Rusia Ngamuk Sekutunya Jamu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky
– Pemerintah Rusia melontarkan kritik tajam terhadap sekutu dekatnya, Armenia, lantaran bersedia menjadi tuan rumah bagi Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam sebuah KTT Eropa awal pekan ini.
Moskwa juga memperingatkan Yerevan terkait konsekuensi dari upaya Armenia untuk melakukan integrasi yang lebih dalam dengan Uni Eropa, sebagaimana dilansir AFP, Kamis (7/5/2026).
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengungkapkan bahwa sikap Armenia tersebut sulit dipahami dan memicu kemarahan di publik Rusia.
Baca juga: Drone dari Wilayah Rusia Jatuh di Latvia, NATO Langsung Terbangkan Jet Temnpur
"Masyarakat Rusia, dengan kemarahan dan kebingungan yang mendalam, tidak hanya melihat, tetapi di atas segalanya ingat fakta bahwa Armenia, yang biasa kami anggap sebagai negara sahabat dan persaudaraan, telah berfungsi sebagai platform. Untuk siapa? Untuk seorang teroris," ujar Zakharova dalam pengarahan mingguan pada Kamis.
Sejak meluncurkan ofensif militer skala penuh pada Februari 2022, pejabat Rusia secara rutin melontarkan penghinaan terhadap Zelensky dan menyebut Kyiv sebagai negara teroris.
Namun, tuduhan tersebut ditolak mentah-mentah oleh Kyiv sebagai propaganda perang yang tidak berdasar.
Zakharova pun mempertanyakan loyalitas kepemimpinan Armenia saat ini di bawah Perdana Menteri Nikol Pashinyan.
"Tidak ada seorang pun di kepemimpinan Armenia saat ini yang menolak Zelensky. Jadi, di pihak mana Anda berada secara historis?" tanyanya.
Baca juga: Rusia-Ukraina Gencatan Senjata Sendiri-sendiri, Beda Tanggal
Selain masalah kunjungan Zelensky, Rusia juga mengkritik deklarasi bersama yang diadopsi Armenia dan Uni Eropa pada Selasa (5/5/2026).
Dokumen tersebut mengakui aspirasi Armenia untuk bergabung dengan Uni Eropa serta memperdalam kerja sama di bidang ekonomi dan keamanan.
Zakharova memperingatkan bahwa langkah Yerevan untuk mendekat ke Barat akan membawa dampak jangka panjang.
"Hal seperti itu dari pihak otoritas Armenia cepat atau lambat akan menyebabkan keterlibatan Yerevan yang tidak dapat diubah dalam garis anti-Rusia Brussels, dengan segala konsekuensi politik dan ekonomi yang menyertainya bagi Armenia," tegas Zakharova.
Menanggapi ketegangan tersebut, Pashinyan menegaskan kembali posisi negaranya.
Baca juga: Ketika Iran Membawa Rusia Kembali ke Timur Tengah
Dia menyatakan bahwa Armenia tidak berada di pihak Rusia dalam isu perang di Ukraina.
"Kembali pada tahun 2022-2023, saya sudah menyatakan bahwa, dalam masalah Ukraina, kami bukan sekutu Rusia," kata Pashinyan kepada wartawan pada Kamis.
Hubungan antara Armenia dan sekutu lama mereka, Rusia, memang terus merenggang dalam beberapa tahun terakhir.
Armenia telah membekukan keanggotaannya dalam aliansi militer CSTO yang dipimpin Rusia pada 2024.
Langkah ini diambil setelah Rusia dianggap gagal membela Armenia dalam konfliknya melawan Azerbaijan.
Baca juga: Rusia Tanggapi Keluarnya UEA dari OPEC, Berpotensi Turunkan Harga Minyak Global
Tag: #rusia #ngamuk #sekutunya #jamu #presiden #ukraina #volodymyr #zelensky