AS Bergejolak, Wacana Pemakzulan Trump Kian Menguat
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghadapi upaya pemakzulan yang kian meningkat.(AFP/POOL/ALEX BRANDON)
14:30
21 April 2026

AS Bergejolak, Wacana Pemakzulan Trump Kian Menguat

Peluang Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk dimakzulkan dan dicopot dari jabatannya dilaporkan mencapai titik tertinggi sepanjang masa jabatan keduanya.

Platform prediksi Kalshi mencatat probabilitas pemakzulan dan pencopotan Trump mencapai sekitar 28,7 persen pada Senin (20/4/2026) pagi, menurut laporan Newsweek.

Angka ini naik signifikan dari 22,1 persen pada 2 April, serta melampaui rekor sebelumnya di kisaran 24 persen pada 29 Mei dan 12 Agustus.

Baca juga: Trump Ancam Serang Iran Habis-habisan Jelang Berakhirnya Gencatan Senjata

Respons Gedung Putih

Juru bicara Gedung Putih, David Ingle, mengatakan, “Ini menyedihkan. Partai Demokrat telah berbicara tentang memakzulkan Presiden Trump bahkan sebelum dia dilantik. Demokrat di Kongres tidak waras, lemah, dan tidak efektif, itulah sebabnya tingkat persetujuan mereka berada pada titik terendah dalam sejarah.”

Sementara itu, Trump sendiri sebelumnya menyatakan bahwa pasar prediksi lebih akurat dibandingkan jajak pendapat.

“Mereka memprediksi saya dengan cukup tepat dengan kemenangan telak,” kata Trump kepada Max Raskin dalam sebuah tulisan opini di Washington Post.

Tekanan politik dan penurunan dukungan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menirukan gerakan menembakkan senjata saat berbicara tentang perang Iran, di Ruang Konferensi Pers James S Brady, Gedung Putih, Washington DC, 6 April 2026. Perdebatan soal kondisi mental Donald Trump memicu pertanyaan publik tentang demensia, termasuk gejala dan bagaimana cara memastikan diagnosisnya secara medis.AFP/KENT NISHIMURA Presiden Amerika Serikat Donald Trump menirukan gerakan menembakkan senjata saat berbicara tentang perang Iran, di Ruang Konferensi Pers James S Brady, Gedung Putih, Washington DC, 6 April 2026. Perdebatan soal kondisi mental Donald Trump memicu pertanyaan publik tentang demensia, termasuk gejala dan bagaimana cara memastikan diagnosisnya secara medis.

Kenaikan peluang pemakzulan ini terjadi di tengah penurunan dukungan dari Partai Republik dalam sejumlah survei, terutama setelah munculnya reaksi terhadap perang Iran.

Meski demikian, peluang Trump untuk benar-benar dicopot dari jabatannya tetap dinilai kecil.

Trump sendiri tercatat sebagai satu-satunya presiden AS yang dua kali dimakzulkan. Pada 2019, ia didakwa atas penyalahgunaan kekuasaan dan menghalangi Kongres terkait urusan Ukraina.

Pada 2021, ia kembali dimakzulkan atas tuduhan menghasut pemberontakan setelah serangan 6 Januari di Gedung Capitol.

Namun dalam kedua kasus tersebut, Senat membebaskannya karena tidak mencapai dukungan dua pertiga suara yang dibutuhkan untuk menghukumnya.

Baca juga: Wajah Ganda Trump dalam Perang Iran: Menggertak di Publik, Gelisah di Balik Layar

Hambatan pemakzulan

Wacana pemakzulan ketiga kembali mencuat pada masa jabatan kedua Trump, tetapi menghadapi hambatan prosedural yang besar.

DPR memang dapat menyetujui pemakzulan dengan mayoritas sederhana, namun pencopotan presiden mensyaratkan dukungan dua pertiga anggota Senat setelah melalui persidangan.

Selain itu, presiden juga dapat dicopot melalui Amandemen ke-25, yang mengharuskan wakil presiden dan mayoritas kabinet menyatakan bahwa presiden tidak layak menjabat. Namun, mekanisme ini dinilai sulit karena kabinet saat ini diisi oleh orang-orang yang ditunjuk Trump sendiri.

Dorongan gunakan Amandemen ke-25

Sejumlah anggota Partai Demokrat mendorong jalur alternatif melalui Amandemen ke-25. Sebanyak 78 anggota DPR dari Partai Demokrat telah mendukung rancangan undang-undang yang diajukan anggota DPR dari Maryland, Jamie Raskin, untuk membentuk badan independen.

Badan ini dirancang agar memungkinkan penilaian terhadap kelayakan presiden tanpa harus bergantung pada wakil presiden dan kabinet.

Dorongan ini muncul di tengah kekhawatiran atas perilaku terbaru Trump, termasuk pernyataannya tentang kemungkinan “menghapus seluruh peradaban” di tengah perang melawan Iran.

Baca juga: Terungkap, Trump Sengaja Tampil Ofensif dan Tak Terduga demi Tekan Iran

Tag:  #bergejolak #wacana #pemakzulan #trump #kian #menguat

KOMENTAR