pers sebelumnya, Trump menyebut bahwa jet tempur F-15 yang ditembak jatuh di Iran pekan lalu kemungkinan terkena rudal bahu genggam pencari panas.
Sementara itu, Iran mengeklaim menggunakan sistem pertahanan udara baru tanpa merinci asalnya.
Jika benar terjadi, pengiriman MANPAD akan menandai peningkatan dukungan China terhadap Iran sejak AS dan Israel melancarkan operasi militer bersama pada Februari.
Selama ini, perusahaan China diketahui tetap memasok teknologi penggunaan ganda (dual-use) yang membantu Iran mengembangkan sistem persenjataan dan navigasi.
Namun, keterlibatan langsung pemerintah China dalam transfer senjata akan menjadi level dukungan yang lebih tinggi.
Salah satu sumber menyebutkan, China tidak melihat keuntungan strategis jika terlibat langsung dalam konflik melawan AS dan Israel.
Sebaliknya, Beijing dinilai berusaha menjaga hubungan dengan Iran—yang menjadi pemasok utama minyaknya—sekaligus mempertahankan citra netral.
China juga dapat berargumen bahwa sistem pertahanan udara bersifat defensif, berbeda dengan dukungan Rusia kepada Iran.
Moskwa dilaporkan memberikan bantuan intelijen yang membantu Iran menargetkan pasukan dan aset AS di Timur Tengah.
Iran sendiri telah lama menjalin hubungan militer dan ekonomi yang erat dengan China dan Rusia.
Selain memasok drone Shahed untuk perang Rusia di Ukraina, Iran juga menjual sebagian besar minyaknya ke China meski berada di bawah sanksi internasional.
Baca juga: Iran Siapkan “Pusaran Mematikan” di Selat Hormuz Usai Ancaman Blokade Trump
Tag: #trump #murka #china #diduga #diam #diam #kirim #senjata #iran