Drama Buka-Tutup Selat Hormuz, Sinyal Keretakan di Tubuh Iran?
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi saat berpidato di acara PBB di Jenewa, 17 Februari 2026.(AFP/VALENTIN FLAURAUD)
07:47
19 April 2026

Drama Buka-Tutup Selat Hormuz, Sinyal Keretakan di Tubuh Iran?

- Perubahan kebijakan yang sangat cepat terkait pembukaan kembali Selat Hormuz memicu spekulasi mengenai adanya keretakan serius di internal kepemimpinan Iran.

Kelompok garis keras militer diyakini kian memperkuat cengkeraman mereka dalam pemerintahan Iran sejak pecahnya perang. 

Indikasi ini menguat setelah munculnya perbedaan sikap yang kontras antara otoritas politik dan militer di lapangan.

Hanya berselang sehari setelah Menteri Luar Negeri Iran mengumumkan pembukaan Selat Hormuz, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) justru melepaskan tembakan ke arah dua kapal komersial di Teluk. Insiden ini merupakan yang pertama kalinya terjadi selama masa gencatan senjata.

Tak hanya itu, IRGC juga menyiarkan peringatan tegas kepada para pelaut bahwa jalur perairan strategis tersebut tetap ditutup. Akibatnya, kapal-kapal yang hendak melintas terpaksa memutar balik.

Baca juga: Iran Bingung Trump Berubah-ubah, Banyak Omong dan Kebanyakan Nge-Tweet

Tantangan bagi AS

Dikutip dari The Wall Street Journal, Sabtu (18/4/2026) perpecahan internal ini akan menjadi tantangan besar bagi Presiden AS Donald Trump yang tengah berupaya mendapatkan konsesi untuk mengakhiri perang dengan kemenangan telak.

Meski Trump mengklaim kesepakatan sudah hampir tercapai, insiden di Selat Hormuz membuktikan bahwa tawaran kompromi dari pihak diplomatik Iran belum tentu mendapat restu dari kelompok garis keras yang kini mendominasi kekuasaan.

“Barat biasanya bertindak seolah-olah Iran adalah negara dengan rantai komando yang jelas: Anda bernegosiasi dengan kementerian luar negeri, mereka meneruskannya ke atasan, keputusan dibuat. Selesai,” kata Mohamed Amersi, seorang ahli Iran dan anggota Dewan Penasihat Global Wilson Center, sebuah lembaga think tank di Washington. 

“Pada akhirnya, pihak yang memiliki senjata, drone, dan kapal cepat cenderung memenangkan perdebatan,” sambungnya.

Baca juga: Iran Belum Mau Negosiasi dengan AS Lagi, Sebut Cuma Buang-buang Waktu

Drama buka-tutup Selat Hormuz

Insiden terbaru terjadi pada Jumat (17/4/2026), ketika Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi mengatakan bahwa Selat Hormuz sepenuhnya terbuka.

Pengumuman itu memberi sinyal keterbukaan Iran terhadap kompromi saat terjadi krisis dalam perundingan, menjelang berakhirnya gencatan senjata dua minggu yang diberlakukan Trump. 

Hal itu menyebabkan harga minyak anjlok dan mendapat pujian cepat dari Trump.

“Pernyataan Araghchi tampaknya lebih bertujuan untuk membuka jalan bagi negosiasi daripada membuka blokade Selat Hormuz,” kata Michael Singh, mantan direktur senior urusan Timur Tengah di Dewan Keamanan Nasional. 

Menurutnya, pernyataan itu menyusul konsesi AS terkait gencatan senjata di Lebanon dan menandakan minat Iran untuk mencapai kesepakatan.

Baca juga: Iran Disebut Tembaki Kapal Tanker Usai Selat Hormuz Tutup Lagi

Namun, upaya tersebut langsung mendapat serangan di Iran. 

Pada hari yang sama, seseorang yang mengaku sebagai anggota angkatan laut IRGC menyiarkan pesan melalui radio maritim bahwa Selat Hormuz tetap tertutup dan kapal-kapal membutuhkan izin untuk melewatinya.

“Kami akan membukanya atas perintah pemimpin kami, Imam Khamenei, bukan atas cuitan orang bodoh,” bunyi pesan tersebut. Salah satu anggota kru mengatakan bahwa kapal-kapal tersebut mengindahkan peringatan itu.

Pada waktu yang hampir bersamaan, media Tasnim yang berafiliasi dengan IRGC juga mengecam menteri luar negeri karena mengumumkan kebijakan tersebut melalui media sosial. 

"Kementerian Luar Negeri harus mempertimbangkan kembali jenis komunikasi ini," katanya.

Baca juga: Teka-teki Buka-Tutup Selat Hormuz, Bagaimana Nasib Negosiasi AS-Iran?

Kemarahan IRGC dan seruan pemecatan Menlu Iran

Kapal-kapal kargo dan tanker yang berlayar di Selat Hormuz, saat difoto dari kota pesisir Fujairah, Uni Emirat Arab, 25 Februari 2026.AFP/GIUSEPPE CACACE Kapal-kapal kargo dan tanker yang berlayar di Selat Hormuz, saat difoto dari kota pesisir Fujairah, Uni Emirat Arab, 25 Februari 2026.

Seorang anggota parlemen garis keras senior, Morteza Mahmoudi menyerukan pemecatan Araghchi.

Menurutnya, pernyataan Araghchi telah menurunkan harga minyak dan memberikan keuntungan bagi AS.

Seorang penasihat senior pasukan paramiliter di Teheran mengatakan bahwa IRGC kemungkinan marah karena Araghchi tidak berkoordinasi dengan mereka sebelum membuat pengumuman tersebut. 

Baca juga: 20 Kapal Langsung Balik Arah Usai Iran Tutup Selat Hormuz Lagi

Kelompok itu juga masih ingin membalas dendam atas kerugian yang dialami selama perang dan merasa memiliki keunggulan militer.

“Penolakan garis keras terhadap kesepakatan dengan AS semakin menguat, menghadirkan tantangan politik yang besar,” kata Trita Parsi, wakil presiden eksekutif Quincy Institute for Responsible Statecraft, sebuah lembaga think tank di Washington.

Direktur proyek Iran di International Crisis Group, Ali Vaez menjelaskan, reaksi negatif tersebut juga mencerminkan pernyataan Trump bahwa blokade AS akan berlanjut meskipun Iran membuka diri.

“Ini lebih merupakan cerminan dari sikap AS yang benar-benar tidak konsisten daripada perselisihan internal di Teheran,” jelas dia.

Baca juga: Kapal Malaysia yang Lewati Selat Hormuz Tiba, Bawa Minyak 1 Juta Barrel

Insiden di Selat Hormuz menggemakan insiden serupa di awal perang, ketika Presiden Iran Masoud Pezeshkian meminta maaf atas serangan terhadap negara-negara tetangga di Teluk dan mengatakan serangan akan dikurangi. 

Ia langsung dikecam secara terbuka oleh elemen-elemen garis keras. Komandan IRGC membantah keputusan tersebut telah dibuat dan serangan terus berlanjut.

Para analis mengatakan bahwa kematian Ali Khamenei yang telah membuat sistem tersebut kurang bersatu.

“Karena penengah utama telah pergi, pertikaian antara berbagai faksi telah dimulai,” kata Saeid Golkar, seorang ahli di bidang dinas keamanan Iran di Universitas Tennessee di Chattanooga.

Tag:  #drama #buka #tutup #selat #hormuz #sinyal #keretakan #tubuh #iran

KOMENTAR