Ukraina Jago Tangkis Drone Rusia, tapi Nyaris Tak Berkutik Digempur Rudal
- Serangan besar-besaran Rusia terhadap Kyiv baru-baru ini menunjukkan catatan penting dalam sistem pertahanan udara Ukraina.
Ukraina, yang berperang selama lebih dari empat tahun, telah menjadi negara yang dikagumi oleh beberapa militer terkuat di dunia dalam memerangi drone jarak jauh.
Namun pada saat yang sama, Ukraina sangat rentan terhadap rudal Rusia, dan hampir sepenuhnya bergantung pada sekutu Baratnya untuk melawan.
Menurut laporan AFP, Jumat (15/5/2026), Rusia menembakkan 675 drone dan 56 rudal dalam serangan selama tujuh jam yang menghancurkan sebuah blok apartemen di Kyiv, dan menewaskan 24 orang.
Baca juga: Dibombardir Ukraina, Rusia Langsung Gelar Latihan Nuklir 3 Hari
Belasan rudal Rusia tembus pertahanan udara Ukraina
Jaringan pertahanan udara Ukraina berhasil menembak jatuh semua drone Rusia kecuali 22 unit. Namun, 15 rudal berhasil menembus pertahanan tersebut.
Sistem pertahanan terdiri dari pengacau elektronik, meriam antipesawat, helikopter dan jet tempur, serta drone penangkap yang lebih kecil.
Bagi Ukraina, hal ini menunjukkan adanya kekurangan dari sistem anti-rudal canggih Barat dan amunisi mahal untuk sistem tersebut.
"Kerusakan sebenarnya disebabkan oleh rudal, terutama di Kyiv," kata penasihat menteri pertahanan Ukraina Sergii Beskrestnov, setelah serangan itu.
Baca juga: Usai Luncurkan 550 Drone ke Rusia, Ukraina Bersumpah Bertempur Tanpa Henti
Presiden Volodymyr Zelensky memuji angkatan udara Ukraina karena menembak jatuh 94 persen drone Rusia. Namun ia mengakui "tantangan tersulit adalah bertahan melawan rudal balistik."
Zelensky kembali menyerukan kepada sekutunya agar segera memberikan bantuan, termasuk melalui sistem PURL yang digunakan mitra-mitra Kyiv untuk membeli senjata AS bagi Ukraina.
Setelah serangan tersebut, Menteri Pertahanan Inggris John Healey memerintahkan agar pengiriman sistem pertahanan udara dan sistem anti-drone dari Inggris dipercepat secepat mungkin.
Baca juga: Ukraina Gempur Rusia, Luncurkan 550 Drone Sekaligus
Stok amunisi pertahanan udara menipis
Asap membumbung dari ledakan di antara gedung-gedung hunian bertingkat saat serangan drone dan rudal Rusia di Kyiv pada Kamis (14/5/2026). Ibu kota Ukraina menjadi sasaran serangan udara besar-besaran.
Namun, perang di Timur Tengah telah memperparah kekurangan yang dihadapi Ukraina sejak awal perang.
Konflik tersebut membuat sekutu AS menghabiskan jumlah besar amunisi pertahanan udara untuk melindungi lokasi-lokasi di Teluk.
Amunisi untuk baterai Patriot buatan AS yang digunakan Ukraina dapat berharga sekitar 4 juta dollar AS (Rp 70 miliar) per unit.
Amerika Serikat hanya memproduksi sekitar 600 unit per tahun, dan beberapa unit mungkin diperlukan untuk menjatuhkan satu rudal balistik.
Baca juga: Kisah Tentara Ukraina Kurus Kering di Garis Depan, 17 Hari Tanpa Kiriman Makanan
Seorang pejabat senior Ukraina menjelaskan masalah terkait peluru kendali penangkis untuk baterai pertahanan udara dengan tegas kepada AFP: “Peluru kendali itu kini semakin sulit ditemukan.”
Hanya beberapa hari sebelum Rusia melancarkan serangan terbarunya, seorang perwakilan Angkatan Udara Ukraina mengatakan kepada media pemerintah bahwa amunisi sudah mulai dibatasi karena “masalah pasokan.”
Dia menambahkan persediaan Ukraina sudah menipis akibat serangan Rusia yang menghancurkan terhadap fasilitas energi Ukraina selama musim dingin.
Perwakilan angkatan udara terkadang bernegosiasi dengan sekutu untuk mendapatkan pasokan sebanyak 5 hingga 10 rudal saja untuk sistem pertahanan Barat, seperti baterai Patriot, katanya.
Tag: #ukraina #jago #tangkis #drone #rusia #tapi #nyaris #berkutik #digempur #rudal