Peringatan Iran, Campur Tangan AS di Selat Hormuz Akan Melanggar Gencatan Senjata
Selat Hormuz saat dilihat dari Satelit Terra milik NASA pada 5 Februari 2025.(NASA EARTH OBSERVATORY via AFP)
06:57
4 Mei 2026

Peringatan Iran, Campur Tangan AS di Selat Hormuz Akan Melanggar Gencatan Senjata

- Seorang pejabat senior Iran pada Senin (4/5/2026) memperingatkan, Teheran akan menganggap setiap upaya Amerika Serikat untuk campur tangan di Selat Hormuz sebagai pelanggaran gencatan senjata.

"Segala bentuk campur tangan AS dalam rezim maritim baru di Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata," tulis Kepala Komisi Keamanan Nasional Iran, Ebrahim Azizi di X, dikutip dari AFP, Senin.

Komentar tersebut muncul setelah Presiden Donald Trump mengumumkan rencana pasukan AS untuk mengawal kapal-kapal melalui Selat Hormuz yang diblokir mulai hari ini.

Diketahui, Teheran telah mempertahankan kendali atas Selat Hormuz sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari.

Baca juga: Misi Kemanusiaan, AS Bakal Kawal Kapal untuk Lewati Selat Hormuz

AS kawal kapal lewati Selat Hormuz

Sebelumnya,  Presiden Donald Trump mengatakan, Amerika Serikat akan mulai mengawal kapal-kapal untuk melewati Selat Hormuz.

Menurutnya, operasi maritim baru dengan nama "Proyek Kebebasan" ini adalah tindakan kemanusiaan untuk para awak kapal yang terjebak blokade dan kekurangan makanan.

Ia mengeklaim, banyak negara telah meminta AS untuk membebaskan kapal-kapal mereka yang terjebak di Selat Hormuz.

“Mereka hanyalah pihak yang netral dan tidak bersalah!” tulisnya di Truth Social, dikutip dari CNN, Senin (4/5/2026). 

“Demi kebaikan Iran, Timur Tengah, dan Amerika Serikat, kami telah memberi tahu negara-negara ini bahwa kami akan memandu kapal-kapal mereka dengan aman keluar dari jalur perairan terlarang ini, sehingga mereka dapat dengan bebas dan mampu melanjutkan bisnis mereka,” sambungnya.

Baca juga: Blokade AS Paksa Iran Pakai Kapal Tanker Tua untuk Tampung Minyak

Iran mengajukan proposal baru ke Amerika Serikat di tengah kebuntuan soal Selat Hormuz. Blokade masih berlangsung, sementara tekanan ekonomi dan risiko lonjakan harga minyak terus membayangi.Shutterstock Iran mengajukan proposal baru ke Amerika Serikat di tengah kebuntuan soal Selat Hormuz. Blokade masih berlangsung, sementara tekanan ekonomi dan risiko lonjakan harga minyak terus membayangi.

Trump menuturkan, kapal-kapal itu berasal dari negara yang sama sekali tidak terlibat dalam konflik Timur Tengah.

“Ini adalah isyarat kemanusiaan atas nama Amerika Serikat, negara-negara Timur Tengah, tetapi khususnya negara Iran,” tulisnya.

Ia menambahkan, jika proses tersebut diganggu, gangguan tersebut harus ditangani dengan tegas.

Langkah ini diambil seiring dengan terus meningkatnya dampak ekonomi dari penutupan Selat Hormuz, dengan harga bensin di AS kini mencapai rata-rata 4,45 dollar AS atau sekitar Rp 77.137.

Baca juga: Kapal Tanker Iran Lolos Blokade AS, Kini Menuju Kepulauan Riau

Negosiasi AS-Iran berjalan positif

Sementara, upaya diplomasi untuk mengakhiri perang di Iran juga saat ini masih terus berlangsung.

Trump menyatakan, diskusi terbaru antara AS-Iran berjalan sangat positif untuk mencari solusi atas krisis tersebut.

"Saya sepenuhnya menyadari bahwa perwakilan saya sedang melakukan diskusi yang sangat positif dengan negara Iran," ujarnya.

"Diskusi ini dapat menghasilkan sesuatu yang sangat positif bagi semua pihak," sambungnya. 

Tag:  #peringatan #iran #campur #tangan #selat #hormuz #akan #melanggar #gencatan #senjata

KOMENTAR