Bertambah, AS Habiskan Dana Rp 508 Triliun untuk Perang di Iran
Para pekerja dan sukarelawan Iran berkumpul di lokasi serangan Israel-Amerika yang menurut laporan media lokal menghancurkan Sinagoge Rafi-Nia dan bangunan tempat tinggal di dekatnya di Teheran, pada 7 April 2026.(-)
05:09
13 Mei 2026

Bertambah, AS Habiskan Dana Rp 508 Triliun untuk Perang di Iran

- Pentagon mengatakan, biaya perang dengan Iran telah meningkat menjadi hampir 29 miliar dollar AS atau sekitar Rp 508 triliun.

Angka baru ini sekitar 4 miliar dollar AS lebih tinggi daripada perkiraan yang diberikan oleh Menteri Pertahanan Pete Hegseth dua minggu lalu.

Biaya perang AS tersebut diungkapkan oleh Departemen Pertahanan selama sidang anggaran di Capitol Hill, Selasa (12/5/2026).

Baca juga: Trump Pede Iran Hentikan Pengayaan Uranium, Sebut AS Akan Mendapatkannya

Hegseth dan Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine, sedang memberikan kesaksian tentang permintaan anggaran sebesar 1,5 triliun dollar AS atau sekitar Rp 26.000 triliun untuk tahun 2027 bersama kepala keuangan Pentagon Jules Hurst III.

"Pada saat kesaksian jumlahnya adalah 25 miliar dollar AS," kata Hurst kepada para anggota parlemen, merujuk pada perkiraan Hegseth pada 29 April, dikutip dari AFP, Selasa. 

"Tetapi tim staf gabungan dan pengawas keuangan terus-menerus meninjau perkiraan dan sekarang kami pikir jumlahnya lebih mendekati 29 miliar dollar AS," sambungnya.

Baca juga: Peluang Damai AS-Iran Menyempit akibat Perang Drone di Lebanon

Inflasi AS tertinggi dalam 3 tahun

Pada saat bersamaan, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) mencatat inflasi konsumen mencapai level tertinggi dalam tiga tahun pada April akibat perang di Iran.

Indeks harga konsumen (CPI) naik 3,8 persen secara tahunan, meningkat dari angka 3,3 persen pada bulan Maret.

Keterjangkauan harga telah menjadi perhatian politik utama bagi Presiden Donald Trump, dengan harga yang tetap tinggi akan menambah tekanan pada Partai Republik menjelang pemilihan paruh waktu bulan November.

Pada bulan April, indeks harga energi AS naik 17,9 persen dibandingkan tahun lalu.

Ini merupakan kenaikan harga terbesar untuk kategori mana pun.

Baca juga: IRGC Langsung Gelar Latihan Militer di Teheran Usai Trump Kirim Ancaman

Data menunjukkan, harga pangan naik 3,2 persen pada bulan April dibandingkan tahun lalu, dengan harga bahan makanan juga meningkat pada tingkat tertinggi sejak 2023.

Inflasi indeks harga konsumen (CPI) inti, yang tidak termasuk harga pangan dan energi yang fluktuatif, tercatat sebesar 2,8 persen secara tahunan pada bulan April, naik dari 2,6 persen pada bulan sebelumnya.

Sementara, Bank Sentral AS (Federal Reserve) memiliki target inflasi jangka panjang sebesar 2 persen. 

Beberapa pembuat kebijakan di bank sentral telah mengindikasikan kemungkinan perlunya kenaikan suku bunga untuk mengatasi kenaikan harga.

"Mengingat inflasi bergerak ke arah yang salah dan pasar tenaga kerja tetap stabil, sangat kecil kemungkinan The Fed dapat menurunkan suku bunga dalam waktu dekat," kata Chris Zaccarelli dari Northlight Asset Management. 

Tag:  #bertambah #habiskan #dana #triliun #untuk #perang #iran

KOMENTAR