Iran Ancam Negara yang Patuhi Sanksi AS, Akan Kesulitan di Selat Hormuz
- Iran memberi peringatan kepada negara-negara yang memberlakukan sanksi Amerika Serikat (AS) kepadanya.
Seorang juru bicara militer Iran Brigadir Jenderal Mohammad Akrami Nia menegaskan, negara mana pun yang memberlakukan sanksi AS terhadap Teheran akan kesulitan di Selat Hormuz.
"Pasti akan menghadapi kesulitan saat melewati Selat Hormuz," katanya, menurut kantor berita Tasnim, dilansir Al Jazeera, Minggu (10/5/2026).
Dia juga mengatakan tidak satu pun tujuan musuh tercapai dalam perang tersebut dan keseimbangan politik sistem Iran tidak terganggu.
Baca juga: AS Kembali Ingatkan NATO, Minta Bergerak untuk Bebaskan Selat Hormuz
“Sebaliknya, persatuan dan kekompakan di dalam justru diperkuat, yang masih kita saksikan dengan kehadiran orang-orang di jalanan.”
“Musuh melihat bahwa mereka benar-benar tidak dapat mematahkan perlawanan ini dan akhirnya terpaksa menerima gencatan senjata,” tambah Akrami Nia.
Menurutnya, selama gencatan senjata yang sedang berlangsung, Iran telah memperkuat pasukan dan kemampuannya, memperbarui target serangannya, dan memperbaiki posisi pertahanan dan serangannya.
Baca juga: Inggris Susul Misi Perancis di Selat Hormuz, Kerahkan Kapal Perang
Iran siapkan sistem baru di Selat Hormuz
Tangkapan layar dari video yang disiarkan oleh Kementerian Pertahanan AS mengenai strategi kapal perang Washington dalam memblokade Selat Hormuz.
Saat ini, para anggota parlemen Iran sedang menyusun rancangan undang-undang untuk melegalkan pengelolaan Selat Hormuz oleh Teheran.
Dengan klausul yang mencakup larangan bagi kapal-kapal dari "negara-negara musuh" untuk melintas, menurut laporan Reuters, Minggu.
Sebelumnya, Iran dikabarkan membentuk sebuah badan untuk memberikan izin transit melalui Selat Hormuz dan memungut biaya tol dari kapal-kapal yang melintas.
Baca juga: Iran Semakin Menguasai Selat Hormuz, Sudah Siapkan Rencana Khusus
“Otoritas Selat Teluk Persia telah memberlakukan kerangka kerja baru yang mewajibkan kapal-kapal untuk memperoleh izin transit dan membayar tol sebelum berlayar,” tulis jurnal pelayaran Lloyd's List dilansir AFP, Jumat (8/5/2026).
Kapal-kapal juga harus memberikan informasi jelas terkait kepemilikan hingga rute perjalanannya.
"Kapal diharuskan untuk menyerahkan catatan rinci tentang kepemilikan, asuransi, detail awak kapal, dan rute transit yang direncanakan", mengutip formulir yang dikirim oleh otoritas tersebut.
Tag: #iran #ancam #negara #yang #patuhi #sanksi #akan #kesulitan #selat #hormuz