Militer Iran Kukuh Kendalikan Selat Hormuz, Siap Hadapi Blokade AS
- Markas Besar Hazrat Khatam al-Anbiya di Iran memperingatkan akan mengambil tindakan tegas jika Amerika Serikat (AS) terus melakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
AS akan menghadapi “reaksi dari angkatan bersenjata Iran yang tangguh”, demikian dilaporkan kantor berita Tasnim Iran, dilansir Al Jazeera, Sabtu (25/4/2026).
Komando militer menegaskan selalu siap untuk bergerak sembari memantau pergerakan pasukan AS yang ada di kawasan Teluk Persia.
Baca juga: AS dan Iran Sama-sama Dianggap Langgar Hukum Internasional di Selat Hormuz
“Kami siap dan bertekad, sambil memantau perilaku dan pergerakan musuh di kawasan ini dan terus mengelola serta mengendalikan Selat Hormuz yang strategis.”
“(Pengendalian itu) untuk menimbulkan kerusakan yang lebih besar lagi pada musuh-musuh Zionis Amerika jika terjadi agresi lain,” tegasnya.
Dia menekankan bahwa angkatan bersenjatanya memiliki kekuatan dan kesiapan yang lebih besar dari sebelumnya untuk mempertahankan kedaulatan, wilayah, dan kepentingan nasional.
“Tentara negara ini telah merasakan sebagian dari kekuatan dan kemampuan ofensif tersebut selama Perang Ketiga yang dipaksakan,” lanjut pernyataannya.
Baca juga: Jerman Turun Tangan Bersihkan Ranjau di Selat Hormuz, Siap Kirim Kapal
Iran baru pakai sebagian kekuatan rudal dalam perang
Ilustrasi rudal.
Sebelumnya, juru bicara Kementerian Pertahanan Iran mengatakan sebagian besar kemampuan rudal Teheran belum digunakan sepenuhnya dalam perang melawan AS.
Jenderal Reza Talaei-Nik mengatakan, pasukan Iran mempertahankan keunggulan sepanjang konflik, menurut laporan Anadolu, Sabtu (25/4/2026).
"Pasukan kami mempertahankan superioritas udara penuh atas wilayah pendudukan Zionis (Israel), dan sebagian dari kemampuan rudal kami digunakan selama perang 40 hari tersebut," kata dia
Baca juga: Teknisi Angkatan Laut AS Diserang Monyet Saat Akan Menuju Selat Hormuz
Mengenai konfrontasi angkatan laut, ia mengklaim kapal perang musuh berulang kali mundur ratusan kilometer dari Laut Oman sebagai tanggapan terhadap tindakan tegas pasukan Iran.
Untuk diketahui, pelayaran melalui Selat Hormuz telah terganggu parah sejak AS dan Israel memulai perang melawan Iran pada 28 Februari 2026.
Kondisi tersebut mengguncang pasar energi global dan meningkatkan kekhawatiran akan kerusakan ekonomi yang berkepanjangan.
Tag: #militer #iran #kukuh #kendalikan #selat #hormuz #siap #hadapi #blokade