Tak Percaya Trump, Iran Anggap Perpanjangan Gencatan Senjata Taktik Serangan Mendadak
Personel Angkatan Laut Amerika Serikat saat berjaga di kapal USS Monterey (CG 61) yang sedang transit di Selat Hormuz pada 3 Juni 2021.(US NAVY/CHELSEA PALMER via AFP)
07:14
22 April 2026

Tak Percaya Trump, Iran Anggap Perpanjangan Gencatan Senjata Taktik Serangan Mendadak

- Perpanjangan gencatan senjata yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dianggap Iran sebagai taktik mengulur waktu untuk serangan mendadak.

Hal tersebut disampaikan penasihat Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, Mahdi Mohammadi, dalam unggahan di platform media sosial X, Rabu (22/4/2026) dini hari.

"Perpanjangan gencatan senjata oleh Trump jelas berarti mengulur waktu untuk serangan mendadak. Sudah saatnya Iran mengambil inisiatif," tulis Mohammadi dalam unggahannya. 

Baca juga: Trump Tiba-tiba Umumkan Gencatan Senjata AS-Iran Diperpanjang

"Perpanjangan gencatan senjata oleh Trump tidak berarti apa-apa," sambungnya.

Dia juga menyebut bahwa AS merupakan pihak yang mengalami kerugian dalam konflik yang masih berkecamuk ini.

"Pihak yang kalah tidak dapat menentukan syaratnya," tambahnya. 

Di samping itu, dia juga mengomentari blokade AS yang masih berlanjut saat gencatan senjata sama saja merupakan sebuah pelanggaran.

Baca juga: Setelah Gencatan Senjata AS-Iran Berakhir

"Melanjutkan pengepungan tidak berbeda dengan pengeboman dan harus ditanggapi secara militer," ujar Mohammadi, sebagaimana dilansir The Guardian.

Sebelumnya,  Trump resmi mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran pada Selasa (21/4/2026) waktu setempat. 

Melalui unggahan di akun media sosial Truth Social miliknya, Trump menyatakan gencatan senjata diperpanjang hingga Iran datang dengan usulan konkret.

Kendati demikian, Trump menegaskan bahwa AS tidak akan melonggarkan tekanan militer, sebagaimana dilansir AFP.

Baca juga: Presiden AS Trump Tidak Ingin Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran

Dia memastikan blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan tetap berjalan.

"Saya telah menginstruksikan militer kami untuk melanjutkan blokade dan, dalam segala hal lainnya, tetap siap dan mampu," tulis Trump di Truth Social.

"Dan oleh karena itu akan memperpanjang gencatan senjata sampai proposal mereka diajukan, dan diskusi diselesaikan, dengan satu atau lain cara," lanjutnya.

Trump mengeklaim bahwa kebuntuan dalam proses dialog ini merupakan dampak dari gejolak internal di pemerintahan Iran. 

Baca juga: Saling Ancam Jelang Gencatan Senjata, Iran Klaim Punya Kartu Baru di Medan Perang

Dia juga mengungkapkan bahwa keputusan untuk menunda serangan militer diambil setelah adanya permintaan dari para pemimpin Pakistan.

"Berdasarkan fakta bahwa Pemerintah Iran sedang mengalami keretakan yang serius, dan atas permintaan Marsekal Lapangan Asim Munir serta Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, kami diminta untuk menunda serangan terhadap Iran," tulis Trump.

Keputusan ini diumumkan Trump hanya beberapa jam sebelum masa gencatan senjata sebelumnya diperkirakan berakhir.

Baca juga: Detik-detik Berakhirnya Gencatan Senjata AS-Iran, Damai atau Perang Lagi?

Tag:  #percaya #trump #iran #anggap #perpanjangan #gencatan #senjata #taktik #serangan #mendadak

KOMENTAR