Detik-detik Berakhirnya Gencatan Senjata AS-Iran, Damai atau Perang Lagi?
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) merilis video yang diklaim menunjukkan kapal perusak milik Amerika Serikat mundur dari kawasan Selat Hormuz setelah mendapat peringatan dari angkatan laut Iran.(Tasnim News Agency)
10:54
21 April 2026

Detik-detik Berakhirnya Gencatan Senjata AS-Iran, Damai atau Perang Lagi?

- Jarum jam terus berdetak menuju berakhirnya masa gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Gencatan senjata yang berlangsung selama dua pekan tersebut sedianya berakhir pada Selasa (21/4/2026) malam waktu Teheran. 

Menjelang berakhirnya masa gencatan senjata, kedua negara justru saling lempar ancaman siaga perang.

Presiden AS Donald Trump telah memberikan peringatan keras, sebagaimana dilansir AFP

Jika kesepakatan tidak tercapai hingga batas waktu habis, dia mengisyaratkan serangan militer akan kembali dimulai.

"Kami setuju untuk hadir (di perundingan Pakistan). Namun, jika gencatan senjata berakhir, maka banyak bom akan mulai meledak," tegas Trump dalam wawancaranya dengan PBS News.

Baca juga: 5 Poin Sengketa Utama dalam Negosiasi AS-Iran Jelang Berakhirnya Gencatan Senjata

Perundingan di ujung tanduk

Gedung Putih melaporkan, Wakil Presiden JD Vance sudah bersiap terbang ke Islamabad, Pakistan, untuk mengupayakan putaran kedua perundingan damai. 

Namun, respons dari Teheran justru dingin.

Teheran menuduh AS sengaja merusak suasana perundingan dengan memblokade pelabuhan Iran dan menyita kapal selama masa gencatan senjata. 

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa negaranya tidak akan menyerah pada tekanan Trump.

"Trump ingin mengubah meja perundingan ini menjadi meja penyerahan diri. Kami tidak menerima negosiasi di bawah bayang-bayang ancaman," tulis Ghalibaf melalui akun X miliknya.

Dia bahkan memberikan sinyal ancaman baru jika perang kembali pecah.

"Dalam dua minggu terakhir, kami telah bersiap untuk menunjukkan kartu baru di medan perang," ujar Ghalibaf.

Baca juga: 2 Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz Imbas Penutupan Kembali oleh Iran

Selat Hormuz memanas

Ketegangan tidak hanya terjadi di meja diplomasi, tapi juga di Selat Hormuz, perairan vital bagi 20 persen minyak dunia. 

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeluarkan ancaman akan menembak kapal mana pun yang melintasi Selat Hormuz tanpa izin.

Meski diblokade ketat oleh AS, laporan dari Lloyd's List menyebutkan ada sekitar 20 "kapal bayangan" Iran yang nekat menerobos barisan kapal perang AS. 

Trump sendiri berkeras bahwa blokade tersebut telah menghancurkan perekonomian Iran dan tidak akan dilepas sebelum ada kesepakatan nuklir yang baru.

Salah satu pemicu buntu-nya kesepakatan adalah soal cadangan uranium Iran. 

Trump mengeklaim Iran sudah setuju menyerahkan stok uranium mereka, namun hal ini langsung dibantah mentah-mentah oleh Teheran.

"Menyerahkan uranium tidak pernah dimunculkan sebagai opsi dalam pembicaraan," tutur juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei.

Baca juga: Dilema Perang AS-Israel VS Iran: Menang Kekuatan Tempur, Kalah dalam Strategi

Detik-detik akhir

Jet tempur F/A-18 Hornet Amerika Serikat saat berada di kapal induk USS Dwight D Eisenhower (CVN 69) (IKE), yang sedang transit di Selat Hormuz pada 26 November 2023.US NAVY/KADE BISE via AFP Jet tempur F/A-18 Hornet Amerika Serikat saat berada di kapal induk USS Dwight D Eisenhower (CVN 69) (IKE), yang sedang transit di Selat Hormuz pada 26 November 2023.

Secara teoritis, gencatan senjata ini akan berakhir pada Selasa malam waktu Teheran. 

Jika tak ada keajaiban di Islamabad, perang besar yang melibatkan AS, Israel, Iran, dan faksi-faksi di Lebanon terancam pecah kembali.

Di tengah ketidakpastian ini, harga minyak dunia mulai bergejolak dan pasar saham global pun ikut terguncang. 

Warga di Teheran kini hanya bisa pasrah menunggu nasib. 

"Mari kita lihat apa yang terjadi Selasa nanti," ujar seorang dokter di Teheran dengan nada khawatir.

Apakah perdamaian akan tercapai, atau dunia akan menyaksikan kembali dentuman bom di Timur Tengah? Semua akan terjawab dalam hitungan jam ke depan.

Baca juga: Pelik, Trump Tak Mau Cabut Blokade Tanpa Kesepakatan, Iran Bersikukuh Sebaliknya

Tag:  #detik #detik #berakhirnya #gencatan #senjata #iran #damai #atau #perang #lagi

KOMENTAR