Iran Sulit Pasang Tarif di Selat Hormuz, Negara Teluk Berpihak ke AS
- Rencana Iran untuk memberlakukan tarif tol di Selat Hormuz nampaknya terhambat karena negara-negara di kawasan tersebut berpihak pada Amerika Serikat (AS).
Mereka mengikuti AS untuk menentang rencana tarif tol, saat pertemuan negara-negara Teluk untuk mengoordinasikan respons terhadap krisis Timur Tengah, di Jeddah, Arab Saudi, Selasa (28/4/2026).
“Selama pertemuan tersebut, sejumlah topik dan isu terkait perkembangan regional dan internasional dibahas, serta koordinasi upaya dalam menanggapi hal tersebut,” kata kantor berita Saudi SPA dilansir The New York Post, Selasa.
Para pemimpin Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) berkumpul beberapa hari setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi terbang ke Oman.
Baca juga: Krisis Selat Hormuz: Babak Baru AS-China Rebutan Energi Masa Depan
Negara Teluk tidak ingin Iran pasang tarif tol
Araghchi ke sana membahas kemungkinan kesepakatan yang akan membuat kedua negara yang berbatasan dengan selat tersebut membagi jalur air itu, menurut beberapa sumber AS dan regional kepada The Post.
Namun Oman, yang termasuk di antara negara-negara GCC yang jadi sasaran serangan Iran saat perang, menolak proposal Iran.
Kondisi tersebut menempatkan Teheran dalam posisi sulit karena gagal berupaya menegaskan kedaulatan atas jalur minyak penting tersebut.
“Mereka akan memaafkan, tetapi mereka tidak akan pernah melupakan apa yang telah dilakukan Iran. Mereka tidak tertarik untuk membayar biaya rekonstruksi Iran.”
“Sebagai akibat dari semua ini, mereka tidak akan mengizinkan Iran untuk mengendalikan selat tersebut maupun memungut tol dari kapal-kapal yang melewatinya,” kata sumber yang mengetahui upaya mediasi tentang sekutu-sekutu Teluk.
Baca juga: Kapal Pesiar Mewah Rusia Berhasil Lewati Selat Hormuz, Lolos Blokade Iran
Negara Teluk mengikuti sikap pemerintah AS
Kapal-kapal melintasi Selat Hormuz pada 24 Juni 2025, saat difoto dari pesisir Khasab, Semenanjung Musandam, Oman.
Oman sejalan dengan sikap Presiden AS Donald Trump bahwa Iran tidak diizinkan untuk memungut biaya dari negara-negara lain untuk mendapatkan akses ke selat tersebut.
“Negara-negara GCC mendukung pernyataan pemerintah (AS) bahwa Iran tidak dapat mengendalikan Selat Hormuz, tidak dapat memungut tol, atau menutup selat tersebut kapan pun mereka mau,” kata mantan pejabat Pentagon dan peneliti Atlantic Council, Alex Plitsas, kepada The Post.
Menurutnya, strategi Teheran menyerang negara-negara Teluk untuk menekan Washington justru menjadi bumerang dan memperburuk hubungan dengan negara-negara tetangga.
Baca juga: Bukan di Negara Teluk, Layanan Darurat Kapal Selat Hormuz Ternyata di Inggris
Pertemuan GCC di Jeddah adalah pertemuan pertama yang diadakan sejak perang Iran dimulai pada akhir Februari 2026.
Qatar pada Selasa mengatakan bahwa Doha ingin melihat berakhirnya perang dengan cepat, tetapi harus bersifat permanen.
“Kami tidak ingin melihat kembalinya permusuhan di kawasan ini dalam waktu dekat,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, dalam konferensi pers.
“Kami tidak ingin melihat konflik yang membeku dan akhirnya mencair setiap kali ada alasan politik.”
Tag: #iran #sulit #pasang #tarif #selat #hormuz #negara #teluk #berpihak