Media Asing Ramai Bahas Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur
Tabrakan dua kereta, KA Argo Bromo Anggrek dan kereta rel listrik (KRL), di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam menjadi sorotan berbagai media internasional.
Insiden itu menewaskan sedikitnya empat hingga lima orang dan menyebabkan puluhan lainnya harus mendapat perawatan medis di rumah sakit.
Sejumlah penumpang dilaporkan terjebak di dalam gerbong yang ringsek, memicu kepanikan dan operasi penyelamatan besar-besaran.
Baca juga: Dua Kereta Tabrakan Adu Banteng di Denmark, 17 Terluka dan 5 Kritis
Reuters mengulas proses evakuasi
Petugas mengamati lokomotif yang masuk ke dalam gerbong KRL Commuterline akibat tabrakan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Hingga menjelang dini hari, Basarnas masih berusaha mengevakuasi penumpang KRL yang terjepit akibat tabrakan KRL Commuterline dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (27/4/2026). ANTARA FOTO/Paramayuda/rwa.
Reuters dalam artikel berjudul "At least four killed in train collision on outskirts of Indonesian capital" megulas tentang angka korban serta detail teknis evakuasi di lapangan.
Reuters melaporkan sedikitnya empat orang tewas dan 38 lainnya terluka. Juru bicara operator kereta komuter, Karina Amanda, mengatakan bahwa pihaknya “fokus pada evakuasi penumpang dan awak kereta.”
Media ini juga menyoroti upaya penyelamatan yang melibatkan peralatan berat. Para petugas terlihat menggunakan pemotong logam untuk membebaskan penumpang yang terjebak di dalam rangka gerbong yang hancur. Setidaknya 20 ambulans dikerahkan di lokasi kejadian.
Selain itu, Reuters memastikan adanya investigasi penyebab tabrakan yang akan dilakukan otoritas setempat.
“Investigasi terhadap insiden ini masih berlangsung,” kata Kepala Kepolisian Jakarta, Asep Edi Suheri.
AFP memberitakan kesaksian mencekam
AFP dalam laporannya berjudul "Trains collide near Jakarta, killing five, injuring dozens" menyoroti dramatisnya situasi di lokasi kejadian, terutama dari sudut pandang korban dan proses evakuasi yang berlangsung intens.
Seorang korban selamat, Sausan Sarifah (29), menggambarkan momen mengerikan saat kereta jarak jauh menabrak kereta komuter yang ia tumpangi.
“Saya pikir saya akan mati,” ujarnya dari ranjang rumah sakit.
Ia menuturkan, “Semuanya terjadi begitu cepat, dalam hitungan detik.”
Menurutnya, tabrakan terjadi saat kereta berhenti di Stasiun Bekasi Timur dan para penumpang bersiap turun.
“Tidak ada waktu untuk keluar, dan semua orang akhirnya bertumpuk di dalam kereta, saling terhimpit,” katanya. Ia bahkan mengaku sempat takut mati kehabisan napas di tengah tumpukan manusia.
Baca juga: Kereta Lintas Negara Malaysia–Singapura Segera Beroperasi, 5 Menit Sampai
AFP juga menyoroti skala besar operasi penyelamatan yang masih berlangsung hingga dini hari. Juru bicara KAI, Anne Purba, menyebut lima orang tewas dan 79 lainnya masih dirawat di rumah sakit. Sementara itu, petugas SAR menyatakan, masih ada korban yang terjebak di dalam reruntuhan gerbong.
Selain itu, laporan media asal Perancis ini mengungkap kemungkinan penyebab awal kecelakaan. Seorang juru bicara KAI menyebut sebuah taksi diduga menyenggol kereta komuter di perlintasan sebidang, membuatnya berhenti di rel sebelum akhirnya ditabrak kereta lain.
Sorotan AP pada gerbong khusus perempuan
Sementara itu, Associated Press (AP) dalam laporannya berjudul "Trains collide near Indonesia’s capital, killing at least 4 people" mengangkat aspek berbeda dari kecelakaan ini, yakni keterlibatan gerbong khusus perempuan.
AP melaporkan bahwa kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek menabrak bagian belakang kereta komuter yang berhenti di Stasiun Bekasi Timur, tepatnya pada gerbong khusus perempuan. Gerbong ini merupakan fasilitas umum di Indonesia untuk mengurangi pelecehan di transportasi publik.
Tim penyelamat disebut berupaya menjangkau lima penumpang yang terjebak di gerbong tersebut. Sementara itu, seluruh 240 penumpang kereta jarak jauh dilaporkan selamat.
AP juga menyoroti kepanikan di lokasi kejadian, berdasarkan rekaman televisi lokal dan media sosial yang memperlihatkan penumpang panik serta keluarga korban yang berbondong-bondong mencari kabar.
Lebih luas, AP mengaitkan insiden ini dengan catatan panjang kecelakaan transportasi di Indonesia. Mereka menyinggung beberapa kecelakaan kereta sebelumnya, termasuk tabrakan pada 2024 di Jawa Barat yang menewaskan empat orang, serta insiden-insiden lain yang menunjukkan masalah pada infrastruktur perkeretaapian yang menua.
Baca juga: Bayar Tak Sampai Rp 100.000, Kereta Malaysia-Singapura Cuma 5 Menit
Tag: #media #asing #ramai #bahas #tabrakan #kereta #stasiun #bekasi #timur