Kongres Siap-siap ''Habisi'' Menhan AS soal Perang Iran, Bisa Dimakzulkan
Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth saat menghadiri konferensi pers di Pentagon. Washington DC, 16 April 2026.(AFP/SAUL LOEB)
20:36
29 April 2026

Kongres Siap-siap ''Habisi'' Menhan AS soal Perang Iran, Bisa Dimakzulkan

- Kongres Amerika Serikat (AS) bersiap mencecar Menteri Pertahanan Pete Hegseth habis-habisan terkait perang Iran, bahkan ada usulan untuk memakzulkannya.

Hegseth pada Rabu (29/4/2026) dijadwalkan memberi kesaksian perdana mengenai perang AS terhadap Iran.

Sidang ini berlangsung di Komite Angkatan Bersenjata, dalam agenda pembahasan permintaan anggaran pertahanan Presiden Donald Trump yang mencapai 1,5 triliun dollar AS (Rp 26 kuadriliun).

Baca juga: Trump Marah Negosiasi Tak Kunjung Deal, Sebut Iran Tak Becus

Namun, fokus utama para legislator diperkirakan bakal mengarah ke perang Iran yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, serta dampak ekonominya yang meluas secara global.

Sejumlah anggota parlemen dari Partai Demokrat dan Republik sebelumnya mengaku tidak puas dengan informasi yang diberikan dalam sidang tertutup mengenai perang tersebut.

Kondisi ini membuka peluang terjadinya sidang publik yang memanas, terlebih Jenderal Dan Caine juga dijadwalkan memberikan kesaksian dalam forum yang sama.

Anggota DPR dari Partai Demokrat, Maggie Goodlander, menegaskan bahwa momen ini menjadi kesempatan penting bagi Hegseth untuk memberikan penjelasan.

"Akhirnya, Menteri Hegseth akan hadir di hadapan Komite Angkatan Bersenjata minggu ini. Sudah saatnya untuk menjawab pilihan perang ini," tulis Goodlander melalui media sosial X, dikutip dari AFP.

Baca juga: Demokrat Pertimbangkan Gugat Trump Terkait Perang Iran, Ini Alasannya

Belum ada strategi mengakhiri perang

Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat turun dari pesawat kepresidenan Air Force One, ketika tiba di Bandara Internasional Harry Reid, Las Vegas, Negara Bagian Nevada, 16 April 2026.AFP/JIM WATSON Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat turun dari pesawat kepresidenan Air Force One, ketika tiba di Bandara Internasional Harry Reid, Las Vegas, Negara Bagian Nevada, 16 April 2026.Pemerintahan Trump hingga kini belum memaparkan secara terbuka strategi untuk mengakhiri perang dengan Iran.

Situasi tersebut berujung pada langkah Iran menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran vital dunia, yang kemudian memicu lonjakan harga minyak global.

Sebagai respons, AS memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran dan mengerahkan tiga kapal induk ke kawasan Timur Tengah, kali pertama dalam lebih dari dua dekade.

Di sisi lain, Trump memperpanjang gencatan senjata yang awalnya berlaku dua minggu, tanpa menetapkan batas waktu baru.

Meski demikian, proses negosiasi yang berlangsung belum menghasilkan kesepakatan berarti.

Baca juga: Pergeseran Takhta Iran, Dominasi IRGC di Balik Melemahnya Kekuasaan Ulama

Demokrat ajukan pemakzulan Hegseth

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth melambaikan tangannya ke pasukan AS yang merayakan hari jadi ke-250 angkatan bersenjata di Fort Bragg, Negara Bagian North Carolina, 10 Juni 2025.GETTY IMAGES NORTH AMERICA/MELISSA SUE GERRITS via AFP Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth melambaikan tangannya ke pasukan AS yang merayakan hari jadi ke-250 angkatan bersenjata di Fort Bragg, Negara Bagian North Carolina, 10 Juni 2025.Adapun tekanan terhadap Hegseth juga datang dari Partai Demokrat, yang mengajukan enam pasal pemakzulan pada awal bulan ini.

Mereka menuduh Hegseth melakukan kejahatan dan pelanggaran berat, termasuk memulai perang tanpa persetujuan Kongres.

Belasan anggota Demokrat turut mengirim surat yang menuntut penyelidikan atas kematian enam tentara AS di Kuwait pada 1 Maret 2026.

Mereka menilai Pentagon gagal melindungi pasukan, serta menyesatkan publik tentang keadaan serangan tersebut.

Baca juga: Analis China Temukan Titik Lemah Militer AS akibat Perang Iran

Secara keseluruhan, perang ini telah menewaskan 13 tentara Amerika, meliputi enam korban dalam serangan Iran di Kuwait, satu di Arab Saudi, serta enam lainnya akibat kecelakaan pesawat di Irak.

Sekitar 400 personel militer lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Selain isu perang, Hegseth juga akan ditanya mengenai pergantian berulang pejabat senior di Pentagon sejak Trump kembali menjabat.

Pentagon sebelumnya mengumumkan Menteri Angkatan Laut John Phelan akan segera meninggalkan jabatannya.

Keputusan itu menyusul pemecatan Kepala Staf Angkatan Darat AS, Jenderal Randy George, pada awal April.

Tak hanya itu, konflik Hegseth dengan perusahaan kecerdasan buatan Anthropic juga berpotensi menjadi sorotan dalam sidang.

Perusahaan tersebut menolak penggunaan model AI mereka untuk pengawasan massal terhadap warga sipil, maupun operasi militer mematikan yang sepenuhnya otonom.

Baca juga: Kapal Pesiar Mewah Rusia Berhasil Lewati Selat Hormuz, Lolos Blokade Iran

Tag:  #kongres #siap #siap #habisi #menhan #soal #perang #iran #bisa #dimakzulkan

KOMENTAR