Kapal Kargonya Diserang di Selat Hormuz, Korsel Pertimbangkan Gabung Operasi AS
Kapal-kapal kargo dan tanker yang berlayar di Selat Hormuz, saat difoto dari kota pesisir Fujairah, Uni Emirat Arab, 25 Februari 2026. Trump Ungkap detik-detik kapal AS Tembaki Kapal Kargo Iran di Teluk Oman (AFP/GIUSEPPE CACACE)
14:12
5 Mei 2026

Kapal Kargonya Diserang di Selat Hormuz, Korsel Pertimbangkan Gabung Operasi AS

- Pemerintah Korea Selatan menyatakan akan mempertimbangkan posisinya dalam operasi militer Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz.

Langkah ini diambil menyusul desakan Presiden AS Donald Trump agar Seoul turut berpartisipasi dalam operasi pengawalan kapal kargo di selat semput tersebut.

Pengumuman itu juga disampaikan pascainsiden kemungkinan serangan yang menimpa sebuah kapal kargo milik Korea Selatan, HMM Namu, di Selat Hormuz.

Baca juga: AS Klaim Tenggelamkan 6 Kapal Iran di Selat Hormuz, Teheran Bantah

Kapal kargo HMM Namu dilaporkan mengalami ledakan dan kebakaran saat melintasi Selat Hormuz pada Senin (4/5/2026), sebagaimana dilansir AFP.

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan memastikan, seluruh kru kapal yang berjumlah 24 orang, termasuk enam warga "Negeri Ginseng", dalam keadaan aman.

Pejabat berwenang juga menambahkan bahwa kobaran api di kapal sepanjang 180 meter berbendera Panama tersebut berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Trump menilai insiden itu seharusnya menjadi momentum bagi Seoul untuk memperkuat aliansi dengan AS di wilayah tersebut.

Baca juga: Selat Hormuz, Project Freedom, dan Ujian bagi Inisiatif Prabowo

Trump mendesak Korea Selatan bergabung dalam upaya "Negeri Paman Sam" untuk memandu kapal-kapal melewati Selat Hormuz.

Pasalnya, wilayah tersebut merupakan urat nadi utama ekspor bahan bakar yang menjadi tumpuan ekonomi Seoul.

Selat Hormuz diketahui telah diblokade secara efektif sejak pecahnya perang akibat serangan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari lalu.

Kementerian Pertahanan Korea Selatan pun menanggapi permintaan tersebut dengan sikap hati-hati.

Baca juga: AS Tuduh China Danai Iran, Minta Beijing Bantu Buka Selat Hormuz

Meskipun tidak memberikan komitmen langsung untuk melakukan perubahan kebijakan, Seoul memastikan masalah ini sedang dalam pembahasan serius.

"Kami akan meninjau posisi kami dengan hati-hati," ujar pihak Kementerian Pertahanan Korea Selatan.

Kementerian menambahkan bahwa penentuan sikap Seoul akan didasarkan pada beberapa pertimbangan krusial.

Beberapa pertimbangan itu seperti hukum internasional, keamanan rute maritim internasional, aliansi strategis dengan AS, dan situasi keamanan di Semenanjung Korea.

Baca juga: Gencatan Senjata Iran-AS di Ambang Keruntuhan, Saling Serang di Selat Hormuz

Tag:  #kapal #kargonya #diserang #selat #hormuz #korsel #pertimbangkan #gabung #operasi

KOMENTAR