Presiden Korsel Tiba-tiba Bikin Marah Israel, Ada Apa?
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung dituduh Israel meremehkan pembantaian orang Yahudi di Holocaust dengan mengunggah video penganiayaan terhadap warga Tepi Barat.(AFP/ANTHONY WALLACE)
11:48
14 April 2026

Presiden Korsel Tiba-tiba Bikin Marah Israel, Ada Apa?

Ketegangan diplomatik muncul antara Korea Selatan dan Israel setelah Presiden Lee Jae Myung mengunggah video lama yang menyinggung penderitaan manusia dalam konflik.

Unggahan tersebut memicu respons keras dari Kementerian Luar Negeri Israel dan menjadi perdebatan terbuka yang jarang terjadi antara dua negara yang telah menjalin hubungan diplomatik selama 60 tahun.

Video yang dibagikan diketahui berasal dari 2024 dan memperlihatkan dugaan tindakan tentara Israel di Tepi Barat. Pernyataan Lee, khususnya yang menyinggung Holocaust, menjadi pemicu utama kemarahan pihak Israel.

Baca juga: Bermusuhan Puluhan Tahun, Kim Jong Un Mendadak Puji Korsel Imbas Aksi Presiden

Video lama picu kontroversi

Dalam unggahan di platform X, seperti dikutip CNN, Juma (10/4/2026), Lee membagikan video dari tahun 2024 yang memperlihatkan tentara Israel mendorong tubuh seseorang dari sebuah bangunan di wilayah pendudukan Tepi Barat.

Ia menulis, “Kita perlu memeriksa apakah ini benar, dan jika benar, kita harus mencari tahu langkah apa yang telah diambil.”

Lee juga menyatakan bahwa tidak ada perbedaan antara pembunuhan saat perang, tragedi Holocaust, dan praktik perbudakan seksual terhadap perempuan selama masa penjajahan Jepang di Korea pada 1910–1945. Pernyataan ini memicu reaksi keras dari pemerintah Israel.

Reaksi Israel

Kementerian Luar Negeri Israel dalam unggahan balasan menyebut pernyataan Lee “tidak dapat diterima.”

Mereka menulis, “Pernyataan Presiden Korea, Lee Jae Myung, termasuk meremehkan pembantaian orang Yahudi menjelang Hari Peringatan Holocaust di Israel, tidak dapat diterima dan pantas mendapat kecaman keras.”

Israel juga menuding Lee mengangkat kembali “kisah lama dari 2024” dan mengutip akun palsu yang menyajikan seolah-olah itu kejadian terbaru.

Menurut Israel, insiden tersebut terjadi saat operasi militer di mana tentara menghadapi ancaman langsung terhadap nyawa mereka, dan kasus itu telah “diselidiki secara menyeluruh dan ditangani dua tahun lalu.”

Kementerian itu menambahkan sindiran, “Pak Presiden, lebih baik periksa dahulu sebelum mengunggah ke media sosial.”

Baca juga: Intel Korsel Sebut Korut Menjauh sebagai Sekutu Iran, Ini Sebabnya

Klarifikasi Lee

Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung mengklarifikasi video unggahannya yang memicu kemarahan Israel.AFP/POOL/ANTHONY WALLACE Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung mengklarifikasi video unggahannya yang memicu kemarahan Israel.

Lee kemudian mengklarifikasi bahwa video tersebut memang peristiwa nyata dari September 2024 yang juga telah dikutuk oleh Amerika Serikat.

Ia menegaskan, “Hukum humaniter internasional harus dipatuhi dalam keadaan apa pun, dan martabat manusia harus dijaga sebagai nilai utama yang tidak dapat dikompromikan.”

Laporan media pada 2024 menyebut warga di Qabatya, dekat Jenin di Tepi Barat, merekam tentara Israel melempar tubuh yang tampak tak bernyawa dari sebuah bangunan.

Pada hari yang sama, militer Israel menyatakan telah menewaskan empat militan dalam operasi kontra-terorisme di wilayah tersebut.

Militer Israel kala itu menyebut insiden dalam video sebagai “kejadian serius yang tidak sesuai dengan nilai-nilai pasukan pertahanan Israel (IDF) dan ekspektasi terhadap prajurit,” serta menyatakan kasus tersebut sedang ditinjau.

Ketegangan diplomatik yang tak biasa

Israel selama ini menghadapi kritik internasional atas perang di Gaza dan serangan ke Lebanon yang menargetkan Hezbollah, terutama dari negara-negara Eropa.

Namun, kritik terbuka dari pemimpin Asia Timur seperti Korea Selatan tergolong jarang terjadi.

Alih-alih meredakan situasi, Lee tampak memperkuat posisinya dengan kembali mengunggah pernyataan bernada kritik.

Ia mengatakan, “Sangat disayangkan jika seseorang bahkan tidak sekali pun merefleksikan kritik dari masyarakat dunia yang menderita akibat tindakan anti-hak asasi manusia dan anti-hukum internasional.”

Upaya meredakan ketegangan

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan kemudian mencoba meredakan situasi dengan menyatakan penyesalan atas kesalahpahaman Israel terhadap maksud pernyataan Lee.

Mereka menegaskan bahwa komentar Lee adalah “ekspresi keyakinannya mengenai hak asasi manusia universal, bukan opini terhadap isu tertentu.”

Pernyataan itu ditutup dengan “belasungkawa mendalam” kepada para korban Holocaust.

Namun pada hari berikutnya, Lee kembali menegaskan pesannya. Ia menulis, “Kedaulatan setiap negara dan hak asasi manusia universal harus dihormati, dan perang agresif harus ditolak. Rasa hormat harus diperoleh melalui rasa hormat.”

Hingga kini, pihak Israel belum memberikan tanggapan atas pernyataan terbaru tersebut.

Baca juga: Protes Latihan Militer Korsel-AS, Korut Tembakkan 10 Rudal Balistik ke Laut Jepang

Tag:  #presiden #korsel #tiba #tiba #bikin #marah #israel

KOMENTAR