Presiden AS Trump Tidak Ingin Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menirukan gerakan menembakkan senjata saat berbicara tentang perang Iran, di Ruang Konferensi Pers James S Brady, Gedung Putih, Washington DC, 6 April 2026. Perdebatan soal kondisi mental Donald Trump memicu pertanyaan publik tentang demensia, termasuk gejala dan bagaimana cara memastikan diagnosisnya secara medis.(AFP/KENT NISHIMURA)
20:42
21 April 2026

Presiden AS Trump Tidak Ingin Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran

- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa (21/4/2026) menyatakan kurang berminat untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Iran

Adapun batas waktu gencatan senjata antara Washington dan Teheran adalah Rabu (22/4/2026) malam.

“Saya tidak ingin melakukan itu,” kata Trump dalam wawancara dengan CNBC saat ditanya apakah ia akan memperpanjang gencatan senjata, dikutip dari CNN, Selasa (21/4/2026).

“Kita tidak punya banyak waktu, karena pada saat kedua pihak sampai di sana, seperti yang Anda ketahui, mereka baru saja mendapat persetujuan untuk melanjutkan – yang saya tahu akan mereka lakukan – saya rasa mereka tidak punya pilihan. Mereka harus bernegosiasi,” jelasnya.

Baca juga: AS-Iran Perlu Berunding dengan Tenang, Trump Disebut Terlalu Bertele-tele


Ketika ditanya tentang dampak ancamannya untuk mengebom jembatan dan pembangkit listrik di Iran, Trump menegaskan hal itu akan merugikan Iran secara militer.

“Ini bukan pilihan saya, tetapi ini juga akan merugikan mereka secara militer. Mereka menggunakan jembatan-jembatan itu untuk senjata mereka, untuk pergerakan rudal mereka,” ujar Trump.

Dia mengatakan Iran memiliki insentif yang baik untuk membuat kesepakatan dengan AS, menyebut orang-orang Teheran luar biasa, tetapi kepemimpinannya keras.

“Jika (Iran) mencapai kesepakatan, mereka dapat menjadikan diri mereka sebagai negara yang kuat lagi, negara yang hebat lagi,” kata dia.

Baca juga: Trump Siap Bertemu Pemimpin Iran, Tegaskan Tak Ada yang Main-main

Trump yakin AS ada di posisi yang lebih kuat

Personel Angkatan Laut Amerika Serikat saat berjaga di kapal USS Monterey (CG 61) yang sedang transit di Selat Hormuz pada 3 Juni 2021.US NAVY/CHELSEA PALMER via AFP Personel Angkatan Laut Amerika Serikat saat berjaga di kapal USS Monterey (CG 61) yang sedang transit di Selat Hormuz pada 3 Juni 2021.

Donald Trump juga yakin bahwa AS akan mendapatkan kesepakatan yang bagus dengan Iran karena berada di posisi tawar yang kuat.

“Saya rasa mereka tidak punya pilihan... Kita berada dalam posisi tawar yang sangat, sangat kuat," kata Trump dilansir CNBC, Selasa (21/4/2026).

Dia menyebut, AS telah melumpuhkan Angkatan Laut, Angkatan Udara, bahkan para pemimpin Teheran.

“Terus terang, kami telah menyingkirkan para pemimpin mereka, yang memang memperumit keadaan dalam satu hal, tetapi para pemimpin ini jauh lebih rasional,” ujar Trump.

Baca juga: Pelik, Trump Tak Mau Cabut Blokade Tanpa Kesepakatan, Iran Bersikukuh Sebaliknya

“Ini adalah perubahan rezim, apa pun sebutannya, yang bukan sesuatu yang saya katakan akan saya lakukan, tetapi saya telah melakukannya secara tidak langsung,” sambung dia.

Trump menambahkan bahwa militer AS siap beraksi jika kesepakatan dengan Teheran tidak tercapai.

Ia mengeklaim telah menggunakan periode gencatan senjata untuk mengisi kembali persediaan peralatan dan siap untuk melanjutkan serangan terhadap Iran.

“Kita sudah siap. Kita punya begitu banyak amunisi, begitu banyak segalanya… kita telah menggunakan ini untuk mengisi kembali persediaan dan mereka mungkin juga telah melakukan sedikit pengisian kembali,” jelas Trump.

Tag:  #presiden #trump #tidak #ingin #perpanjang #gencatan #senjata #dengan #iran

KOMENTAR