Reza Pahlavi Disiram Cairan Merah di Berlin, Pelaku Langsung Ditangkap
- Putra Mahkota Iran di pengasingan, Reza Pahlavi, disiram cairan merah oleh orang tak dikenal saat meninggalkan sebuah gedung di Berlin, Jerman, Kamis (23/4/2026).
Insiden tersebut terjadi tepat setelah Pahlavi menyelesaikan pengarahan pers.
Meski bagian belakang jas dan lehernya terkena lumuran cairan, Pahlavi tampak tidak terluka, sebagaimana dilansir Associated Press.
Baca juga: Reza Pahlavi Kecewa Rezim Iran Tak Runtuh, Sesalkan Gencatan Senjata
Dia juga sempat melambaikan tangan kepada para pendukungnya sebelum masuk ke mobil dan meninggalkan lokasi.
Pihak kepolisian setempat segera menahan terduga pelaku di lokasi kejadian. Berdasarkan keterangan polisi, cairan merah tersebut diduga merupakan jus tomat.
Reza Pahlavi (65) adalah putra dari mantan Syah Iran yang digulingkan dalam revolusi tahun 1979.
Meski telah hidup di pengasingan selama hampir 50 tahun, Pahlavi terus berupaya memposisikan dirinya sebagai aktor penting dalam masa depan Iran.
Padahal, tingkat dukungannya di dalam negeri masih belum dapat dipastikan.
Bersamaan dengan kunjungannya di Berlin, ratusan pendukungnya dilaporkan menggelar aksi demonstrasi di dekat gedung parlemen Jerman.
Pahlavi sendiri tidak dijadwalkan bertemu dengan perwakilan pemerintah Jerman selama kunjungan tersebut.
Baca juga: Trump Cawe-cawe Pilih Pemimpin Tertinggi Iran, Tak Tunjuk Reza Pahlavi atau Mojtaba
Kritik terhadap diplomasi
Dalam keterangannya sebelum insiden penyiraman, Pahlavi melontarkan kritik tajam terhadap kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS)dan Iran.
Menurutnya, kesepakatan tersebut didasari asumsi keliru bahwa pemerintah Iran akan mengubah perilaku mereka secara mendadak.
"Anda seolah-olah akan berurusan dengan orang-orang yang tiba-tiba menjadi pragmatis. Saya tidak melihat hal itu terjadi," ujar Pahlavi.
Dia menambahkan bahwa upaya diplomasi yang dilakukan selama ini dianggap sudah lebih dari cukup.
Baca juga: Reza Pahlavi Tak Masuk Daftar, Trump Lebih Pilih Sosok Internal untuk Pimpin Iran
"Saya tidak mengatakan diplomasi tidak boleh diberi kesempatan, tetapi saya pikir diplomasi sudah diberi cukup kesempatan," tegasnya.
Pahlavi, yang secara terbuka mendukung intervensi militer AS-Israel di Timur Tengah, juga mendesak negara-negara Eropa untuk lebih aktif mendukung rakyat Iran dalam memperjuangkan demokrasi.
Dia mengeklaim, otoritas Iran telah mengeksekusi 19 tahanan politik dalam dua minggu terakhir, sementara 20 orang lainnya kini terancam hukuman mati.
"Apakah dunia bebas akan melakukan sesuatu, atau hanya menonton pembantaian ini dalam diam?" pungkasnya.
Baca juga: Mengenal Reza Pahlavi, Putra Mahkota Iran yang Diasingkan, Dekat dengan AS dan Israel
Respons Pemerintah Jerman
Berseberangan dengan pernyataan Pahlavi, Pemerintah Jerman justru menunjukkan sikap optimistis terhadap jalur diplomasi.
Satu jam setelah insiden penyiraman tersebut, Kanselir Jerman Friedrich Merz merilis pernyataan yang menyambut baik perpanjangan gencatan senjata.
"Ini merupakan peluang penting untuk melanjutkan negosiasi diplomatik di Islamabad dengan tujuan menciptakan perdamaian dan mencegah eskalasi perang lebih lanjut. Teheran harus memanfaatkan kesempatan ini," bunyi pernyataan Merz.
Baca juga: Pemimpin Iran Khamenei Meninggal, Bagaimana Reaksi Reza Pahlavi?
Tag: #reza #pahlavi #disiram #cairan #merah #berlin #pelaku #langsung #ditangkap