Netanyahu Adakan Rapat Membahas Kemungkinan Perang Lagi dengan Iran
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (tengah), Kepala Staf Tzachi Braverman (kanan), dan Penasihat Keamanan Tzachi Hanegbi (kiri). Pada Selasa (22/10/2025), Netanyahu dilaporkan memecat Hanegbi setelah menjadi sekutu dekat karena berselisih soal Gaza.(AFP/POOL/ABIR SULTAN)
16:12
19 Mei 2026

Netanyahu Adakan Rapat Membahas Kemungkinan Perang Lagi dengan Iran

- Media Israel, Hayom, melaporkan Tel Aviv tengah melakukan persiapan keamanan untuk kemungkinan eskalasi dalam perang Iran.

Dilansir Anadolu, Selasa (19/5/2026), Hayom melaporkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengadakan rapat kabinet keamanannya untuk membahas kemungkinan pertempuran kembali dengan Iran pada Senin (18/5/2026).

Pertemuan itu terjadi setelah Netanyahu mengadakan diskusi Kabinet serupa sehari sebelumnya, pada hari Minggu (17/5/2026).

Baca juga: Warga Irak Hangus Terbakar Usai Temukan Pangkalan Rahasia Israel, Ditembak Heli


Hal itu menyusul panggilan telepon dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengoordinasikan "langkah selanjutnya" terkait Iran.

Laporan itu juga mengutip sebuah sumber yang mengetahui diskusi AS yang menyebut serangan baru AS terhadap Iran "bukanlah pertanyaan apakah akan terjadi, melainkan kapan."

Menurut sumber tersebut, serangan yang direncanakan akan berbeda dari operasi sebelumnya dan dapat menargetkan lokasi yang selama ini dihindari oleh Trump.

Menurut sumber keamanan Israel yang tidak disebutkan namanya, persiapan dan langkah-langkah telah diambil sebagai antisipasi kemungkinan terjadinya pertempuran lain dengan Iran.

Baca juga: Israel Culik Adik Presiden Irlandia, Sang Kakak Langsung Khawatir

Trump dikabarkan bahas opsi militer

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengajukan banding atas putusan pengadilan yang menyatakan kebijakan tarif impor global sebesar 10 persen tidak sah berdasarkan hukum perdagangan AS.AFP/POOL/ALEX BRANDON Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengajukan banding atas putusan pengadilan yang menyatakan kebijakan tarif impor global sebesar 10 persen tidak sah berdasarkan hukum perdagangan AS.

Sementara itu menurut media AS Axios, para pejabat AS mengatakan Trump mempertimbangkan untuk melanjutkan operasi militer terkait potensi lanjutan perang Iran.

Hal itu dilakukan karena penolakan Iran terhadap banyak tuntutannya dan enggan memberikan konsesi berarti terkait program nuklirnya.

Trump diperkirakan akan mengumpulkan tim keamanan nasional utamanya di Ruang Situasi pada Selasa (19/5/2026) untuk membahas opsi militer, kata dua pejabat AS.

Baca juga: Trump Tunda Serangan Besar ke Iran, Turuti Permintaan Negara Teluk

Pejabat senior itu mengatakan jika Iran tidak mengubah pendiriannya, Washington akan melanjutkan negosiasi "melalui bom."

"Sudah saatnya Iran memberikan sedikit hal 'manis'. Kita membutuhkan percakapan yang nyata, kuat, dan mendetail (mengenai program nuklir). Jika itu tidak terjadi, kita akan melakukan komunikasi melalui bom, yang akan sangat disayangkan," ujarnya.

Iran telah memberikan proposal terbaru untuk kesepakatan mengakhiri perang, tetapi Gedung Putih meyakini proposal tersebut bukanlah perbaikan yang berarti.

Baca juga: Trump Masih Ngebet Kuasai Greenland, Tak Mau Menyerah meski Ditolak

Selain itu, kemungkinan tidak cukup untuk mencapai kesepakatan, demikian kata seorang pejabat senior AS dan sumber yang mengetahui masalah tersebut kepada Axios.

"Kita sebenarnya tidak membuat banyak kemajuan. Kita berada di situasi yang sangat serius saat ini. Tekanan ada pada mereka untuk memberikan respons dengan cara yang tepat," kata pejabat senior AS tersebut.

Tag:  #netanyahu #adakan #rapat #membahas #kemungkinan #perang #lagi #dengan #iran

KOMENTAR