IRGC Ancam Serang Fasilitas Minyak Negara Teluk yang Bantu AS
Pasukan Iran menembakkan rudal dalam latihan militer di Pantai Makran, Teluk Oman, dekat Selat Hormuz, 31 Desember 2022. Selat Hormuz kini menjadi titik konflik terbaru antara Iran dan Amerika Serikat.(MILITER IRAN via AFP)
11:36
22 April 2026

IRGC Ancam Serang Fasilitas Minyak Negara Teluk yang Bantu AS

- Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengancam negara-negara kawasan Teluk jika mengizinkan wilayah atau fasilitas mereka digunakan musuh untuk menyerang Iran.

Menurut kantor berita pemerintah, Fars, militer Iran akan menyerang lokasi produksi minyak jika negara-negara tetangga melakukan hal tersebut.

"Mereka harus mengucapkan selamat tinggal pada produksi minyak di kawasan Timur Tengah," kata komandan Angkatan Udara IRGC dilansir CNN, Rabu (22/4/2026).

Peringatan ini muncul setelah beberapa negara di Teluk Persia sebelumnya mengizinkan wilayah mereka digunakan oleh musuh-musuh Iran untuk melancarkan serangan.

Baca juga: Trump Semakin Berubah-ubah soal Iran, Rusak Norma Waktu Presiden


“Sekarang, jika ini terus berlanjut, jalur ekonomi mereka akan berada dalam risiko serius,” tambah pernyataan itu, tanpa menyebutkan negara mana yang dimaksud.

Komandan tersebut juga mengumumkan bahwa daftar target Iran telah meluas melampaui instalasi militer dan kini mencakup ladang minyak dan kilang minyak utama di seluruh Timur Tengah.

Ia juga menyebutkan lokasi spesifik di Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Kuwait, Qatar, dan Bahrain, menurut Fars News.

Banyak dari negara-negara Teluk tersebut adalah sekutu Washington, beberapa di antaranya menjadi tuan rumah pangkalan militer Amerika Serikat (AS).

Baca juga: AS Blokir Dollar ke Irak untuk Menekan Milisi Pendukung Iran

Trump perpanjang gencatan senjata

Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menyampaikan pidato kenegaraan mengenai konflik Timur Tengah di Cross Hall, Gedung Putih, Washington DC, 1 April 2026.AFP/POOL/ALEX BRANDON Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menyampaikan pidato kenegaraan mengenai konflik Timur Tengah di Cross Hall, Gedung Putih, Washington DC, 1 April 2026.

Presiden AS Donald Trump secara tiba-tiba mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran pada Selasa (21/4/2026) malam waktu setempat.

Dikutip dari Kompas.com, Rabu (22/4/2026), Trump menyatakan, gencatan senjata diperpanjang hingga Iran datang dengan usulan konkret.

Kendati demikian, Trump menegaskan bahwa AS tidak akan melonggarkan tekanan militer. Dia memastikan blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan tetap berjalan.

Trump beralasan, perpanjangan gencatan senjata dengan Iran dilakukan untuk memberi ruang kelanjutan perundingan damai.

Baca juga: Iran Tolak Gencatan Sepihak Trump, Sebut Tuntutan AS Melampaui Kerangka Kesepakatan

Menurutnya, perpanjangan ini dilakukan atas permintaan mediator Pakistan, sekaligus memberi waktu bagi Iran yang disebutnya masih “terpecah” dalam menyusun proposal.

“Saya... Mengarahkan militer kita untuk melanjutkan blokade, dan dalam semua hal lainnya, tetap siap dan mampu. Oleh karena itu, gencatan senjata akan diperpanjang sampai proposal mereka (Iran) diajukan,” tulis Trump di media sosial, dikutip dari AFP.

Sikap ini berbeda dari pernyataan sebelumnya, ketika Trump sempat mengindikasikan tidak akan memperpanjang gencatan senjata, bahkan mengancam akan melanjutkan pengeboman.

Tag:  #irgc #ancam #serang #fasilitas #minyak #negara #teluk #yang #bantu

KOMENTAR