155,8 Juta Penumpang Nikmati Tarif Kereta Bersubsidi Sejak Awal 2026
Ilustrasi kereta api di Stasiun Purwokerto, Jawa Tengah.(KOMPAS.COM/DOK PT KAI DAOP 5 PURWOKERTO)
13:48
17 Mei 2026

155,8 Juta Penumpang Nikmati Tarif Kereta Bersubsidi Sejak Awal 2026

Program subsidi tarif yang disalurkan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan pada berbagai layanan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dimanfaatkan sebanyak 155.809.294 pelanggan selama periode Januari hingga April 2026.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pelanggan KA Jarak Jauh dan KA Lokal bersubsidi dengan skema Public Service Obligation (PSO) pada Januari–April 2026 mencapai 6.221.378 pelanggan.

Selain layanan KA Jarak Jauh dan Lokal yang dikelola KAI, pemerintah juga memberikan subsidi tarif pada seluruh layanan Commuter Line dan LRT Jabodebek serta sebagian layanan yang dikelola KAI Bandara.

Baca juga: KAI: 685.000 Tiket Terjual Saat Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus

Sejumlah penumpang antre menunggu kedatangan KRL Commuter Line saat hari pertama kerja pascalibur Lebaran di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin (30/3/2026). Kepadatan penumpang KRL Commuter Line terjadi di Stasiun Bogor dengan didominasi para pekerja yang kembali ke rutinitas setelah menjalani libur Lebaran. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah Sejumlah penumpang antre menunggu kedatangan KRL Commuter Line saat hari pertama kerja pascalibur Lebaran di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin (30/3/2026). Kepadatan penumpang KRL Commuter Line terjadi di Stasiun Bogor dengan didominasi para pekerja yang kembali ke rutinitas setelah menjalani libur Lebaran.

Layanan yang dikelola KAI Commuter mencatat volume pelanggan sebanyak 136.585.949 pelanggan pada Januari–April 2026.

Sementara itu, LRT Jabodebek melayani 10.667.038 pelanggan pada Januari–April 2026.

Pada layanan bersubsidi yang dikelola KAI Bandara, total pelanggan Januari–April 2026 mencapai 2.334.929 pelanggan.

Layanan tersebut meliputi KA YIA Reguler yang melayani konektivitas menuju Yogyakarta International Airport, serta KA Srilelawangsa relasi Medan–Kualanamu dan Medan–Binjai yang selama ini menjadi bagian penting mobilitas masyarakat di Sumatra Utara.

Baca juga: KAI Properti Buka Lowongan Kerja PJL, Usia 45 Tahun Bisa Daftar

“Bagi sebagian masyarakat Indonesia, kereta api telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Ada pekerja yang berangkat sebelum matahari terbit demi mencari nafkah untuk keluarga,” kata Anne dalam keterangan resmi, dtulis pada Minggu (17/5/2026).

“Ada pelajar dan mahasiswa yang menempuh perjalanan jauh untuk mengejar pendidikan. Ada pedagang kecil yang membawa barang dagangan agar usaha tetap berjalan dari satu kota ke kota lainnya,” lanjut Anne.

Ilustrasi LRT Jabodebek. LRT Jabodebek Ilustrasi LRT Jabodebek.

Anne mengatakan, di berbagai wilayah yang telah terhubung jaringan rel, kereta api tumbuh menjadi transportasi publik yang menjaga mobilitas masyarakat tetap bergerak dengan tarif yang terjangkau.

Kehadiran layanan tersebut turut membuka akses ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga aktivitas sosial masyarakat setiap hari.

Baca juga: KAI Bangun Uji Coba Palang Pintu Baru di Kawasan Ampera dekat Stasiun Bekasi Timur

Di balik perjalanan-perjalanan tersebut, negara hadir melalui skema PSO atau subsidi tarif angkutan kereta api dari Pemerintah melalui DJKA.

Anne mengatakan, layanan PSO menjadi salah satu penopang penting mobilitas masyarakat karena memberikan akses transportasi massal yang aman, efisien, dan terjangkau di berbagai daerah.

Kehadiran layanan ini juga membantu menjaga keterhubungan antarwilayah dan mendukung aktivitas produktif masyarakat.

“Di dalam satu perjalanan kereta api, ada harapan masyarakat yang sedang bergerak. Ada orang tua yang bekerja demi keluarga, ada anak muda yang mengejar pendidikan, ada pedagang yang menjaga usahanya tetap berjalan. Karena itu, layanan Public Service Obligation memiliki arti penting dalam menjaga ruang mobilitas masyarakat tetap terbuka dan terjangkau,” ujar Anne.

Baca juga: Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus, KAI Jual 584.695 Tiket Kereta

Anne menambahkan, tingginya volume pelanggan menunjukkan transportasi publik berbasis rel semakin dipercaya masyarakat untuk mendukung mobilitas harian secara aman, efisien, dan berkelanjutan.

Menurut Anne, layanan PSO juga menunjukkan pentingnya keberlanjutan dukungan pemerintah terhadap transportasi publik berbasis rel agar manfaat konektivitas dan keterjangkauan dapat terus dirasakan masyarakat luas.

“Kereta api menjadi bagian dari ruang gerak masyarakat sehari-hari. Ketika layanan yang aman dan terjangkau dapat diakses masyarakat, aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial dapat terus berjalan dengan baik,” ujar Anne.

“Karena itu, keberlanjutan layanan transportasi publik berbasis rel menjadi hal penting bagi mobilitas masyarakat Indonesia,” tegas dia.

Tag:  #1558 #juta #penumpang #nikmati #tarif #kereta #bersubsidi #sejak #awal #2026

KOMENTAR