Paus Leo XIV Sebut Debat dengan Trump soal Iran Bukan Kepentingannya
Paus Leo XIV tiba di Bandara Internasional Beirut, di ibu kota Lebanon, pada 30 November 2025.(AFP/ANDREAS SOLARO)
17:18
19 April 2026

Paus Leo XIV Sebut Debat dengan Trump soal Iran Bukan Kepentingannya

Paus Leo XIV mengatakan pada Sabtu (18/4/2026) bahwa ia sama sekali tidak berkepentingan berdebat dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait perang dengan Iran.

Namun, ia tetap akan terus memberitakan pesan Injil tentang perdamaian

Pernyataan tersebut ia sampaikan ketika berada dalam pesawat kepausan yang terbang dari Kamerun ke Angola, sebagai bagian dari kunjungannya selama 11 hari ke Afrika. 

Dalam pernyataannnya, Paus asal Amerika itu menegaskan bahwa khotbahnya tidak ditujukan kepada Trump, tapi mencerminkan pesan Injil mengenai perdamaian. 

“Ada narasi tertentu yang tidak sepenuhnya akurat, tetapi hal itu disebabkan oleh situasi politik yang tercipta ketika, pada hari pertama perjalanan, Presiden Amerika Serikat memberikan beberapa komentar tentang saya. Sebagian besar tulisan sejak saat itu lebih berupa komentar atas komentar, mencoba menafsirkan apa yang telah dikatakan," kata Leo, dilansir dari AP News, Sabtu (18/4/2026). 

Baca juga: Paus Leo Luruskan Isu Cekcok dengan Trump di Tengah Kritik soal Perang

Khotbah perdamaian merujuk pada semua perang di Bumi

Sebelumnya, Trump melancarkan kritik kepada Paus Leo XIV melalui media sosialnya pada Minggu (12/4/2026).

Ia mengkritik khotbah Paus Leo tentang perdamaian ketika perang AS-Iran masih terus berkecamuk.

Trump menuduh Paus Leo bersikap lunak terhadap kejahatan, akrab dengan kaum kiri, dan mengatakan bahwa Paus Amerika pertama itu berutang atas terpilihnya ia menjadi Paus kepada Trump.

Sebelumnya, perang AS-Israel dengan Iran dimulai sejak serangan gabungan AS dan Israel ke Iran pada Sabtu (28/2/2026)

Baca juga: Rumah Kakak Laki-laki Paus Leo di AS Jadi Target Ancaman Bom

Paus Leo secara konsisten menyerukan perdamaian dan dialog, serta mengecam penggunaan pembenaran agama untuk perang.

Secara khusus, ia menyebut ancaman Trump untuk memusnahkan peradaban Iran merupakan pernyataan yang benar-benar tidak dapat diterima.

Vatikan menekankan bahwa ketika Paus Leo berkhotbah tentang perdamaian, ia merujuk pada semua perang yang melanda planet ini, bukan hanya konflik Iran.

Gereja Ortodoks Rusia, misalnya, yang membenarkan invasi Moskow ke Ukraina sebagai perang suci.

Baca juga: Tanggapan Paus Leo XIV terhadap Kritik Trump: Saya Bukan Politikus

Akan tetap sampaikan pesan Injil

Berbicara kepada wartawan pada Sabtu, Paus Leo secara khusus merujuk pada pernyataannya pada awal pekan ini di sebuah pertemuan perdamaian di Bamenda, Kamerun.

Kota tersebut adalah pusat konflik separatis yang telah berkecamuk di wilayah barat selama hampir sepuluh tahun.

Paus Leo mengatakan bahwa pernyataannya yang mengecam segelintir tiran yang menghancurkan Bumi dengan perang dan eksploitasi ditulis dua pekan lalu, jauh sebelum kritik terhadap Trump dimulai.

“Namun kenyataannya, hal itu dipandang seolah-olah saya mencoba berdebat melawan presiden, yang sama sekali bukan kepentingan saya,” katanya.

Ke depannya, ia mengatakan tetap akan terus menyampaikan pesan-pesan Injil. 

Baca juga: Tanggapan Paus Leo XIV terhadap Kritik Trump: Saya Bukan Politikus

“Saya datang ke Afrika terutama sebagai seorang pastor, sebagai kepala Gereja Katolik untuk bersama, merayakan bersama, mendorong, dan mendampingi semua umat Katolik di seluruh Afrika,” lanjutnya.

Ia menyinggung bacaan Kitab Suci yang akan dibahas dalam misa, yang berisi ajaran tentang bagaimana menjadi orang Kristen yang baik, hidup rukun, serta menjalin persaudaraan.

Ia juga menekankan pentingnya mendorong keadilan dan perdamaian di dunia.

Baca juga: Iran Buka Suara soal Trump Kritik Keras Paus Leo yang Serukan Perdamaian

Respons wakil presiden JD Vance

Dalam unggahan media sosial pada Sabtu, Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan ia berterima kasih atas komentar Paus.

"Saya berterima kasih kepada Paus Leo karena telah mengatakan ini. Meskipun narasi media terus-menerus memicu konflik, dan ya, perselisihan nyata telah terjadi dan akan terjadi, kenyataannya seringkali jauh lebih rumit," kata wakil presiden dalam unggahan tersebut.

"Paus Leo memberitakan Injil, sebagaimana seharusnya, dan itu pasti berarti dia akan menyampaikan pendapatnya tentang isu-isu moral saat ini. Presiden, dan seluruh pemerintahan, berupaya menerapkan prinsip-prinsip moral tersebut di dunia yang kacau ini," tambah Vance.

"Dia akan selalu ada dalam doa kami, dan saya berharap kami juga akan ada dalam doanya," lanjutnya. 

Baca juga: Iran Buka Suara soal Trump Kritik Keras Paus Leo yang Serukan Perdamaian

Ketika ditanya tentang mengenai komentar Trump, Paus Leo mengatakan bahwa ia tidak takut pada pemerintahan Trump, maupun berbicara lantang tentang pesan Injil.

"Itulah yang saya yakini. Saya dipanggil untuk melakukan apa yang gereja dipanggil untuk lakukan," kata Paus Leo, dilansir dari ABC News, Minggu (19/4/2026). 

Baca juga: Trump “Serang” Paus Leo XIV, Minta Perbaiki Perilaku Usai Kritik Kebijakan AS dan Ancaman Iran

Paus Leo tiba di Angola pada Sabtu sore, pemberhentian ketiga dalam tur empat negaranya.

Pesan perdamaian akan sangat relevan bagi negara Afrika bagian selatan yang dilanda perang saudara selama 27 tahun yang berakhir pada tahun 2002 tetapi telah meninggalkan luka yang dalam.

Paus Leo akan bertemu dengan Presiden Angola Joao Lourenco dan menyampaikan pidato pertamanya di hadapan para pejabat pemerintah.

Ia berharap dapat membawa kegembiraan dan semangat kepada rakyat Angola yang telah lama menderita.

Baca juga: Trump “Serang” Paus Leo XIV, Minta Perbaiki Perilaku Usai Kritik Kebijakan AS dan Ancaman Iran

Tag:  #paus #sebut #debat #dengan #trump #soal #iran #bukan #kepentingannya

KOMENTAR