''Menerima Rencana AS Berarti Iran Menyerah pada Keserakahan Trump''
Tentara Iran berdiri di depan potret Pemimpin Tertinggi Ayatollah Mojtaba Khamenei dalam kampanye untuk menggalang solidaritas dan dukungan untuknya, di Teheran pada 29 April 2026.(AFP)
10:54
11 Mei 2026

''Menerima Rencana AS Berarti Iran Menyerah pada Keserakahan Trump''

- Media pemerintah Iran, IRIB merespons penolakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas proposal Teheran.

IRIB bahkan menyatakan keengganan Iran untuk tunduk pada rencana AS.

"Menerima rencana AS berarti Iran menyerah pada keserakahan Trump," lapor IRIB dalam sebuah pernyataan di saluran Telegram, dikutip dari Al Jazeera, Senin (11/5/2026).

Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa tawaran terbaru Iran juga menekankan perlunya ganti rugi perang oleh AS dan kedaulatan Iran atas Selat Hormuz, serta kebutuhan untuk mengakhiri sanksi dan membebaskan dana dan aset negara yang disita.

Baca juga: Mojtaba Khamenei Hilang Saat Krisis Negosiasi, Faksi Garis Keras Mulai Gelisah

Trump tolak proposal Iran

Sebelumnya, Trump pada Minggu (10/5/2026) kembali menolak tanggapan Iran terhadap proposal Amerika Serikat untuk pembicaraan damai. 

Penolakan ini menghancurkan harapan akan segera berakhirnya konflik yang telah berlangsung selama 10 minggu yang telah menyebabkan kerusakan luas di Iran dan Lebanon, melumpuhkan lalu lintas maritim di Selat Hormuz, dan mendorong kenaikan harga energi global.

Beberapa hari setelah AS mengajukan tawaran dengan harapan membuka kembali negosiasi, Iran merilis tanggapan yang berfokus untuk mengakhiri perang di semua front, terutama Lebanon dan menjamin keamanan pelayaran melalui Selat Hormuz yang diblokade. 

Beberapa jam setelah proposal Iran dirilis, Trump menolaknya dengan sebuah unggahan di media sosial.

"Saya tidak menyukainya, sama sekali tidak dapat diterima," tulis Trump di Truth Social, tanpa memberikan detail lebih lanjut. 

Baca juga: Trump Tuding Iran Manfaatkan AS, tapi Kini Teheran Tak Lagi Bisa Tertawa

Isi proposal baru Iran

Dikutip dari Tasnim, Minggu, proposal Iran mencakup tuntutan ganti rugi atas kerusakan perang dan penekanan pada kedaulatan Iran atas selat tersebut.

Proposal itu juga menyerukan AS untuk mengakhiri blokade angkatan lautnya, menjamin tidak akan ada serangan lebih lanjut, mencabut sanksi, dan mengakhiri larangan AS terhadap penjualan minyak Iran.

AS telah mengusulkan penghentian pertempuran sebelum memulai pembicaraan mengenai isu-isu yang lebih kontroversial, termasuk program nuklir Iran.

The Wall Street Journal mengutip sumber anonim yang mengatakan Iran mengusulkan untuk mengurangi sebagian uranium yang sangat diperkaya dan mentransfer sisanya ke negara ketiga.

Pakistan, yang telah menjadi mediator dalam pembicaraan mengenai perang tersebut, meneruskan tanggapan Iran kepada AS.

Baca juga: Trump Kembali Tolak Proposal Damai Iran, Harapan Akhiri Perang Memudar

Tekanan pada Trump untuk akhiri perang

Trump Media & Technology Group, perusahaan induk platform Truth Social milik Donald Trump, mencatat kerugian hampir 406 juta dollar AS atau sekitar Rp 7,05 triliun (asumsi kurs Rp 17.377 per dollar AS) pada kuartal I 2026.AFP/JIM WATSON Trump Media & Technology Group, perusahaan induk platform Truth Social milik Donald Trump, mencatat kerugian hampir 406 juta dollar AS atau sekitar Rp 7,05 triliun (asumsi kurs Rp 17.377 per dollar AS) pada kuartal I 2026.

Dengan kunjungan Trump ke China minggu ini, tekanan untuk mengakhiri perang telah meningkat.

Pasalnya, perang ini telah memicu krisis energi global dan menimbulkan ancaman yang semakin besar bagi perekonomian dunia.

Teheran sebagian besar telah memblokir pelayaran non-Iran melalui Selat Hormuz yang sempit.

Menanggapi pertanyaan apakah operasi tempur melawan Iran telah berakhir, Trump kembali menegaskan bahwa Teheran talah kalah. 

"Mereka telah dikalahkan, tetapi itu tidak berarti mereka sudah selesai," ujarnya.

Sementara, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan dalam sebuah unggahan di media sosial, Iran tidak akan pernah tunduk kepada musuh dan akan membela kepentingan nasional dengan kekuatan penuh.

Tag:  #menerima #rencana #berarti #iran #menyerah #pada #keserakahan #trump

KOMENTAR