Trump Anggap Menghentikan Nuklir Iran Lebih Penting, Warga AS Bukan Prioritas
- Presiden Donald Trump menegaskan bahwa kesulitan ekonomi yang dialami warga Amerika Serikat saat ini tidak akan memengaruhi ambisinya dalam menangani isu Iran.
Menurutnya, mencegah Teheran memiliki senjata nuklir merupakan prioritas utama yang berada di atas kepentingan ekonomi domestik.
Saat ditanya wartawan mengenai sejauh mana kondisi keuangan warga AS memotivasi dirinya untuk segera mencapai kesepakatan damai, Trump menjawab dengan lugas.
Baca juga: China Dianggap Mediator Potensial untuk AS dan Iran, Bisa Jadi Kekuatan Penting
"Sama sekali tidak. Satu-satunya hal yang penting, ketika saya berbicara tentang Iran, mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir," kata Trump sebelum meninggalkan Gedung Putih untuk perjalanan ke China, dikutip dari Reuters, Rabu (13/5/2026).
"Saya tidak memikirkan situasi keuangan warga Amerika. Saya tidak memikirkan siapa pun. Saya hanya memikirkan satu hal, kita tidak boleh membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. Itu saja. Hanya itu yang memotivasi saya," tegasnya.
Pernyataan Trump berpeluang menuai kritik dari para penentang yang berpendapat bahwa pemerintahan harus menyeimbangkan tujuan geopolitik dengan dampak ekonomi terhadap warga AS.
Apalagi, kekhawatiran tentang biaya hidup tetap menjadi isu utama bagi para pemilih menjelang pemilihan paruh waktu November.
Baca juga: Dunia Soroti Pertemuan Trump-Xi, 2 Pemimpin Kekuatan Besar
Gedung Putih tegaskan tanggung jawab Trump
Ketika diminta untuk menjelaskan lebih lanjut komentar presiden, Direktur Komunikasi Gedung Putih Steven Cheung menyatakan, tanggung jawab utama Trump adalah keselamatan dan keamanan warga AS.
"Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir dan jika tidak ada tindakan yang diambil, mereka akan memilikinya, yang mengancam semua warga AS," jelas Cheung.
Trump berada di bawah tekanan yang semakin besar dari sesama anggota Partai Republik yang khawatir bahwa penderitaan ekonomi akibat perang dapat memicu reaksi negatif terhadap partai.
Kondisi ini juga berpeluang menyebabkan Trump kehilangan kendali atas kongres dan mungkin juga Senat pada bulan November.
Baca juga: Trump Sesumbar Tak Butuh Bantuan China Akhiri Perang Iran
Inflasi bulan April naik
Presiden AS, Trump senang. Trump Ungkap Perang dengan Teheran Akan Segera Berakhir, Ini Respons Iran
Meningkatnya biaya energi yang terkait dengan konflik Iran telah mendorong kenaikan harga bensin dan berkontribusi pada inflasi.
Inflasi konsumen AS pada April mencatatkan kenaikan terbesar dalam tiga tahun terakhir, menurut data yang dirilis pada hari Selasa (12/5/2026).
Trump membingkai pendekatannya sebagai masalah keamanan nasional dan global, serta menyatakan bahwa kekhawatiran ekonomi adalah hal sekunder dibandingkan dengan pencegahan proliferasi nuklir.
Baca juga: Siaga Penuh, Inggris Kirim Jet Tempur dan Kapal Perang ke Selat Hormuz
Namun, penilaian intelijen AS menunjukkan,waktu yang dibutuhkan Iran untuk membangun senjata nuklir tidak berubah sejak musim panas lalu, ketika para analis memperkirakan bahwa serangan AS-Israel telah memperpanjang jangka waktu tersebut menjadi sembilan bulan hingga satu tahun, menurut tiga sumber yang mengetahui masalah ini.
Penilaian terhadap program nuklir Teheran secara umum tetap tidak berubah bahkan setelah dua bulan perang.
Sekutu Trump menggemakan argumennya bahwa risiko yang ditimbulkan oleh Iran lebih besar daripada kesulitan ekonomi jangka pendek.
Iran membantah berupaya mengembangkan senjata nuklir dan menegaskan programnya bertujuan untuk tujuan damai.
Tag: #trump #anggap #menghentikan #nuklir #iran #lebih #penting #warga #bukan #prioritas