Trump Baru Tiba di Beijing, China Dilaporkan Diam-diam Kirim Senjata ke Iran
Presiden AS Donald J. Trump dan anggota delegasinya, termasuk CEO Tesla dan SpaceX Elon Musk dan Presiden dan CEO Nvidia Jensen Huang, disambut oleh Wakil Presiden China Han Zheng dan lainnya saat mereka tiba di Bandara Internasional Ibu Kota Beijing pada 13 Mei 2026. (BRENDAN SMIALOWSKI)
09:30
14 Mei 2026

Trump Baru Tiba di Beijing, China Dilaporkan Diam-diam Kirim Senjata ke Iran

Kedatangan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Beijing pada Rau (13/5/2026) untuk pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden China Xi Jinping langsung dibayangi tuduhan serius.

China dilaporkan diam-diam merencanakan pengiriman senjata ke Iran melalui jalur rahasia yang melibatkan negara ketiga.

Mengutip laporan The New York Times, intelijen Amerika Serikat menyebut sejumlah perusahaan China telah membahas rencana pengiriman senjata ke Iran dengan menggunakan negara ketiga untuk menyamarkan asal usulnya.

Baca juga: Trump Tiba di Beijing untuk Bertemu Xi Jinping: Kami 2 Negara Adidaya

Para pejabat AS disebut masih berbeda pandangan apakah pengiriman tersebut sudah benar-benar terjadi atau baru sebatas rencana. Namun, isu ini cukup kuat untuk memicu tekanan diplomatik baru terhadap Beijing.

Momen sensitif

Isu ini menjadi semakin sensitif karena muncul tepat saat Donald Trump melakukan kunjungan kenegaraan ke Beijing.

Kedatangan tersebut awalnya diharapkan menjadi pembahasan soal perdagangan dan hubungan bilateral.

Namun, laporan mengenai dugaan dukungan militer China ke Iran justru menggeser fokus pertemuan.

Washington kini disebut berada di bawah tekanan untuk meminta Xi Jinping menghentikan segala bentuk dukungan terhadap Iran, yang dinilai sedang kembali memperkuat kemampuan militernya di tengah ketegangan regional.

Dugaan dukungan militer China ke Iran

Media AS sebelumnya juga melaporkan bahwa Iran telah menerima sistem senjata seperti rudal anti-pesawat bahu (MANPADS) yang mampu menghancurkan pesawat dan drone.

Selain itu, Iran disebut telah memperoleh satelit mata-mata buatan China pada akhir 2024 yang digunakan untuk memantau dan menargetkan posisi militer Amerika di Timur Tengah.

Meski begitu, belum ada bukti bahwa senjata China telah digunakan langsung untuk menyerang pasukan AS.

Saling bantah

Pemerintah AS menyatakan bahwa belum ada kepastian apakah pemerintah China secara resmi menyetujui penjualan senjata tersebut.

Namun, sejumlah pejabat menilai pengiriman seperti itu sulit terjadi tanpa sepengetahuan pihak tingkat tinggi di Beijing.

Di sisi lain, China membantah keterlibatan resmi dalam suplai senjata ke Iran.

Baca juga: Pertemuan Trump dan Xi Jinping, Akankah Memengaruhi Arah Ekonomi Global?

Sementara itu, Presiden Trump sebelumnya juga mengirim surat kepada Xi Jinping yang berisi permintaan agar China menghentikan pengiriman senjata ke Iran.

Dalam wawancara dengan Fox Business Network, Trump mengatakan bahwa Xi telah merespons dengan menyatakan bahwa pada dasarnya China tidak melakukan hal tersebut.

Klaim kekuatan militer Iran yang masih utuh

Sejumlah warga Iran saat mengunjungi pameran rudal dan drone militer di Teheran pada 12 November 2025.AFP/ATTA KENARE Sejumlah warga Iran saat mengunjungi pameran rudal dan drone militer di Teheran pada 12 November 2025.

Laporan intelijen yang dikutip The Washington Post dan analisis Central Intelligence Agency menyebut bahwa meski AS dan Israel mengeklaim telah melemahkan kemampuan militer Iran, sebagian besar kekuatan tersebut masih bertahan.

CIA memperkirakan sekitar 70 persen rudal balistik Iran dan 75 persen peluncur bergerak masih tetap utuh.

Iran juga dilaporkan telah memulihkan sebagian besar fasilitas penyimpanan bawah tanah serta kembali memproduksi rudal baru.

Selain itu, Iran disebut telah memulihkan akses ke 30 dari 33 situs rudal di sekitar jalur strategis Selat Hormuz, yang merupakan jalur penting pengiriman minyak dunia.

Sanksi AS

Pemerintah Amerika Serikat juga menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah perusahaan China yang diduga berupaya memasok peralatan militer ke Iran, termasuk sistem MANPADS dan material pendukung industri pertahanan.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut pada Maret bahwa negaranya telah menerima “kerja sama militer” dari China dan Rusia, meski tidak merinci bentuknya.

Baca juga: Trump Ngamuk Iran Disebut Masih Kuat Usai Digempur AS-Israel

Tag:  #trump #baru #tiba #beijing #china #dilaporkan #diam #diam #kirim #senjata #iran

KOMENTAR