Misi Kemanusiaan, AS Bakal Kawal Kapal untuk Lewati Selat Hormuz
Kapal-kapal melintasi Selat Hormuz pada 24 Juni 2025, saat difoto dari pesisir Khasab, Semenanjung Musandam, Oman.(AFP/GIUSEPPE CACACE)
06:12
4 Mei 2026

Misi Kemanusiaan, AS Bakal Kawal Kapal untuk Lewati Selat Hormuz

- Presiden Donald Trump mengatakan, Amerika Serikat akan mulai mengawal kapal-kapal untuk melewati Selat Hormuz.

Menurutnya, operasi maritim baru dengan nama "Proyek Kebebasan" ini adalah tindakan kemanusiaan untuk para awak kapal yang terjebak blokade dan kekurangan makanan.

Ia mengeklaim, banyak negara telah meminta AS untuk membebaskan kapal-kapal mereka yang terjebak di Selat Hormuz.

“Mereka hanyalah pihak yang netral dan tidak bersalah!” tulisnya di Truth Social, dikutip dari CNN, Senin (4/5/2026). 

“Demi kebaikan Iran, Timur Tengah, dan Amerika Serikat, kami telah memberi tahu negara-negara ini bahwa kami akan memandu kapal-kapal mereka dengan aman keluar dari jalur perairan terlarang ini, sehingga mereka dapat dengan bebas dan mampu melanjutkan bisnis mereka,” sambungnya.

Baca juga: Blokade AS Paksa Iran Pakai Kapal Tanker Tua untuk Tampung Minyak

Trump menuturkan, kapal-kapal itu berasal dari negara yang sama sekali tidak terlibat dalam konflik Timur Tengah.

“Ini adalah isyarat kemanusiaan atas nama Amerika Serikat, negara-negara Timur Tengah, tetapi khususnya negara Iran,” tulisnya.

Ia menambahkan, jika proses tersebut diganggu, gangguan tersebut harus ditangani dengan tegas.

Langkah ini diambil seiring dengan terus meningkatnya dampak ekonomi dari penutupan Selat Hormuz, dengan harga bensin di AS kini mencapai rata-rata 4,45 dollar AS atau sekitar Rp 77.137.

Baca juga: Kapal Tanker Iran Lolos Blokade AS, Kini Menuju Kepulauan Riau

Negosiasi AS-Iran berjalan positif

Sementara, upaya diplomasi untuk mengakhiri perang di Iran juga saat ini masih terus berlangsung.

Trump menyatakan, diskusi terbaru antara AS-Iran berjalan sangat positif untuk mencari solusi atas krisis tersebut.

"Saya sepenuhnya menyadari bahwa perwakilan saya sedang melakukan diskusi yang sangat positif dengan negara Iran," ujarnya, dikutip dari AFP, Minggu.

"Diskusi ini dapat menghasilkan sesuatu yang sangat positif bagi semua pihak," sambungnya. 

Sebelumnya,  juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa Teheran telah menyerahkan rencana 14 poin yang berfokus pada mengakhiri perang.

Washington pun telah menanggapinya dalam sebuah pesan kepada para mediator Pakistan. 

Tag:  #misi #kemanusiaan #bakal #kawal #kapal #untuk #lewati #selat #hormuz

KOMENTAR