Serangan AS-Iran Bikin Iran Rugi Rp 4.626 Triliun
Warga Iran mengibarkan bendera negara dalam aksi mendukung angkatan bersenjata di Teheran, 25 Maret 2026.(AFP)
18:48
14 April 2026

Serangan AS-Iran Bikin Iran Rugi Rp 4.626 Triliun

- Juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani memperkirakan, kerugian yang diakibatkan oleh serangan AS-Israel mencapai sekitar 270 miliar dollar AS atau sekitar Rp 4.626 triliun.

"Angka awal dan sangat kasar memperkirakan kerugian sejauh ini mencapai 270 miliar dollar AS," ujarnya, dikutip dari Tasnim, Selasa (14/4/2026).

Menurutnya, otoritas perekonomian Iran akan menentukan angka yang lebih tepat melalui beberapa tahap.

Pertama, penilaian kerusakan bangunan, kedua adalah analisis kerugian pendapatan anggaran dan dampak penutupan industri.

"Kami pasti akan membela hak-hak rakyat kami melalui jalur hukum, termasuk kompensasi atas pertumpahan darah orang-orang terkasih kami di sekolah Minab," kata Mohajerani.

Baca juga: Siasat Iran Kelabui Blokade AS, Permainan Kucing-Tikus di Selat Hormuz

Pernyataan itu merujuk pada serangan militer AS-Israel terhadap sebuah sekolah dasar di kota Minab, Iran selatan, yang menewaskan sekitar 170 orang pada 28 Februari.

Diketahui, AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran pada akhir Februari.

Serangan awal itu membunuh pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan beberapa anggota keluarganya.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangkaian serangan ke aset-aset AS di Negara Teluk dan menutup Selat Hormuz.

Baca juga: Tambah Tekanan ke AS, Iran Disebut Merapat ke Negara-negara Eropa

Gencatan senjata dan mencari solusi damai

Perangan AS-Israel dan Iran kini memasuki gencatan senjata sejak Rabu (8/4/2026) selama dua pekan.

Namun, gencatan senjata rapuh ini diwarnai saling klaim pelanggaran.

Akibatnya, kedua pihak mengancam akan mengakhiri gencatan senjata jika pelanggaran terus berlangsung.

AS dan Iran sebenarnya juga sempat duduk bersama di Islamabad, Pakistan untuk merundingkan perdamaian permanen di kawasan.

Akan tetapi, perundingan itu gagal mencapai kesepakatan.

Baca juga: Mau Beli Minyak Rusia Lebih Banyak, Filipina Izin Dulu ke AS

Ilustrasi bendera Pakistan, Iran, dan Amerika Serikat.Chat GPT Ilustrasi bendera Pakistan, Iran, dan Amerika Serikat.

Wakil Presiden AS, JD Vance menuturkan inti dari perselisihan tersebut adalah tentang senjata nuklir.

"Faktanya, kita perlu melihat komitmen tegas bahwa mereka tidak akan berupaya mendapatkan senjata nuklir dan mereka tidak akan berupaya mendapatkan alat-alat yang memungkinkan mereka untuk dengan cepat memperoleh senjata nuklir," ujarnya, dikutip dari AFP.

"Apakah kita melihat komitmen mendasar dari Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir, bukan hanya sekarang, bukan hanya dua tahun dari sekarang, tetapi untuk jangka panjang? Kami belum melihat hal itu. Kami berharap akan melihatnya," sambungnya.

Baca juga: Mengapa Iran Menuntut Ganti Rugi ke Arab Saudi, Qatar, dan UEA di Tengah Konflik Timur Tengah?

Dalam pidato singkatnya di sebuah hotel mewah di Islamabad tempat kedua pihak bertemu, Vance tidak menyoroti perbedaan pendapat mengenai isu penting lainnya, yaitu pembukaan kembali Selat Hormuz.

Sementara, pihak Iran menuding syarat AS tidak masuk untuk dipenuhi.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi bahkan menyatakan, kesepakatan dengan Amerika Serikat hampir tercapai pada Minggu (12/4/2026). 

"Iran terlibat dengan AS dengan itikad baik untuk mengakhiri perang," katanya dalam sebuah unggahan di X.

"Namun, ketika hanya beberapa inci lagi dari kesepakatan di Islamabad, kami menghadapi maksimalisme, perubahan aturan main, dan blokade," tambahnya.

Tag:  #serangan #iran #bikin #iran #rugi #4626 #triliun

KOMENTAR