Sesumbar Donald Trump Usai 3 Kapal Perang AS Dibombardir Iran di Selat Hormuz
Rudal Iran (Tasnimnews)
10:04
8 Mei 2026

Sesumbar Donald Trump Usai 3 Kapal Perang AS Dibombardir Iran di Selat Hormuz

Presiden Amerika Serikat Donald Trump meremehkan serangan Iran terhadap tiga kapal perang Angkatan Laut AS di Selat Hormuz dengan menyebutnya hanya sebagai serangan ringan.

Serangan terjadi saat kapal perusak USS Truxtun, USS Rafael Peralta, dan USS Mason melintasi Selat Hormuz.

Menurut Komando Pusat AS, ketiga kapal tersebut diserang menggunakan rudal, drone, dan kapal kecil milik Iran.

Trump mengklaim seluruh serangan berhasil digagalkan tanpa menimbulkan kerusakan pada kapal perang AS.

Trump bahkan menggambarkan kehancuran armada kecil Iran dengan gaya retorika yang dramatis.

Salah satu kapal perang AS, USS Chandler. [AFP]Salah satu kapal perang AS, USS Chandler. [AFP]

“Tiga kapal perusak kelas dunia Amerika berhasil melewati Selat Hormuz di bawah serangan,” tulis Trump di media sosial Truth Social.

“Rudal-rudal berhasil ditembak jatuh dengan mudah. Drone-drone dibakar di udara dan jatuh ke laut seperti kupu-kupu menuju kuburnya,” lanjutnya.

Meski terjadi serangan langsung terhadap kapal perang AS, Gedung Putih belum menganggap insiden itu sebagai pelanggaran resmi terhadap gencatan senjata yang berlaku selama satu bulan terakhir.

“Gencatan senjata tetap berjalan. Itu masih berlaku,” kata Trump dalam wawancara singkat dengan ABC News.

Namun sejumlah pengamat keamanan menilai Iran jelas memiliki niat menyerang personel militer Amerika. Mantan pejabat Pentagon, Alex Plitsas, menilai tindakan Iran sudah melanggar kesepakatan damai.

“Iran menembakkan drone, rudal, dan mengerahkan kapal kecil ke kapal perang AS dengan niat membunuh personel militer Amerika,” tulisnya di platform X.

Washington dan Teheran masih melanjutkan pembicaraan damai secara tertutup.

Negosiator kedua pihak disebut tengah membahas kerangka kesepakatan 14 poin yang dapat membuka jalan menuju perjanjian lebih luas terkait program nuklir Iran.

Amerika Serikat menawarkan pelonggaran sebagian sanksi dan pembukaan kembali jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz.

Sebagai gantinya, Iran diminta menghentikan pengayaan uranium.

Meski begitu, sejumlah poin utama masih menjadi hambatan besar.

Salah satunya terkait stok uranium Iran dan lamanya pembatasan pengayaan nuklir.

Trump menegaskan seluruh uranium hasil pengayaan harus diserahkan kepada Amerika Serikat.

Sementara Iran dikabarkan lebih memilih Rusia sebagai pihak yang menyimpan material tersebut jika kesepakatan tercapai.

Editor: Galih Prasetyo

Tag:  #sesumbar #donald #trump #usai #kapal #perang #dibombardir #iran #selat #hormuz

KOMENTAR