Turis Israel Berulah di Filipina, Pemerintah Kewalahan
- Reputasi Pulau Siargao sebagai surga wisata bahari di Filipina sedang diuji.
Serangkaian insiden kekerasan yang melibatkan wisatawan mancanegara membuat pemerintah setempat dan Departemen Pariwisata (DOT) Filipina bergerak cepat mempertegas aturan perilaku bagi para pelancong.
Gelombang keprihatinan ini dipicu oleh dua insiden yang terjadi secara beruntun di General Luna, pusat utama pariwisata di pulau tersebut.
Baca juga: Thailand Potong Durasi Bebas Visa bagi Turis Asing demi Keamanan
Pada 8 April, polisi setempat terpaksa turun tangan untuk melerai perkelahian antara wisatawan asal Amerika Serikat dan Israel di sebuah bar di dalam kawasan Siargao Beach Club.
Situasi berhasil dikendalikan sebelum semakin meluas, sebagaimana dilansir Inquirer.net, Kamis (28/5/2026).
Sebulan berselang, pada 10 Mei, dua wisatawan Israel diduga menyerang pemilik sebuah tempat usaha lokal karena menampilkan bendera Palestina di lokasi tersebut.
Pemerintah daerah General Luna mengecam keras insiden itu.
Dalam sebuah pernyataan resmi, pemerintah daerah menegaskan bahwa setiap wisatawan wajib menghormati hukum, adat istiadat, dan komunitas setempat.
Baca juga: Banyak Turis Berulah, Thailand Bakal Pangkas Durasi Bebas Visa
"Kami bangga berbagi keindahan pulau kami, budaya, dan keramahan kami," bunyi pernyataan pemerintah daerah General Luna.
"Namun, semua wisatawan diharapkan menghormati hukum, adat istiadat, dan komunitas setempat setiap saat," lanjutnya.
Kejadian pada Mei itu secara khusus disebut sebagai "penghinaan terhadap keamanan dan keselamatan yang layak diterima setiap warga dan pengunjung.
Merespons insiden tersebut, Duta Besar Israel untuk Filipina Dana Kursh menyatakan bahwa negaranya tidak membenarkan tindakan yang tidak menghormati hukum atau komunitas setempat.
Dia menegaskan bahwa kejadian itu merupakan peristiwa yang tidak mencerminkan komunitas wisatawan Israel secara keseluruhan.
Baca juga: Turis China Kini Bisa Belanja di Warung Pakai QRIS
Suara warga
Keresahan tak hanya datang dari kalangan pejabat.
Aktris Andi Eigenmann, yang telah menetap di Siargao selama hampir satu dekade, turut menyuarakan keprihatinannya atas perubahan dinamika yang dia saksikan langsung.
"Sembilan tahun lalu ketika saya datang ke Siargao, semua orang datang dengan alasan yang sama: ombak, kecintaan yang tulus pada laut, dan kerinduan akan kehidupan yang sederhana dan tenang," kata Eigenmann.
"Sungguh menyakitkan hati melihat warga lokal tersisih di kampung halaman mereka sendiri, oleh orang-orang yang datang hanya demi kesenangan pribadi, seolah-olah surga berarti bebas dari tanggung jawab," tambahnya.
Sementara itu, DOT menegaskan bahwa keramahan khas warga Filipina tidak boleh disalahartikan sebagai toleransi terhadap perilaku tidak hormat.
"Kami, orang Filipina, dikenal karena kehangatannya, tetapi keramahan bukan undangan untuk tidak menghormati rakyat kami, budaya kami, atau hukum kami," tegas DOT.
"Dalam urusan hukum, tidak ada yang mendapat perlakuan istimewa. Kami membela pariwisata Siargao, tetapi lebih dari itu, kami membela martabat dan kesejahteraan rakyat Filipina," lanjut DOT.
Baca juga: Buang Puntung Rokok Sembarangan, Turis di Malaysia Didenda Rp Rp 6,4 Juta
Penguatan pengawasan
Ilustrasi Siargao Island.
Di satu sisi, Biro Imigrasi Filipina memerintahkan penambahan petugas di pulau tersebut untuk memantau laporan terkait wisatawan yang overstay, pekerja asing ilegal, pelanggaran ketertiban umum, serta pelanggaran lingkungan hidup.
DOT wilayah Caraga juga memperkuat panduan perilaku wisatawan yang mencakup sejumlah aspek.
Di antaranya adalah kepatuhan terhadap hukum dan penghormatan terhadap budaya lokal, perlindungan terhadap kelompok rentan dari segala bentuk eksploitasi, menjaga ketertiban umum termasuk berpakaian sopan dan tidak mabuk di tempat umum, keselamatan di jalan dan perairan, serta pelestarian lingkungan dengan meminimalkan sampah plastik dan menjaga ekosistem alami pulau.
Siargao memang tengah mengalami ledakan kunjungan wisata.
Baca juga: Turis BAB Taman Warga, Kota di Jepang Langsung Batalkan Festival Sakura
Sepanjang Januari hingga Agustus 2025, pulau ini menyambut 242.560 wisatawan, terdiri dari 167.401 wisatawan domestik dan 75.159 wisatawan mancanegara.
Namun di balik angka yang membanggakan itu, tantangan baru muncul.
Kepolisian Resor General Luna hingga kini belum merilis data resmi mengenai total insiden yang melibatkan wisatawan sejak awal tahun.
Permintaan data tersebut juga belum ditanggapi meski telah diajukan berulang kali.
Baca juga: Tempel Stiker Free Palestine, Pasangan Turis asal Inggris Diusir India
Tag: #turis #israel #berulah #filipina #pemerintah #kewalahan