Iran Buka Suara soal Rencana Eropa Kirim Kapal Perang untuk Buka Hormuz, Peringatkan Ini
Kunjungan Iran ke Islamabad, Pakistan. (Foto dari X Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei)(Foto dari X Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei)
15:30
11 Mei 2026

Iran Buka Suara soal Rencana Eropa Kirim Kapal Perang untuk Buka Hormuz, Peringatkan Ini

Iran akhirnya buka suara terkait rencana sejumlah negara Eropa mengirim kapal perang ke Timur Tengah untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz yang selama berbulan-bulan berada di bawah kontrol Teheran.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, memperingatkan negara-negara Eropa agar tidak ikut campur dalam konflik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Ia menegaskan, setiap intervensi militer di Selat Hormuz maupun Teluk Persia hanya akan memperburuk situasi dan memicu komplikasi baru di kawasan.

Baca juga: Trump Murka soal Respons Iran atas Proposal Damai, Apa yang Dituntut Teheran?

“Kami telah dengan jelas mengatakan kepada negara-negara Eropa bahwa mereka tidak boleh tunduk pada tindakan arogan Amerika Serikat dan Israel,” kata Baghaei seperti dikutip Al Jazeera, Senin (11/5/2026).

Menurut dia, negara-negara Eropa sebaiknya tidak mengambil langkah yang justru merugikan kepentingan mereka sendiri.

“Perang ini bukan hanya tidak bermoral, tetapi juga melanggar hukum internasional. Amerika Serikat dan Israel yang memulai agresi terhadap Iran,” ujarnya.

Baghaei juga memperingatkan bahwa keterlibatan negara-negara Eropa di Selat Hormuz berpotensi memperparah lonjakan harga energi dunia.

“Intervensi apa pun di Selat Hormuz atau Teluk Persia akan membawa komplikasi lebih lanjut. Itu justru akan memperburuk kenaikan harga,” katanya.

Ia meminta negara-negara dunia bertindak lebih bertanggung jawab di tengah situasi yang terus memanas di Timur Tengah.

Inggris kirim kapal perang

Inggris menjadi salah satu negara Eropa yang telah mengumumkan rencana mengirim kapal ke Timur Tengah. Ingris bakal menerahkan kapal perang HMS Dragon.

Kapal perang jenis Type 45 destroyer itu diposisikan lebih awal di kawasan dan berpotensi bergabung dalam misi internasional untuk mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Baca juga: AS dan Iran Gagal Damai, Saling Tolak Tuntutan Akhiri Perang

Diberitakan BBC pada Sabtu (9/5/2026), Kementerian Pertahanan Inggris menyebut misi tersebut bersifat “defensif dan independen”.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer bersama Presiden Perancis Emmanuel Macron sebelumnya mendorong pembentukan operasi multinasional guna menjaga keamanan pelayaran di Selat Hormuz.

Namun Starmer menegaskan misi itu baru akan dijalankan setelah pertempuran di kawasan benar-benar mereda.

Selat Hormuz sendiri telah dikendalikan Iran selama berbulan-bulan sebagai respons atas serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap negara itu.

Jalur laut sempit tersebut sangat vital bagi perdagangan energi global.

Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia dan gas alam cair (LNG) melewati Selat Hormuz. Penutupan atau gangguan di jalur itu membuat harga energi global melonjak tajam dalam beberapa bulan terakhir.

Meski gencatan senjata antara AS dan Iran telah berlaku sejak April 2026, solusi permanen atas konflik keduanya belum tercapai.

Kedua pihak bahkan masih saling menuduh melakukan serangan di sekitar Selat Hormuz pekan ini.

Kapal perang canggih Inggris

HMS Dragon merupakan salah satu dari enam kapal perusak Type 45 milik Angkatan Laut Inggris yang dirancang khusus untuk menghadapi ancaman udara dan rudal.

Kapal itu termasuk salah satu armada perang paling modern yang dimiliki Inggris.

Ini juga menjadi kapal perang pertama yang dikirim Inggris ke Timur Tengah sejak perang Iran pecah pada akhir Februari lalu.

Sebelumnya, kapal induk Perancis Charles de Gaulle juga telah melintasi Terusan Suez menuju kawasan tersebut.

Baca juga: Menerima Rencana AS Berarti Iran Menyerah pada Keserakahan Trump

Inggris juga menyiapkan kapal lain, RFA Lyme Bay, yang sedang dipasangi sistem pemburu ranjau otomatis untuk kemungkinan pengerahan berikutnya.

Dalam beberapa bulan terakhir, HMS Dragon ditempatkan di Mediterania timur untuk membantu operasi pertahanan Inggris, termasuk melindungi pangkalan udara RAF Akrotiri di Siprus setelah sempat diserang drone buatan Iran pada Maret lalu.

Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan pengerahan HMS Dragon merupakan bagian dari “perencanaan yang hati-hati” agar kapal tersebut bisa langsung digunakan jika misi keamanan di Selat Hormuz benar-benar dimulai.

Bulan lalu, sebanyak 51 negara juga diketahui mengadakan pertemuan guna membahas perlindungan kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.

Starmer mengatakan, puluhan negara telah menawarkan kontribusi aset militer untuk operasi gabungan bersama Perancis.

Meski begitu, pemerintah Inggris menegaskan mereka tidak ingin “terseret” lebih jauh dalam perang Iran.

London sebelumnya juga menyatakan tidak mendukung blokade pelabuhan Iran oleh Amerika Serikat yang hingga kini masih berlangsung.

Tag:  #iran #buka #suara #soal #rencana #eropa #kirim #kapal #perang #untuk #buka #hormuz #peringatkan

KOMENTAR