Militer Iran Siaga Tempur 100 Persen Tantang Serangan AS Meski Status Gencatan Senjata Diperpanjang
Ribuan perempuan dan remaja putri turun ke jalan bersama warga Iran lainnya di Teheran pada 17 April 2026. [Tasnim News/Hossein Zohrevand]
13:56
22 April 2026

Militer Iran Siaga Tempur 100 Persen Tantang Serangan AS Meski Status Gencatan Senjata Diperpanjang

Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran secara resmi menetapkan status siaga tertinggi bagi seluruh personel militer.

Langkah ini merupakan respons langsung terhadap ancaman berulang yang dilontarkan otoritas Amerika Serikat di tengah situasi kawasan yang tidak menentu.

Dikutip dari Anadolu, Iran menegaskan kesiapan tempur mereka tidak akan surut meskipun ada klaim perpanjangan gencatan senjata dari pihak Washington.

Iran waspada serangan AS dan siap membalas penyitaan kapal kargo di Teluk Oman segera. (GEMINI AI)Iran waspada serangan AS dan siap membalas penyitaan kapal kargo di Teluk Oman segera. (GEMINI AI)

Negara tersebut telah mengunci daftar target strategis yang akan dihancurkan seketika jika agresi baru pecah.

Kesiagaan ini muncul sebagai bentuk proteksi kedaulatan atas tindakan provokatif di wilayah perairan internasional.

Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, mengonfirmasi kekuatan penuh pasukannya saat ini.

“Pasukan kami yang cakap dan kuat telah lama berada dalam keadaan siaga 100 persen dan siap serta siap beraksi,” kata Zolfaghari.

Zolfaghari memastikan bahwa serangan balasan akan dilakukan secara instan terhadap objek yang telah mereka petakan sebelumnya.

“Jika terjadi agresi dan tindakan apa pun terhadap Republik Islam Iran, pasukan Iran akan segera dan dengan kuat menyerang target yang telah ditentukan sebelumnya,” ujarnya tegas.

Sikap militer ini tetap keras meskipun Donald Trump menyebut adanya upaya damai melalui mediator Pakistan.

Dugaan Pembajakan Kapal di Laut Oman

Ketegangan di lapangan justru dipicu oleh insiden maritim yang melibatkan kapal dagang milik Iran, Toska.

Pasukan militer Amerika Serikat dituding melakukan penyerangan dan penyitaan kapal sipil tersebut di sekitar Pantai Iran.

Kedutaan Besar Iran untuk PBB melayangkan protes keras dan menyebut tindakan tersebut sebagai praktik kriminal.

Otoritas Teheran menilai serangan pada 19 April 2026 itu sebagai pelanggaran hukum internasional yang sangat fatal.

Mereka juga menyoroti adanya tekanan mental yang dialami oleh para awak kapal akibat intimidasi militer AS.

Laporan resmi kini telah berada di meja Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Dewan Keamanan.

“Serangan terhadap kapal sipil ini merupakan pelanggaran berat dan nyata terhadap prinsip-prinsip dasar hukum internasional,” tulis pernyataan misi Iran.

Tindakan penyitaan kapal berbendera Iran di Laut Oman dianggap merusak tatanan keselamatan navigasi dunia.

“Intimidasi yang disengaja dan teror psikologis yang ditimbulkan kepada awak kapal dan keluarga mereka semakin memperparah sifat buruk dari tindakan ini,” tambah pernyataan tersebut.

Teheran menyebut eskalasi ini memiliki ciri khas pembajakan yang membahayakan keamanan jalur pelayaran vital global.

Perselisihan ini semakin runcing setelah AS tetap mempertahankan blokade angkatan laut di pelabuhan-pelabuhan utama Iran.

Meski Trump mengklaim adanya perpanjangan gencatan senjata, tekanan ekonomi dan militer di laut terus berjalan.

Iran merespons kebijakan tersebut melalui jalur diplomatik di PBB sembari memperkuat baris pertahanan militer di darat dan laut.

Insiden kapal Toska menjadi titik baru yang dianggap Iran sebagai pelanggaran nyata terhadap kesepakatan damai sementara.

Hingga saat ini, stabilitas di Laut Oman tetap berada pada titik terendah seiring dengan ancaman serangan balasan.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Tag:  #militer #iran #siaga #tempur #persen #tantang #serangan #meski #status #gencatan #senjata #diperpanjang

KOMENTAR