Trump Ejek Iran Kehabisan Uang, Sebut Teheran Rugi Rp 8,6 Triliun Sehari Imbas Blokade
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan sindiran keras terhadap Iran dengan menyebut negara itu tengah kehabisan uang di tengah tekanan blokade Amerika Serikat.
Ia mengeklaim Teheran kehilangan hingga 500 juta dollar AS (sekitar Rp 8,6 triliun) per hari akibat terhambatnya ekspor minyak.
Menurut Trump, kondisi tersebut membuat ekonomi Iran berada di ambang keruntuhan.
Baca juga: Iran Mulai Raup Uang dari Selat Hormuz, Kebijakan Tarif Kapal Resmi Berjalan
Pernyataan itu muncul saat ia memutuskan memperpanjang gencatan senjata di tengah ketegangan di Selat Hormuz.
Trump klaim Iran “kolaps finansial”
Trump menyatakan, Iran sangat bergantung pada terbukanya Selat Hormuz untuk menjaga pemasukan negaranya.
Ia menuding pernyataan Iran yang ingin menutup selat tersebut hanya upaya menyelamatkan muka di tengah tekanan blokade AS.
“Iran tidak ingin Selat Hormuz ditutup, mereka ingin tetap terbuka agar bisa menghasilkan 500 juta dolar per hari (yang berarti itulah yang mereka kehilangan jika ditutup!),” kata Trump pada Selasa (21/4/2206) dalam unggahan di Truth Social, seperti dikutip Fox News.
Ia juga mengeklaim Iran kini berada dalam kondisi ekonomi yang sangat tertekan.
“Iran sedang runtuh secara finansial! Mereka ingin Selat Hormuz segera dibuka—kehabisan uang! Kehilangan 500 juta dollar AS per hari. Militer dan polisi mengeluh karena tidak dibayar. SOS!!!” tulisnya.
AS perpanjang gencatan senjata
Dalam pernyataan lain, Trump mengatakan, pihaknya memutuskan memperpanjang gencatan senjata untuk memberi ruang bagi negosiasi. Keputusan itu, menurutnya, juga dipengaruhi permintaan dari Pakistan.
“Berdasarkan fakta bahwa pemerintah Iran sangat terpecah, sebagaimana diduga, dan atas permintaan Field Marshal Asim Munir serta Perdana Menteri Shehbaz Sharif dari Pakistan, kami diminta menahan serangan terhadap Iran sampai para pemimpin mereka dapat menyusun proposal yang terpadu,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Saya telah mengarahkan militer kami untuk melanjutkan blokade dan tetap siap dalam segala hal, dan dengan demikian akan memperpanjang gencatan senjata sampai proposal mereka diajukan dan pembahasan selesai, apa pun hasilnya.”
Baca juga: Terinspirasi Iran, Indonesia Ingin Pungut Tarif Kapal di Selat Malaka
Iran sebut blokade tindakan perang
Selat Hormuz. Daftar Jalur Distribusi Minyak Paling Penting di Dunia, Nomor 1 Bukan Selat Hormuz
Sementara itu, Iran menolak keras langkah Amerika Serikat yang memblokade pelabuhannya.
Menteri Luar Negeri Seyed Abbas Araghchi menyebut tindakan tersebut melanggar kesepakatan gencatan senjata.
“Memblokade pelabuhan Iran adalah tindakan perang dan karenanya merupakan pelanggaran terhadap gencatan senjata. Menyerang kapal komersial dan menyandera awaknya adalah pelanggaran yang lebih besar,” ujarnya dalam unggahan di X.
Ia menegaskan, Iran siap menghadapi tekanan tersebut. “Iran tahu bagaimana menetralkan pembatasan, bagaimana mempertahankan kepentingannya, dan bagaimana melawan intimidasi.”
Reaksi analis soal klaim Trump
Meski tekanan ekonomi meningkat, sejumlah analis menilai bahwa dampak blokade belum sampai membuat Iran kolaps. Mereka menyebut efek nyata terhadap ekonomi Iran sejauh ini masih terbatas.
Dilansir AFP, ekonom dari Universitas Shahid Beheshti, Saeed Laylaz, mengatakan, dampak serius baru akan terasa jika blokade berlangsung lebih lama.
“Jika blokade berlangsung lebih dari dua atau tiga bulan, itu bisa menyebabkan kerusakan yang lebih besar,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa dampaknya tidak hanya dirasakan Iran.
“Jika Iran mengalami kerusakan, kerusakan terhadap negara-negara di selatan Teluk Persia pasti akan lebih besar,” tambahnya.
Analis lain, Jamie Ingram dari Middle East Economic Survey, menilai tekanan terhadap Iran memang ada, namun belum cukup untuk memaksa perubahan cepat.
“Kemungkinan besar Iran akan sedikit mengurangi produksi sebelum mencapai tahap di mana keterbatasan penyimpanan mulai terasa,” katanya.
Menurutnya, “Akan butuh waktu lama sebelum tekanan ekonomi seperti ini memaksa Iran untuk berkompromi.”
Baca juga: Ada Blokade AS, 10 Juta Barrel Minyak Disebut Masih Bisa Keluar Iran
Tag: #trump #ejek #iran #kehabisan #uang #sebut #teheran #rugi #triliun #sehari #imbas #blokade