Pidato di Hadapan Kongres, Raja Charles III Sebut Nasib Barat di Tangan AS-Inggris
- Raja Inggris Charles III menyerukan agar Amerika Serikat (AS) tetap bersama sekutu Barat dalam menghadapi krisis global.
Pesan ini disampaikan sang monarki di tengah meningkatnya ketegangan di internal Barat terkait isu Iran dan Ukraina.
Dalam pidatonya di hadapan Kongres AS pada Selasa (28/4/2026), Raja Charles III menyinggung dinamika hubungan antara Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.
Baca juga: Mahkota Raja Charles III Dilempar Makanan, Polisi Tangkap 4 Orang
Dia menegaskan bahwa kemitraan kedua negara tetap kokoh meski sempat diwarnai perbedaan pendapat.
"Tantangan yang kita hadapi terlalu besar untuk ditanggung oleh satu negara sendirian," ujar Raja Charles III, sebagaimana dilansir AFP.
Dia memperingatkan bahwa tantangan global saat ini memerlukan kerja sama yang lebih erat antara AS dan mitra lamanya.
Di samping itu, Raja Charles juga mengutarakan berbagai topik seperti perubahan iklim, pentingnya NATO, hingga pembatasan kekuasaan kepresidenan dalam pidatonya.
Baca juga: Raja Charles Ikut Berduka atas Banjir Sumatera, Ingatkan Harmonisasi Alam
Sebelumnya, Trump menyambut kedatangan Raja Charles III dan Ratu Camilla di Gedung Putih dengan upacara kenegaraan yang meriah, termasuk dentuman meriam 21 kali. Trump menyebut Inggris sebagai sekutu terdekat AS.
"Dalam berabad-abad sejak kami memenangkan kemerdekaan, rakyat Amerika tidak memiliki teman yang lebih dekat daripada Inggris," kata Trump.
Dia pun juga memuji hubungan spesial dan kemitraan militer kedua negara.
Pidato Raja Charles III di Kongres merupakan yang pertama bagi monarki Inggris sejak Ratu Elizabeth II melakukannya pada 1991.
Baca juga: Raja Charles III Cabut Gelar dan Usir Pangeran Andrew atas Kasus Epstein
Dalam kesempatan tersebut, dia menyebut Kongres sebagai benteng demokrasi dan menyoroti akar hukum yang sama antara kedua negara.
Raja mencatat bahwa Magna Carta telah dikutip dalam lebih dari 160 kasus Mahkamah Agung AS.
Dia pun menekankan prinsip bahwa kekuasaan eksekutif harus tunduk pada sistem pengawasan dan keseimbangan, sebuah pernyataan yang disambut tepuk tangan meriah dari kubu oposisi Demokrat.
Selain nilai-nilai demokrasi, Charles menekankan bahwa kerja sama keamanan, teknologi, dan perdagangan tetap menjadi inti dari aliansi tersebut.
"Ikatan pertahanan, intelijen, dan keamanan kita telah terhubung secara mendalam," tegasnya.
Baca juga: Raja Charles Akan Jadi Penguasa Inggris Pertama dalam 500 Tahun yang Berdoa bersama Paus
Tag: #pidato #hadapan #kongres #raja #charles #sebut #nasib #barat #tangan #inggris