Bung Kus Kupas Posisi Kritis Madura United dan Persis di Papan Bawah
Madura United salah satu klub Jawa Timur yang berlaga di Super League 2025-2026.(KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU)
22:10
22 Mei 2026

Bung Kus Kupas Posisi Kritis Madura United dan Persis di Papan Bawah

- Selain persaingan juara, drama papan bawah Super League 2025-2026 juga belum selesai.

Hingga memasuki laga terakhir pekan ke-34, bayang degradasi masih menjadi ancaman nyata bagi Madura United dan Persis Solo.

Kedua klub kini berada dalam posisi paling rawan. Madura United menempati posisi ke-15 klasemen sementara dengan perolehan 32 poin.

Madura United hanya unggul satu angka dari Persis yang berada tepat di bawah mereka dengan 31 poin.

Sehingga pekan terakhir ini pun menjadi laga hidup-mati bagi dua klub tersebut.

Pekan ke-34 Super League 2025-2026 memuat duel Persita vs Persis Solo di Banten Internasional Stadium dan Madura United vs PSM Makassar di Gelora Bangkalan, Sabtu (23/5/2026), pukul 16.00 WIB.

“Ya ini memang pertandingan tidak mudah untuk dua klub yang berada di posisi rawan, terutama bagi Madura United yang laga terakhir sayangnya tidak bisa mendapatkan hasil maksimal."

"Sehingga mereka harus berada di posisi kritis di pekan terakhir,” tutur pengamat sepak bola nasional Mohamad Kusnaeni kepada KOMPAS.com.

Baca juga: Persib dan Borneo FC Berebut Gelar Juara, Ini Prediksi Bung Kus

Madura United Dinilai Sedang Sulit Bangkit

Dalam beberapa musim terakhir, Madura United memang terus mengalami penurunan performa. Klub yang pernah menjadi kekuatan besar di papan atas kini justru harus berjuang menghindari degradasi.

Kusnaeni, pengamat yang juga komentator Super League 2025-2026, melihat tantangan yang ada di depan Sape Kerrab tidak mudah.

“Madura United dalam beberapa musim ini dalam kondisi struggle ya dari segi persaingan. Musim sebelumnya dan bahkan musim ini harus sampai menunggu sampai pekan terakhir untuk menentukan nasibnya,” ujar pengamat yang biasa disapa Bung Kus.

“Itu pun dalam posisi yang tidak terlalu mudah meskipun bermain di kandang sendiri meskipun PSM sudah aman dari degradasi,” sambungnya.

Baca juga: Pengamat Sebut Pekan Terakhir Super League Jadi Ujian Besar Klub Jatim

Masalahnya, PSM juga datang dengan motivasi tinggi setelah sebelumnya kalah dramatis 1-2 dari Persib Bandung di kandang sendiri.

“Tapi tidak ada jaminan juga bahwa Madura United bisa mengalahkan PSM yang juga mendapatkan tekanan dari suporternya di mana laga terakhir di kandang kalah dari Persib,” kata pengamat yang merupakan salah satu anggota Dewan Pengawas LPP Radio Republik Indonesia periode 2021-2026 tersebut.

“Jadi PSM juga ingin mendapatkan hasil positif untuk mendapatkan kepercayaan suporternya yang sangat kecewa saat dikalahkan Persib di kandang sendiri,” imbuhnya.

Latar belakang tersebut membuat laga di Bangkalan diprediksi berjalan sangat emosional dan penuh tekanan.

Persis Solo Menunggu Kesempatan Selamat

Sementara itu, di tengah tekanan yang dihadapi Madura United, Persis justru memiliki sedikit keuntungan psikologis.

Tim asuhan Milomir Seslija itu memang harus bermain tandang ke markas Persita, tetapi lawan mereka dinilai sudah tidak memiliki tekanan besar.

Pesepak bola Persis Solo Roman Paparyha (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Pesebaya Surabaya Koko Ari Araya (kiri) pada pertandingan BRI Super League 2025-2026 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (9/5/2026). Pertandingan berakhir dengan skor imbang 0-0. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/tom.MOHAMMAD AYUDHA Pesepak bola Persis Solo Roman Paparyha (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Pesebaya Surabaya Koko Ari Araya (kiri) pada pertandingan BRI Super League 2025-2026 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (9/5/2026). Pertandingan berakhir dengan skor imbang 0-0. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/tom.

“Sehingga ini menjadi ‘motivasi’ untuk Persis yang memang juga mempunyai tugas berat dengan away ke Tangerang,” kata Mohamad Kusnaeni.

“Keuntungannya Persita ini posisinya relatif aman dan jauh dari degradasi, masuk ke papan atas juga sudah tidak mungkin,” sambungnya.

Ia menilai performa Persita memang mengalami penurunan pada putaran kedua meski sempat tampil menjanjikan di awal musim.

“Ini merupakan salah satu yang mengejutkan mengingat tim dengan materi pemain yang cukup bagus dan putaran pertama cukup menjanjikan,” ujar pengamat berusia 53 tahun itu.

Posisi Persita Lebih Nyaman

Karena tidak lagi memiliki tekanan target klasemen, Persita dinilai bisa menjadi lawan yang lebih nyaman untuk Persis.

Baca juga: Awal Musim Jadi Mesin Gol Persis Solo, Gervane Kastaneer Kini Tatap Piala Dunia 2026

“Nah Persita dengan posisi yang jauh lebih aman sekarang tidak ada tekanan dari suporter mungkin ini dari sisi kualitas lawan nyaman untuk Persis meskipun menjlani laga away,” kata Mohamad Kusnaeni

“Madura United sih untungnya tuan rumah dan tidak ada kerugian untuk Persis yang menjalani laga away karena motivasi tuan rumah tidak sebesar sebelumnya karena sudah aman dan tidak terbebani untuk menang. Sehingga menjadi motivasi untuk Persis bahwa bisa selamat,” sambungnya.

Kusnaeni menilai persaingan terhindar dari degradasi jadi salah satu bumbu yang memeriahkan akhir kompetisi.

“Persis mengharapkan Madura United yang terpeleset. Jadi sama-sama tergantung klub lain nasibnya tidak bergantung sendiri,” pungkas Kusnaeni.

Tag:  #bung #kupas #posisi #kritis #madura #united #persis #papan #bawah

KOMENTAR