Trump Disebut Tak Senang dengan Usulan Terbaru Iran untuk Akhiri Perang, Apa Isinya?
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menyampaikan pidato kenegaraan mengenai konflik Timur Tengah di Cross Hall, Gedung Putih, Washington DC, 1 April 2026.(AFP/POOL/ALEX BRANDON)
10:36
28 April 2026

Trump Disebut Tak Senang dengan Usulan Terbaru Iran untuk Akhiri Perang, Apa Isinya?

Presiden AS Donald Trump disebut tidak senang dengan proposal terbaru Iran terkait upaya mengakhiri perang yang telah berlangsung selama dua bulan terakhir, menurut seorang pejabat AS.

Ketidakpuasan tersebut kembali meredupkan harapan tercapainya kesepakatan damai, di tengah konflik yang telah mengganggu pasokan energi global, memicu inflasi, dan menimbulkan ribuan korban jiwa.

Menurut sumber pejabat AS yang enggan disebutkan namanya kepada Reuters, proposal Iran yang dibahas dalam pertemuan Trump dengan para penasihatnya pada Senin (27/4/2026) mengusulkan agar pembahasan program nuklir Iran ditunda hingga perang berakhir dan sengketa jalur pelayaran di Teluk diselesaikan terlebih dahulu.

Baca juga: Sekutu Sebut AS Dipermalukan Iran di Meja Perundingan, Puji Kemampuan Teheran

Namun, usulan itu dinilai tidak sejalan dengan posisi Amerika Serikat yang menegaskan bahwa isu nuklir harus dibahas sejak awal perundingan.

“Presiden tidak puas dengan pendekatan tersebut,” ujar pejabat AS itu.

Juru bicara Gedung Putih Olivia Wales menegaskan, AS tidak akan bernegosiasi melalui media dan telah menetapkan “garis merah” dalam upaya mengakhiri perang dengan Iran yang dimulai sejak Februari bersama Israel.

Usulan Iran dan dinamika diplomasi

Reuters melaporkan, dalam proposal terbarunya, Iran disebut menginginkan pendekatan bertahap dalam perundingan.

Tahap awal dimulai dengan penghentian perang serta jaminan bahwa Amerika Serikat tidak akan kembali melancarkan serangan.

Baca juga: Selat Hormuz Jadi Taruhan, Iran Minta Isu Nuklir Tak Dibahas Dulu

Setelah itu, pembahasan akan difokuskan pada pencabutan blokade perdagangan laut dan status Selat Hormuz, yang ingin kembali dibuka di bawah kendali Iran.

Baru pada tahap selanjutnya, isu lain termasuk program nuklir Iran akan dibahas. Teheran juga disebut masih menginginkan pengakuan haknya untuk memperkaya uranium untuk tujuan sipil.

Sebelumnya, Iran menegaskan isu nuklirnya tidak akan dibahas sebelum konflik dihentikan sepenuhnya.

Ketegangan meningkat, harga minyak naik

Di tengah kebuntuan negosiasi, harga minyak kembali mengalami kenaikan pada perdagangan awal Asia, Selasa (28/4/2026).

Kenaikan ini dipicu kekhawatiran pasar terhadap terganggunya jalur pelayaran penting di Selat Hormuz, salah satu rute utama distribusi minyak dunia.

Analis pasar Fawad Razaqzada mengatakan bahwa pelaku pasar kini lebih memperhatikan kondisi fisik pengiriman minyak dibandingkan pernyataan politik.

Baca juga: Utusan Khusus Trump Klaim Peluang Italia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026 Capai 50 Persen

“Yang menjadi perhatian bukan lagi retorika, tetapi aliran nyata minyak melalui Selat Hormuz, dan saat ini aliran tersebut masih terbatas,” ujarnya, sebagaimana dilansir CBS News.

Data pelacakan kapal menunjukkan sedikitnya enam kapal tanker minyak Iran terpaksa kembali ke pelabuhan akibat blokade Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir.

Iran mengecam tindakan tersebut sebagai “perompakan di laut lepas”.

Sebelum perang, sekitar 125 hingga 140 kapal padahal bisa melintasi Selat Hormuz setiap hari. Namun dalam beberapa waktu terakhir, jumlah tersebut turun drastis menjadi hanya tujuh kapal dalam satu hari, tanpa membawa minyak untuk pasar global.

Kondisi ini memperkuat kekhawatiran akan terganggunya pasokan energi dunia.

Upaya diplomasi masih buntu

Upaya diplomasi sebelumnya juga dilaporkan mengalami hambatan setelah rencana kunjungan utusan khusus AS Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Islamabad dibatalkan.

Di saat yang sama, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melakukan serangkaian pertemuan di Pakistan, Oman, hingga Rusia.

Di Moskwa, Araghchi bertemu Presiden Vladimir Putin dan mendapatkan dukungan dari Rusia, yang selama ini menjadi sekutu dekat Iran.

Sementara itu, pejabat Iran menyebut proposal yang dibawa Araghchi mengusulkan negosiasi bertahap dengan prioritas penghentian perang terlebih dahulu sebelum isu nuklir dibahas.

Tag:  #trump #disebut #senang #dengan #usulan #terbaru #iran #untuk #akhiri #perang #isinya

KOMENTAR