Hizbullah Akhirnya Buka Suara soal Gencatan Senjata Israel-Lebanon, Ogah Terlibat?
Wakil kepala kelompok Hizbullah Lebanon, Sheikh Naim Qassem, menyampaikan pidato dalam sebuah unjuk rasa di Beirut pada 13 Oktober 2023, ketika ribuan pengunjuk rasa tumpah ruah di jalan-jalan di beberapa ibu kota Timur Tengah untuk mendukung warga Palestina di tengah serangan udara Israel ke Gaza sebagai pembalasan atas serangan Hamas yang mengejutkan. Ribuan orang, baik warga Israel maupun Palestina telah tewas sejak 7 Oktober 2023, setelah militan Hamas Palestina memasuki Israel dalam serangan
11:30
19 April 2026

Hizbullah Akhirnya Buka Suara soal Gencatan Senjata Israel-Lebanon, Ogah Terlibat?

Kelompok Hizbullah akhirnya angkat bicara terkait kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon yang diumumkan Amerika Serikat.

Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem, dalam wawancara dengan televisi Al-Manar  menyebut, dokumen gencatan senjata tersebut sebagai sebuah “penghinaan” bagi Lebanon.

Ia menilai, kesepakatan itu tidak adil karena bersifat sepihak dan tidak memberikan jaminan yang seimbang bagi pihak Lebanon.

Baca juga: Hizbullah Bantah Terlibat Serangan yang Menewaskan Tentara UNIFIL Perancis

Menurut Qassem, Hizbullah tidak bersedia kembali pada kondisi gencatan senjata sebelumnya pada November 2024, ketika Israel dinilai bebas melakukan serangan sementara pihaknya menahan diri.

Ia juga menyampaikan, periode tersebut sebagai masa menunggu diplomasi yang pada akhirnya tidak menghasilkan apa-apa.

“Kelompok kami tidak seharusnya terikat pada kesepakatan sepihak,” ujarnya, seraya menegaskan bahwa sikap Hizbullah akan bergantung pada perkembangan di lapangan.

Di tengah kesepakatan tersebut, situasi di lapangan menunjukkan bahwa kepercayaan publik masih rapuh.

Sebagaimana dilansir Al Jazeera, Minggu (19/4/2026), ribuan warga Lebanon terlihat bergerak menuju wilayah selatan untuk memeriksa kondisi rumah mereka, mengambil barang, dan melakukan perbaikan seadanya.

Namun, banyak dari mereka memilih kembali ke kota-kota besar seperti Beirut untuk bermalam karena khawatir konflik kembali pecah.

Lalu lintas menuju Lebanon selatan sempat padat pada pagi hari, sementara arus balik ke utara meningkat pada sore hingga malam hari.

Kondisi ini mencerminkan adanya rasa cemas dan ketidakpastian terhadap keberlanjutan gencatan senjata.

Baca juga: Gencatan Senjata Israel-Lebanon 10 Hari, Ini Fakta dan Risikonya

Gencatan senjata rapuh dan penuh syarat

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon yang mulai berlaku pada Jumat (17/4/2026).

Kesepakatan ini dicapai setelah sekitar enam minggu pertempuran antara Israel dan Hizbullah di Lebanon selatan.

Meski disebut sebagai kesepakatan antara dua negara, konflik sebenarnya melibatkan Israel dan Hizbullah yang didukung Iran.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan negaranya menyetujui gencatan senjata untuk mendorong upaya perdamaian, namun menegaskan pasukan Israel tidak akan mundur dari wilayah yang telah dikuasai.

Israel juga mempertahankan zona keamanan sekitar 10 kilometer di Lebanon selatan.

Sementara itu, Hizbullah menegaskan keberadaan pasukan Israel di wilayah tersebut memberi legitimasi bagi perlawanan.

Kelompok itu juga menuntut penghentian total serangan di Lebanon dan pembatasan penuh terhadap pergerakan militer Israel sebagai syarat keberlanjutan gencatan senjata.

Baca juga: Gencatan Senjata 10 Hari Lebanon dan Israel, Trump Sebut Hari Bersejarah

Diplomasi intens, tapi belum pasti

Kesepakatan ini tercapai melalui diplomasi intens, termasuk pembicaraan langsung antara perwakilan Israel dan Lebanon di Washington serta komunikasi antara Trump, Netanyahu, dan Presiden Lebanon Joseph Aoun.

Tetapi, sejumlah pihak menyebut kesepakatan ini juga dipengaruhi oleh negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat dengan mediasi Pakistan.

Meski gencatan senjata telah berjalan, berbagai celah dalam kesepakatan masih berpotensi memicu pelanggaran di lapangan.

Dengan posisi yang saling curiga dan tuntutan yang belum sepenuhnya terpenuhi, stabilitas di kawasan masih jauh dari terjamin.

Tag:  #hizbullah #akhirnya #buka #suara #soal #gencatan #senjata #israel #lebanon #ogah #terlibat

KOMENTAR